• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Cystitis: Infeksi Saluran Kemih dan Pengobatannya

Cystitis Infeksi Saluran Kemih dan Pengobatannya

Jika Anda merasa lebih sering ingin buang air kecil atau merasakan sakit saat berkemih, bisa jadi Anda terkena cystitis. Cystitis bisa terjadi pada siapa pun baik wanita maupun pria. Infeksi yang menyebabkan peradangan pada kandung kemih ini bisa menyebar ke ginjal dan memicu infeksi ginjal yang lebih serius. Dengan pengobatan yang tepat, dampak buruk peradangan ini bisa dicegah.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Cystitis

Cystitis adalah peradangan pada kandung kemih yang umumnya diakibatkan oleh infeksi bakteri. Infeksi bisa terjadi jika ada bakteri dari saluran kemih yang masuk ke kandung kemih dan berkembang biak di sana. Meski sama-sama bisa terkena, wanita lebih rentan terkena cystitis dibanding pria karena uretra (saluran kemih dari kandung kemih ke luar tubuh) wanita lebih pendek. Selain itu, lokasinya berada lebih dekat dengan anus sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.

Cystitis juga bisa terjadi karena faktor non-infeksi alias tak ada peran bakteri dalam terjadinya masalah kesehatan ini. Biasanya peradangan kandung kemih non-infeksi terjadi karena iritasi pada dinding kandung kemih atau akibat reaksi autoimun.

Gejala cystitis infeksi dan non-infeksi serupa dan sama-sama perlu diwaspadai, terutama jika gejala ini dijumpai pada anak-anak. Makin cepat cystitis ditangani, makin cepat pemulihan dari kondisi ini.

 

Gejala

Gejala cystitis pada umumnya adalah rasa sakit, perih, sensasi terbakar, atau tersengat saat buang air kecil dan lebih kerap merasa ingin buang air kecil daripada biasanya. Gejala lain yang mungkin terjadi termasuk:

  • Merasa tidak bisa tuntas buang air kecil
  • Warna urine gelap, keruh, dan berbau tidak sedap
  • Merasa tidak enak badan
  • Darah dalam urine
  • Demam, biasanya ketika terjadi infeksi yang parah
  • Nyeri dan kram di daerah perut atau punggung bagian bawah

 

Penyebab

Ada dua macam penyebab cystitis, yakni infeksi dan non-infeksi. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi kandung kemih adalah Escherichia coli yang biasanya ditemukan di usus dan bisa masuk ke kandung kemih melalui uretra. Faktor yang meningkatkan risiko cystitis akibat infeksi antara lain:

  • Tidak mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil
  • Menggunakan alat kontrasepsi diafragma
  • Menyeka dari belakang ke depan setelah buang air (sebaiknya menyeka dari depan ke belakang)
Baca Juga:  Biopsi Prostat untuk Mengetahui Keberadaan Kanker Prostat

Selain itu, kelainan atau gangguan kesehatan pada saluran kemih dan sistem imun yang lemah bisa meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri yang memicu cystitis.

Sedangkan cystitis non-infeksi terjadi karena iritasi pada kandung kemih. Iritasi ini bisa disebabkan oleh faktor seperti:

  • Kandungan zat kimia dan parfum dalam sabun
  • Radioterapi pada panggul
  • Gesekan dari hubungan seksual
  • Diabetes
  • Perubahan hormon saat hamil atau menopause

 

Cara Dokter Mendiagnosis Cystitis

Dokter umumnya mendiagnosis cystitis dengan mengevaluasi gejala pasien. Selain itu, dokter mungkin perlu menjalankan tes untuk memastikan diagnosis. Tes itu antara lain:

  • Pemeriksaan sampel urine di laboratorium untuk mengecek keberadaan bakteri
  • Kultur urine untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi
  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat kandung kemih dengan lebih jelas dan mengidentifikasi masalah yang mungkin mempengaruhi aliran urine
  • Sistokopi, yakni pemeriksaan kandung kemih dengan alat yang disebut sistokop

 

Cara Mengatasi Cystitis

Untuk kasus cystitis yang ringan, penanganan bisa dilakukan secara mandiri di rumah dan dapat sembuh dalam beberapa hari. Sedangkan untuk kasus yang serius dan disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi selama beberapa hari.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat anti-inflamasi nonsteroid guna meredakan nyeri dan merekomendasikan perawatan diri untuk mencegah gejala memburuk. Misalnya menghindari produk perawatan yang mengandung zat kimia tertentu, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, serta mengompres area perut atau panggul dengan air hangat dan banyak minum air putih.

 

Komplikasi

Komplikasi yang membahayakan dari cystitis adalah infeksi ginjal yang bermula dari infeksi pada kandung kemih. Infeksi ginjal memerlukan perawatan medis yang intensif. Komplikasi lainnya yang perlu perhatian termasuk:

  • Kista kandung kemih
  • Hambatan aliran urine yang bisa memicu kerusakan ginjal
  • Hematuria atau keluarnya darah bersama urine
  • Gangguan kesehatan mental dan emosional, misalnya depresi
Baca Juga:  Primaya Hospital Lakukan TEVAR Pada Aorta Jantung

 

Pencegahan

Cara pencegahan cystitis yang efektif menurut penelitian adalah memastikan minum air putih yang cukup setiap hari. Direkomendasikan setiap orang mengonsumsi 8 gelas air putih setiap hari. Cara lainnya adalah:

  • Tidak menahan buang air kecil
  • Menyeka dari depan ke belakang setelah buang air
  • Mandi dengan pancuran daripada berendam
  • Bersihkan area genital dengan lembut dan perlahan dari arah depan ke belakang, hindari penggunaan sabun berbahan keras
  • Buang air kecil serta membersihkan dan membilas area genitalia sebelum dan setelah berhubungan seksual
  • Hindari penggunaan produk perawatan pada area genital yang bisa menyebabkan iritasi
  • Mengenakan pakaian dalam yang tidak ketat dan tidak lembab.
  • Konsumsi banyak air putih untuk mencegah perkembangbiakan bakteri dalam kandung kemih.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami gejala cystitis, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Meski cystitis bisa sembuh sendiri, lebih baik mengikuti rekomendasi dokter agar lebih aman dan pemulihan bisa berlangsung lebih cepat.

 

Reviewer

dr. Adhitya Fajar Prasetya, Med.Klin, SpU

Dokter Spesialis Urologi

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

  • Cystitis in Women. https://patient.info/womens-health/lower-urinary-tract-symptoms-in-women-luts/cystitis-in-women. Diakses 8 Mei 2023
  • Acute cystitis. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/298. Diakses 8 Mei 2023
  • Drinking More Water for Prevention of Recurrent Cystitis. https://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/article-abstract/2705077. Diakses 8 Mei 2023
  • Cystitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystitis/symptoms-causes/syc-20371306. Diakses 8 Mei 2023
  • Cystitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482435/. Diakses 8 Mei 2023
  • Urinary Tract Infection (UTI) and Cystitis (Bladder Infection) in Females. https://emedicine.medscape.com/article/233101-overview. Diakses 8 Mei 2023
  • Acute uncomplicated cystitis: is antibiotic unavoidable?. https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1756287218783644. Diakses 8 Mei 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.