• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Herpangina: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Herpangina

Herpangina adalah penyakit yang mudah menyebar di kalangan anak-anak akibat infeksi virus coxsackie atau jenis enterovirus lain. Herpangina bisa menyebar melalui kontak dengan cairan dari lepuhan di dalam mulut atau droplet alias percikan dari mulut atau hidung ketika seseorang batuk atau bersin. Penularannya mudah terjadi di tempat-tempat yang dipenuhi anak, seperti sekolah, taman bermain, atau tempat penitipan anak.

Umumnya herpangina bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga satu-dua minggu dengan cukup beristirahat dan memastikan tidak kekurangan cairan di rumah. Meski begitu, pada beberapa anak, penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang berat dan ada risiko komplikasi sehingga memerlukan perawatan medis.

buat jani dokter primaya

Gejala Herpangina

Biasanya gejala herpangina muncul dalam 3-5 hari setelah terkena infeksi. Gejala yang umum meliputi:

  • Demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat Celsius
  • Sakit atau ketidaknyamanan pada tenggorokan
  • Muncul lepuhan di rongga mulut atau sariawan
  • Keluar banyak air liur
  • Sulit menelan
  • Muntah
  • Diare
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rewel

Penyebab

Infeksi virus, terutama kelompok virus coxsackie, khususnya tipe A, adalah penyebab utama herpangina. Virus ini tergolong dalam keluarga enterovirus. Terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko penyebaran herpangina, antara lain kondisi lingkungan yang mendukung. Herpangina lebih kerap terjadi pada musim panas dan tempat berkumpulnya anak-anak, terutama sekolah.

Penularannya umumnya terjadi melalui kontak dengan cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi. Misalnya:

  • Berbagi barang pribadi dengan orang yang sedang sakit herpangina, misalnya alat makan dan minum
  • Menghirup udara yang terkontaminasi cairan dari bersin atau batuk individu yang terinfeksi
  • Menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang terkontaminasi cairan orang yang terinfeksi, misalnya setelah menyentuh benda
Baca Juga:  Waspadai Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Cara Mengatasi

Penanganan herpangina secara umum bersifat suportif dan tak selalu memerlukan perawatan di rumah sakit. Artinya, fokus penanganan adalah berupaya meredakan gejala dan memberikan dukungan pemulihan. Contohnya antara lain:

  • Istirahat yang cukup
  • Memastikan kebutuhan cairan terpenuhi
  • Pemberian obat penghilang nyeri dan penurun demam
  • Menghindari makanan dan minuman yang bisa menambah iritasi pada lepuhan di mulut, misalnya makanan yang pedas atau asam
  • Menggunakan kompres dingin pada lepuhan untuk meredakan pembengkakan dan mengurangi ketidaknyamanan

Komplikasi

Sebagian besar kasus herpangina tak berujung pada komplikasi karena bersifat ringan. Tapi individu yang memiliki masalah kekebalan tubuh atau sistem imun lemah rentan mengalami komplikasi seperti:

  • Dehidrasi
  • Infeksi sekunder dari lepuhan di dalam mulut
  • Kekurangan nutrisi karena anak-anak kesulitan makan
  • Masalah pernapasan ketika lepuhan menyebar hingga ke saluran pernapasan

Pencegahan

Herpangina bisa dicegah dengan mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat. Caranya antara lain:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan sesudah ada kontak dengan orang yang sakit
  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit dengan gejala infeksi herpangina
  • Tidak berbagi barang pribadi seperti gelas, sendok, atau sikat gigi yang bisa menjadi sarana penyebaran virus
  • Menjaga kebersihan permukaan benda yang kerap disentuh, seperti mainan anak-anak
  • Meningkatkan kekebalan Tubuh dengan rajin berolahraga, pola makan seimbang, dan istirahat yang cukup
Baca Juga:  Cara Mengatasi Sariawan di Tenggorokan

Kapan Harus ke Dokter?

Walau secara umum ringan, herpangina bisa membahayakan terutama bagi anak baru lahir dan individu yang memiliki masalah daya tahan tubuh. Jika mengalami gejala herpangina yang sangat parah, seperti kesulitan bernapas atau ada tanda-tanda dehidrasi, segeralah datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan. Dokter bisa memberikan saran dan tindakan medis lebih lanjut sembari memantau perkembangan kondisi pasien hingga pulih.

Narasumber:

dr. Tiara Alfitriana

Dokter Umum

Primaya Hospital Sukabumi

 

Referensi:

Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.