• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Cedera Kepala Ringan: Memahami Risiko & Tindakan Pertolongan

Cedera Kepala Ringan Memahami Risiko dan Tindakan Pertolongan

Cedera kepala ringan bisa menimpa siapa saja dengan gejala bervariasi dari ringan hingga sedang. Penting untuk mengupayakan pencegahan guna mengurangi risiko cedera kepala ringan dan mengobati cedera dengan benar agar tak terjadi komplikasi yang serius.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Cedera Kepala Ringan

Cedera kepala ringan adalah cedera pada otak yang terjadi akibat trauma pada kepala, seperti benturan atau guncangan keras. Meskipun cedera kepala ini disebut ringan, jika tidak diobati dengan benar, bisa terjadi masalah serius di kemudian hari. Karena itu, diperlukan perawatan yang tepat dan serius demi menghindari komplikasi yang membahayakan.

Cedera kepala ringan terjadi ketika seseorang mengalami trauma pada kepala yang menyebabkan kerusakan pada jaringan otak, namun tidak terjadi kerusakan permanen pada struktur otak. Di Amerika Serikat, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 2,5 juta orang mengalami cedera kepala setiap tahun dan sekitar 75 di antaranya adalah kasus cedera kepala ringan. Cedera ini bisa terjadi pada siapa pun, tapi lebih umum pada pria daripada wanita. Selain itu, anak-anak dan remaja lebih banyak mengalaminya ketimbang orang dewasa.

 

Gejala

Gejala cedera kepala ringan bervariasi dari ringan hingga sedang. Gejala yang umum mencakup:

  • Sakit kepala, ini gejala paling sering terjadi
  • Pusing dan merasa lemas
  • Nyeri leher
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan keseimbangan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Masalah ingatan
  • Kebingungan
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan tidur
  • Sensitif terhadap cahaya

 

Penyebab

Cedera kepala bisa terjadi karena berbagai faktor. Bahkan aktivitas sehari-hari tak lepas dari risiko cedera kepala dari ringan, sedang, hingga berat. Berikut ini beberapa penyebab cedera kepala yang umum:

  • Kecelakaan di jalan, misalnya ketika tabrakan saat berkendara tanpa memakai alat pengaman seperti helm atau sabuk pengaman
  • Olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepak bola, bola basket, dan tinju
  • Pekerjaan tertentu yang memiliki risiko cedera kepala, misalnya pekerjaan konstruksi dan kelistrikan
  • Celaka saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti terjatuh dari tangga atau terpeleset di kamar mandi
  • Terlibat atau menjadi korban tindak kekerasan, seperti pembegalan
Baca Juga:  Jenis-Jenis Pengobatan Spondilosis

 

Cara Dokter Mendiagnosis Cedera Kepala Ringan

Terhadap individu yang mengalami gejala cedera kepala ringan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes diagnostik untuk menentukan tingkat keparahan cedera dan mengidentifikasi komplikasi yang mungkin terjadi. Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan mencari tanda-tanda cedera kepala dari kepala dan leher, seperti memar atau bengkak. Dokter juga akan mengecek tingkat kesadaran dan koordinasi gerakan pasien.

Selain itu, dokter perlu melakukan wawancara medis untuk menanyakan gejala yang muncul setelah cedera. Pertanyaan yang dilontarkan antara lain apakah mengalami pusing atau sakit kepala, apakah sulit berkonsentrasi, dan apakah ada gangguan penglihatan atau pendengaran.

Untuk menentukan tingkat kerusakan otak akibat cedera, dokter mungkin akan menjalankan tes neurologis yang meliputi tes refleks serta tes kekuatan otot, koordinasi, dan keseimbangan. Dalam beberapa kasus, pasien perlu menjalani tes pencitraan berupa computed tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI) guna menilai tingkat kerusakan otak dan memastikan tidak ada masalah yang serius.

 

Cara Mengatasi Cedera Kepala Ringan

Penanganan cedera kepala ringan dilakukan sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Umumnya gejala akan mereda dalam beberapa hari dengan penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa caranya:

  • Istirahat: ini cara yang paling penting untuk mengobati cedera kepala ringan. Pasien harus menghindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan mengistirahatkan otak selama beberapa hari.
  • Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan sakit kepala dan mengurangi peradangan
  • Terapi fisik untuk membantu memulihkan kekuatan dan koordinasi gerakan pasien serta mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan fleksibilitas
  • Terapi kognitif untuk mengatasi gangguan kognitif, seperti kesulitan berkonsentrasi, kebingungan, dan mudah lupa.

 

Komplikasi

Tingkat keparahan cedera kepala ringan memang rendah, tapi tetap ada kemungkinan komplikasi yang serius bila tak diobati dengan tepat. Komplikasi itu antara lain:

  • Masalah yang terkait dengan gangguan kognitif, seperti penurunan prestasi akademis dan karier
  • Gangguan mental, misalnya depresi, cemas berlebih, dan gangguan stres pasca-trauma
  • Epilepsi
  • Mudah mengalami kecelakaan atau cedera karena gangguan keseimbangan
  • Sindrom pasca-gegar otak, seperti sakit kepala kronis, depresi, dan gangguan tidur
Baca Juga:  Crush Injury: Gejala, Mencegah dan Mengobati

 

Pencegahan

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera kepala ringan meliputi:

  • Menggunakan helm ketika mengendarai sepeda atau sepeda motor
  • Menggunakan sabuk pengaman sebagai pengendara ataupun penumpang mobil
  • Mencegah jatuh dengan mengenakan alas kaki yang sesuai, memperhatikan jalan, menghindari lantai yang licin, serta berhati-hati ketika melakukan kegiatan yang berisiko tinggi
  • Memakai peralatan pengaman yang benar dan berkualitas baik saat melakukan olahraga yang berisiko mengakibatkan cedera kepala
  • Menghindari konsumsi alkohol dan obat terlarang yang membuat seseorang rentan mengalami cedera karena terlibat kecelakaan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala cedera kepala ringan, segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang tepat. Diagnosis dan penanganan sejak dini penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

 

Reviewer

dr. Edih Suyanto, Sp.B

Dokter Spesialis Bedah

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • Mild Traumatic Brain Injury. https://www.biausa.org/brain-injury/about-brain-injury/concussion. Diakses 23 April 2023
  • Traumatic Brain Injury & Concussion. https://www.cdc.gov/traumaticbraininjury/index.html. Diakses 23 April 2023
  • Mild traumatic brain injury (MTBI). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/traumatic-brain-injury/symptoms-causes/syc-20378557. Diakses 23 April 2023
  • Traumatic Brain Injury (TBI). https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/traumatic-brain-injury-tbi. Diakses 23 April 2023
  • Classification and management of mild head trauma. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3068877/. Diakses 23 April 2023
  • Mild closed head injury and headache. https://americanmigrainefoundation.org/resource-library/mild-closed-head-injury-headache/. Diakses 23 April 2023
  • Minor head injury. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/injuries/head-and-neck-injuries/minor-head-injury. Diakses 23 April 2023
  • Concussion/Mild TBI. https://www.biausa.org/brain-injury/about-brain-injury/concussion-mtbi. Diakses 23 April 2023
  • Facts About Concussion and Brain Injury. https://www.cdc.gov/headsup/basics/concussion_whatis.html. Diakses 23 April 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.