• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Lansia Berpuasa, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

lansia1

lansia1

Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam. Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit, hamil, atau bepergian. Selain merupakan rukun islam yang ketiga, puasa di bulan Ramadhan juga memiliki manfaat kesehatan, namun bagaimana dengan lansia, apakah boleh untuk lansia berpuasa?

buat jani dokter primaya

Lansia (usia >60 tahun) umumnya memiliki kondisi kesehatan yang sangat beragam. Kondisi fisik seorang lansia secara umum berbeda dengan seorang dewasa muda. Oleh karena itu, manula harus menimbang-nimbang beberapa risiko, di antaranya penurunan keseimbangan tubuh. Berikut ulasannya untuk anda terutama para lansia sehingga dapat mengatasi masalah yang mungkin muncul saat berpuasa.

Orang dewasa lanjut usia yang sehat dapat berpuasa, tetapi apabila lansia tersebut memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit diabetes, gangguan ginjal, atau gangguan jantung, mungkin memiliki beberapa risiko saat berpuasa.

Lansia dengan diabetes dan gangguan kardiovaskuler berpuasa

Melalui studi berjudul “Ramadan Fasting Effects on Metabolic Parameters in Elderly Person with Cardiovascular Risk Factors” (2012) (PDF), Baccouche, dkk. menyimpulkan bahwa puasa berdampak positif bagi pasien kardiovaskular berusia lanjut saat periode awal puasa. Namun, sayangnya, setelah masa puasa, ada risiko penurunan fungsi ginjal akibat kenaikan kadar glukosa dalam darah yang simultan pada pasien diabetes.

Lansia penderita diabetes dengan masalah kadar gula dalam darah memiliki resiko saat berpuasa. Termasuk juga, risiko dehidrasi dan kelemahan otot saat berpuasa dapat meningkatkan risiko jatuh pada orang lanjut usia.

lansia3

Penderita diabetes lanjut usia perlu memperhatikan perubahan kadar air dan gula darah saat berpuasa. Konsultasikan dengan dokter sebelum lansia dengan diabetes berpuasa, sesuaikan dosis obat dan monitoring mandiri kadar gula darah dengan glukometer.

Baca Juga:  Waspada Bahaya Muntaber, Leptospirosis, Demam Dengue, Infeksi Saluran Pernapasan, dan Eczema Kulit Saat Musim Hujan dan Banjir

Lansia dengan diabetes juga sebaiknya menunda waktu sahur dan memilih karbohidrat kompleks sebagai menu sahur dan berbuka, mengonsumsi lebih banyak sayuran, dan menghindari makanan atau minuman yang tinggi kadar gula dan kalori.

Hipotensi Postural Akibat Dehidrasi

lansia3

Orang lanjut usia mungkin rentan terhadap dehidrasi selama Ramadhan, terutama jika mereka mengalami “hipotensi postural” akibat obat tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala pusing sampai dengan penurunan kesadaran saat berdiri.

Untuk menghindari hal ini ini, cobalah untuk bangun dari berbaring ke berdiri secara bertahap dan rehidrasi cukup saat sahur dan berbuka puasa.

Perhatikan Jadwal Tidur

lansia5(

Orang yang beribadah puasa termasuk lansia mungkin akan mengalami perubahan jadwal tidur selama bulan Ramadhan. Aktivitas lansia di malam hari seperti shalat tarawih dan tahajud, makan sahur, dan lebih sering menggunakan toilet saat malam hari dapat meningkatkan risiko terjatuh di malam hari.

Untuk keamanan dalam penggunaan toilet, anda dapat memastikan pencahayaan yang cukup, memasang pegangan di toilet, serta menempatkan alat bantu jalan dan kacamata dekat dengan tempat tidur.

Kebutuhan gizi lansia saat berpuasa

lansia6

Bagi orang berpuasa termasuk lansia, menjaga nutrisi saat berbuka dan sahur sangat penting. Berikut beberapa saran untuk menjaga kesehatan lansia saat berpuasa.

  • Perbanyak minum air antara buka puasa dan sahur agar tubuh tetap prima dan terhindar dari dehidrasi saat puasa.
  • Berbuka puasa dengan air dan kurma sebagai sumber energi cepat dan rehidrasi.
  • Batasi gorengan, lemak jenuh dan tinggi gula yang sering dijumpai pada takjil atau makanan penutup untuk menjaga kondisi gula darah.
  • Asupan gula yang disarankan untuk lansia berpuasa adalah asupan gula dari sumber buah-buahan seperti semangka.
  • Hindari minuman mengandung kafein (kopi), teh dan minuman bersoda.
  • Hindari kebiasaan meninggalkan makan sahur, pilih menu makanan karbohidrat kompleks, rotein tanpa lemak, buah, dan sayuran.
  • Batasi gorengan, lemak jenuh dan tinggi gula yang sering dijumpai pada takjil atau makanan penutup untuk menjaga kondisi gula darah.
Baca Juga:  Hepatitis Fulminan: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Selain mengontrol asupan makanan, WHO juga meminta Anda untuk menghindari tempat bersuhu tinggi karena akan membuat anda berkeringat lebih banyak.

Secara umum, lansia dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang cukup dan memantau kondisi kesehatan mereka. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menyesuaikan pengobatan.

Narasumber:

dr. Nova Setyaningsih, MKK

Dokter Umum

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • Info sehat FKUI untuk anda : Lansia Ikut Puasa? Ada Hal-Hal yang Harus Diperhatikan
  • https://fk.ui.ac.id/infosehat/lansia-ikut-puasa-ada-hal-hal-yang-harus-diperhatikan/
  • Fasting during Ramadan: What an older person needs to know, https://www.rafflesmedicalgroup.com/health-resources/health-articles/fasting-during-ramadan-what-an-older-person-needs-to-know/
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.