• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Diare Disertai Darah dan Lendir? Waspadai Gejala Shigellosis!

Shigellosis

Banyak sekali jenis penyakit yang menyerang pencernaan manusia. Salah satunya yaitu Shigellosis yang merupakan penyakit pada saluran pencernaan akibat kelompok bakteri bernama Shigella.

Gejala yang tampak yakni berupa diare yang kadang disertai darah dan lendir. Namun kadang kala penderita infeksi Shigella sama sekali tidak menampakkan gejala apa pun. Untuk mengetahui apakah ini termasuk penyakit berbahaya atau tidak, yuk simak rinciannya berikut.

buat jani dokter primaya

Pengertian Shigellosis

Shigellosis

Shigellosis adalah penyakit yang menyerang usus atau saluran pencernaan akibat dari kelompok bakteri Shigella. Pasien yang terinfeksi penyakit ini akan merasakan kram perut, demam, hingga diare yang kadang kala disertai darah maupun lendir.

Umumnya, gejala akan muncul 1 – 3 hari setelah terinfeksi bakteri Shigella dan berlangsung selama 5 – 7 hari. Walaupun tanpa perawatan khusus, penyakit ini dapat sembuh sendiri. Namun, dengan perawatan yang tepat maka gejala yang timbul dapat berkurang dan lebih cepat sembuh.

Penyakit ini ditularkan oleh pasien terinfeksi melalui berbagai hal. Mulai dari minuman dan makanan bekas penderita, toilet, kolam renang, feses, sentuhan, ataupun air ludah. Bila salah satu anggota keluarga terinfeksi, maka anggota keluarga yang lain berisiko tinggi untuk ikut terinfeksi juga.

Risiko tinggi lebih mengarah kepada anak-anak berusia 2-4 tahun atau balita. Namun, orang dewasa dengan imun yang lemah juga berpotensi untuk terkena infeksi bakteri satu ini.

Penyakit Shigellosis
Gejala Utama Sakit perut, kram perut, diare yang kadang disertai darah atau lendir
Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi
Penyebab Infeksi oleh kelompok bakteri Shigella
Diagnosis Cek fisik, wawancara medis, cek sampel feses
Faktor Risiko Usia 2-4 tahun, tinggal di areal yang kurang bersih, tinggal dengan penderita terinfeksi
Pengobatan Pemberian antibiotik, pemberian asupan cairan pengganti
Pencegahan Rajin cuci tangan, desinfeksi menyeluruh, hindari kontak dengan pasien
Komplikasi Post infection arthritis

Faktor Risiko

Seseorang berpotensi terkena Shigellosis apabila memiliki beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Anak-anak usia 2-4 tahun
  • Tinggal di tempat dengan sanitasi buruk
  • Penggunaan fasilitas publik (toilet, kolam renang, tempat bermain anak)
  • Kontak dengan penderita infeksi
Baca Juga:  Jika Covid-19 Jadi Penyakit Musiman, Bagaimana Menghadapinya?

Penyebab

Shigellosis

Apabila seseorang menelan bakteri Shigella, maka ia berpotensi terkena penyakit ini. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat:

  • Makan atau menyentuh mulut dengan tangan yang kotor
  • Minum air yang mengandung bakteri Shigella
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi

Gejala Shigellosis

Dalam kebanyakan kasus, Shigellosis akan memunculkan gejala setelah 1-2 hari terinfeksi bakteri. Walau demikian, terkadang bakteri Shigella butuh waktu 5-7 hari untuk berkembang di dalam usus penderita. Gejalanya sendiri meliputi:

  • Diare yang disertai darah atau lendir
  • Demam
  • Nyeri perut
  • Kram perut

Diagnosis

Dalam mendiagnosa penyakit ini, maka dokter akan menggunakan beberapa metode. Di antaranya yaitu wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan cek sampel feses.

Nah, sampel feses tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah terdapat bakteri Shigella atau tidak. Bila ternyata ada bakteri tersebut di dalamnya, maka dokter akan memberikan perawatan sesuai infeksi Shigellosis.

Pencegahan

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang secara khusus untuk Shigellosis. Walau demikian, WHO (World Health Organization) sedang mengupayakan untuk pembuatan vaksin. Sebelum itu, ada beberapa metode pencegahn yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari infeksi bakteri Shigella seperti berikut ini:

  • Rajin-rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Desinfeksi tempat mengganti popok bayi
  • Buang popok kotor di tempat yang jauh dari rumah
  • Hindari bersentuhan dengan penderita
  • Jangan menelan air kolam renang saat berenang
Baca Juga:  Pemeriksaan Kadar Ureum, Deteksi Dini Gangguan Fungsi Ginjal 

Pengobatan

Bila mengalami gejala diare parah, maka langkah pertama yang harus dilakukan yakni minum air yang banyak, terutama cairan elektrolit.

Dokter juga kerap memberikan antibiotik apabila infeksinya cukup parah. Antibiotik akan mematikan bakteri yang ada pada saluran pencernaan sehingga gejala akan membaik. Beberapa antibiotik yang kerap dokter berikan yakni:

  • Ciprofloxacin
  • Azithromycin
  • Sulfamethoxazole/trimethoprim

Komplikasi

Berdasarkan informasi dari laman CDC, bahwa sekitar 2% penderita Shigellosis mengalami kondisi kesehatan bernama post infection arthritis. Yaitu sebuah kondisi kronis yang dapat bertahan hingga bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Gejala yang tampak yakni:

  • Sakit pada persendian
  • Iritasi mata
  • Sakit saat buang air kecil

Komplikasi lain yang mungkin terjadi yakni infeksi darah, kejang (khusus anak-anak), dan sindrom hemolytic uremic. Namun, kejadian tersebut sangat jarang terjadi.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda dapat memeriksakan ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi apabila mengalami gejala shigellosis seperti yang kami sebutkan di atas.

Jangan lupa lakukan isolasi dan hindari kerumunan publik apabila Anda terinfeksi penyakit ini. Dengan begitu, penyakit tidak menular ke orang lain.

Narasumber:

dr. Rosella Elnita

Dokter Umum

Primaya Hospital Betang Pambelum

Referensi:

  • Shigella. https://www.cdc.gov/shigella/index.html. Diakses pada 28 November 2023.
  • Shigella. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482337/. Diakses pada 28 November 2023.
  • Shigella. https://www.cdc.gov/shigella/infection-sources.html. Diakses pada 28 November 2023.
  • Haemolytic uraemic syndrome. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/470. Diakses pada 28 November 2023.
  • Guidelines for the treatment of dysentery (shigellosis). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6021764/. Diakses pada 28 November 2023.
  • Dysentery. http://www.emro.who.int/health-topics/dysentery/index.html. Diakses pada 28 November 2023.
  • Fluid management. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK63837/. Diakses pada 28 November 2023.
  • Dysentery. https://www.nhs.uk/conditions/dysentery/. Diakses pada 28 November 2023.
  • Dysentery (shigellosis). https://www.who.int/selection_medicines/committees/expert/21/applications/s6_paed_antibiotics_appendix5_dysentery.pdf?ua=1. Diakses pada 28 November 2023.
  • Global WASH health burden. https://www.cdc.gov/healthywater/global/healthburden.html. Diakses pada 28 November 2023.
  • Haemolytic uraemic syndrome. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/470b. Diakses pada 28 November 2023.
  • Entamoeba histolytica infection. https://www.cdc.gov/parasites/amebiasis/general-info.html. Diakses pada 28 November 2023.
  • Reactive arthritis. https://rarediseases.org/rare-diseases/reactive-arthritis/. Diakses pada 28 November 2023.
  • Pseudomembranous colitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470319/. Diakses pada 28 November 2023.
  • Symptoms & causes of diarrhea. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/symptoms-causes. Diakses pada 28 November 2023.
  • Travelers’ diarrhea. https://wwwnc.cdc.gov/travel/page/travelers-diarrhea. Diakses pada 28 November 2023.
Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.