• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Cedera Leher Saat Gym? Begini Cara Penanganannya yang Benar

cedera leher saat gym

Meski dengan prosedur yang benar, masih ada kemungkinan seseorang mengalami cedera leher saat gym. Selain berfokus membentuk otot, saat gym juga perlu memperhatikan beberapa hal termasuk tidak memaksakan diri untuk angkat beban di luar batas kemampuan. 

Bagi para pemula, penting untuk mendapatkan bimbingan dari profesional agar agar terhindar dari berbagai kemungkinan buruk. Gym perlu dimulai dari dasar terlebih dahulu sesuai anjuran coach.

buat jani dokter primaya

Sekilas Mengenai Cedera Leher

cedera leher saat gym

Cedera leher atau whiplash injury merupakan gangguan kesehatan yang muncul akibat pergerakan cepat, tiba-tiba, dan kuat baik berasal dari depan, samping, maupun belakang area kepala.

Pada sebagian besar kasus, cedera ini muncul karena kecelakaan kendaraan, namun tidak menutup kemungkinan muncul juga pada kasus kecelakaan olahraga, orang yang mendapat tindak kekerasan, dan jatuh dari ketinggian. 

Tingkat penyembuhannya bisa saja cepat atau lambat tergantung dari kondisi pendirtanya sendiri serta keparahan cederanya. Kabar baiknya, ada sebagian besar orang yang mengalami cedera leher bisa sembuh dalam waktu singkat setelah menjalankan pengobatan dan pemulihan secara intensif. 

Namun, tidak sedikit juga yang perlu melakukan berbagai tindakan medis untuk menyembuhkannya karena cedera yang mereka alami cukup fatal.

Gejala-Gejala Cedera Leher saat Gym 

gejala cedera leher saat gym

Meski tidak tampak di pandangan, tetapi sebenarnya cedera leher mudah penderitanya ketahui. Setelah mengalami insiden saat gym, gejala-gejala akan muncul dalam kurun waktu 24 jam dan bertahan hingga berhari-hari sampai berminggu-minggu bahkan lebih.  

Parah atau tidaknya cedera sangat berpengaruh pada gejala yang muncul. Secara umum, seseorang akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Rasa kelelahan yang muncul dalam jangka waktu lama
  • Timbulnya nyeri pada leher
  • Tiba-tiba leher terasa kaku sehingga sulit menengok atau mengangguk
  • Kepala bagian bawah tengkorak terasa sakit
  • Bagu, punggung, dan lengan terasa nyeri
  • Pusing, berkunang-kunang
  • Penglihatan memburam 

Ada beberapa gejala lain yang sebenarnya jarang terjadi namun tetap ada kemungkinan muncul pada penderitanya, yaitu:

  • Sulit mendengar dengan jelas karena telinga terus berdenging
  • Tidur menjadi tidak nyenyak 
  • Daya ingat dan konsentrasi menurun drastis
  • Menjadi mudah marah 
  • Penderita bisa sampai mengalami depresi
  • Timbulnya nyeri yang amat sangat di bagian leher 

Pada sebagian pasien, gejala-gejalanya muncul setelah beberapa hari mengalami insiden gym. Untuk mencegah hal-hal yang tidak Anda harapkan, sebaiknya waspadai perubahan fisik di area leher serta tanda-tandanya. 

Ada kalanya kesemutan dan mati rasa pada bahu, lengan, dan sepanjang tangan akan muncul pasca insiden. Apabila sudah merasakannya, segera hubungi ahli medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Cedera Kepala Ringan: Memahami Risiko & Tindakan Pertolongan

Penyebab Cedera Leher

cedera leher saat gym

Pergerakan tiba-tiba atau dalam intensitas cepat merupakan faktor utama mengapa seseorang bisa mengalami cedera leher. Pada kasus cedera leher setelah gym, umumnya akan muncul ketika seseorang mengalami suatu insiden.  

Mengangkat beban terlalu berat, terpukul dengan kencang, atau tertimpa benda berat merupakan faktor penyebab yang meningkatkan orang mengalami cedera leher. 

Namun pada sebagian penderita, gejalanya tidak langsung muncul setelah insiden. Biasanya hal ini membuat dokter sulit mendiagnosa. Untuk itu, pastikan selalu berhati-hati selama menjalankan kegiatan gym. Jangan lupa periksakan ke dokter setelah mengalami suatu insiden. 

Cara Dokter Mendiagnosa 

cedera leher saat gym

Untuk mendiagnosa pasiennya, dokter akan menanyakan terlebih dahulu insiden sebelumnya, kemudian berlanjut pada gejala-gejala yang mereka rasakan. Supaya dokter bisa mendiagnosa dengan tepat, maka akan dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:

  • X-ray: Merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan energi elektromagnetik untuk memperoleh gambar bagian jaringan internal, tulang, dan organ dalam.
  • Magnetic resonance imaging (MRI): Cedera organ dalam, dokter juga sering menjalankan prosedur MRI. Tujuannya untuk melihat struktur jaringan lunak dalam tubuh.
  • Pemindaian Computer tomography (CT scan): pemeriksaan menggunakan gabungan dari X-ray dan teknologi komputer dalam menghasilkan gambar dari dalam tubuh.

Cara Mengatasi Cedera Leher Saat Gym 

cedera leher saat gym

Mengatasi cedera leher tidak boleh Anda lakukan secara sembarangan. Takutnya malah akan timbul masalah kesehatan kronis. Untuk penanganan pertama, coba lakukan hal-hal berikut:

1. Mengompres Leher dengan Air Hangat atau Es

Pada cedera leher, Anda dapat memilih ingin mengompres menggunakan air hangat atau es. Hanya saja sebelum itu ketahui tata cara yang paling tepat. 

Jika ingin mengompres menggunakan es, sebaiknya untuk memasukkan es pada cool pack atau handuk. Hindari menyentuhkan es langsung ke leher yang cedera supaya tidka sampai menyebabkan cedera kulit. 

Sedangkan untuk penerapan air hangat, usahakan juga menggunakan handuk. Caranya yaitu dengan mencelupkan terlebih dahulu handuk tersebut ke air hangat kemudian tinggal tempelkan ke bagian leher yang sakit. 

Lakukan tindakan ini selama kurang lebih 20-30 menit dan lakukan  3-4 hari sekali dalam kurun waktu 2-3 hari kedepan.

2. Istirahat Cukup 

Apabila mengalami insiden di tempat gym, usahakan langsung istirahat dengan nyaman. Jangan memaksakan diri untuk terus melakukan gym pada step selanjutnya. Tunggu hingga kondisi benar-benar pulih, baru lakukan kegiatan gym kembali secara rutin. 

Baca Juga:  Crush Injury: Gejala, Mencegah dan Mengobati

3. Mengkonsumsi Obat Pereda Rasa Sakit

Bagi yang ingin mengkonsumsi obat pereda nyeri, kami sarankan untuk memeriksakan kondisi terlebih dahulu ke dokter. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui secara jelas tingkat keparahan cedera dan apa obat paling tepat. 

Biasanya, dokter akan memberikan beberapa jenis obat pereda nyeri, seperti Tylenol, paracetamol, ibuprofen, atau aspirin.

Khusus yang tidak ingin menjalankan perawatan medis, termasuk mengkonsumsi obat-obatan kimia, coba langkah-langkah penyembuhan berikut:

  • Pijat untuk meringankan beberapa ketegangan pada otot leher
  • Akupunktur
  • Chiropractic
  • Stimulasi saraf elektrik yaitu sebuah penanganan yang memanfaatkan arus listrik lembut ini untuk membantu mengurangi nyeri leher berlebih
  • Ultrasound

Komplikasi yang Mungkin Saja Muncul 

komplikasi cedera leher

Penanganan dengan tepat dan sesegera mungkin setelah merasakan gejala ringan dapat mencegah terjadinya komplikasi. Agar lebih waspada, sebaiknya perhatikan gejala berikut:

  • Rasa sakit yang menjalar hingga ke lengan.
  • Pergerakan leher menjadi semakin terbatas dari sebelumnya
  • Sakit leher yang terasa semakin parah

Orang-orang lebih rentan mengalami komplikasi karena beberapa faktor pendukung, misalnya saja:

  • Memasuki usia lanjut 
  • Sebelumnya sudah pernah mengalami cedera leher 
  • Sedang mengalami sakit pinggang atau sakit leher

Kapan Harus ke Dokter?

dokter

Leher menjadi anggota tubuh yang menopang kepala dengan peranan cukup penting. Saat terjadi cedera, tentu akan sangat mengganggu berbagai aktivitas. Oleh karenanya setelah mengalami hal-hal berikut, sebaiknya segera periksa ke dokter. 

  • Leher terasa sakit dan cenderung kaku saat menoleh
  • Kesulitan untuk mengangguk atau menengadah 
  • Ada rasa sakit ketika leher menggeleng

Cepat atau tidaknya masa pemulihan sangat bergantung pada tingkat keparahan cedera leher yang Anda alami. Selama masa penyembuhan, usahakan istirahat total, hindari melakukan gym terlebih dahulu sampai leher benar-benar membaik. 

Olahraga merupakan kegiatan menyehatkan dan terbilang menyenangkan. Hanya saja, Anda perlu berhati-hati supaya tidak sampai mengalami cedera leher saat gym baik ringan maupun sedang, sebab sama-sama terasa menyakitkan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Narasumber

dr. Evan, M.Kes, Sp.OT (K), FICS, AIFO-K

Dokter Spesialis Ortopedi

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • Neck pain – Symptoms and causes – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/neck-pain/symptoms-causes/syc-20375581. Dikutip pada 24 Juni 2023. 
  • Neck Pain: 6 Common Causes and Treatments. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21179-neck-pain. Dikutip pada 24 Juni 2023. 
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.