• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Fakta Penting yang Perlu Anda Tahu Seputar Penyakit Lyme

Tak hanya dapat menginfeksi hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kuda saja, penyakit lyme juga dapat menginfeksi manusia. Penyakit ini ditularkan melalui perantara kutu atau caplak yang telah terinfeksi bakteri jenis Borrelia.

Penyakit ini dapat menyerang semua usia dan lebih rentan menyerang mereka yang sehari-harinya menetap di daerah hutan lebat atau daerah berumput. Akan tetapi, penyakit ini tidak dapat menular dari satu orang ke orang lain tanpa perantara kutu, kecuali bagi ibu hamil yang menularkan pada janinnya.

buat jani dokter primaya

Pengertian

Penyakit lyme

Penyakit lyme adalah suatu infeksi bakteri yang ditularkan oleh vektor berupa kutu atau caplak. Penamaan lyme sendiri mengacu pada “Old Lyme”  yaitu sebuah kota yang ada di Connecticut (salah satu negara bagian di US, Amerika Serikat).

Tempat tersebut awalnya menjadi tempat pertama di mana kasus lyme ditemukan. Namun, kini lyme sudah menyebar dan tersedia di hampir seluruh penjuru benua di dunia. Hal ini karena vektor pembawanya berupa caplak juga dapat menginfeksi hewan mulai dari hewan liar, hewan peliharaan, hingga burung sehingga cepat menyebar ke berbagai wilayah.

Borrelia burgdorferi merupakan penyebab umum dari penyakit ini. Akan tetapi, beberapa varian bakteri lain seperti Borrelia afzelii, Borrelia mayonii, dan juga Borellia garinii juga kadang ikut menyebabkan lyme.

Walaupun jenis bakteri ini tersebar di semua benua, namun risiko terjangkit lyme lebih tinggi bagi mereka yang tinggal di areal hutan lebat atau tempat berumput. Hal ini karena kutu-kutuan lebih menyukai beberapa tempat tersebut.

Penyakit Lyme
Gejala Utama Ruam bulls’s eye pattern, demam, nyeri kepala, badan menggigil, nyeri sendi
Dokter Spesialis Dokter umum, dokter spesialis reumatologi, spesialis penyakit dalam
Penyebab Utama Infeksi bakteri jenis Borrelia dengan vektor kutu/caplak
Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan tes ELISA (Enzyme linked immunosorbent assay)
Faktor Risiko Dapat menyerang semua usia, terutama yang tinggal di area rerumputan/hutan
Pengobatan Pemberian senyawa penangkal kutu, obat doksisiklin atau amoksisilin.
Pencegahan Jaga kebersihan lingkungan dan pakaian, penggunaan senyawa penangkal kutu
Komplikasi Sakit pada sendi terutama lutut

Faktor Risiko

Risiko terkena Lyme akan meningkat apabila seseorang bekerja di luar ruangan. Sering kali, seseorang yang habis bepergian ke hutan, camping, hiking, atau rekreasi di alam terbuka pun lebih mudah terkena penyakit ini. Secara umum, faktor risiko pada penyakit lyme meliputi:

  • Lingkungan kerja
  • Area geografis
  • Aktivitas outdoor
  • Waktu di bulan tertentu
    Baca Juga:  Obat Antibiotik: Bolehkah Tidak Dihabiskan?

    Penyebab

    Penyebab penyakit lyme adalah gigitan kutu yang telah terinfeksi bakteri Borrelia burgdorferi, Borrelia afzelii, Borrelia mayonii, dan Borellia garinii. Di Indonesia sendiri, Borrelia burgdorferi menjadi pemicu utama dari penyakit ini.

    Walaupun sudah ada penanganan khusus untuk penyakit ini, namun kasus terjangkitnya Lyme masih tinggi. Menurut laman resmi CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat, bahwa setidaknya ada 300 ribu kasus penyakit lyme setiap tahunnya.

    Gejala

    Penyakit lyme

    Sebanyak kurang lebih 80% penderita Lyme mengalami ruam EM (erthema migrans) yang muncul 3 – 30 hari setelah terinfeksi. Di minggu pertama hanya berukuran kecil, namun semakin lama semakin membesar yang membentuk ruam bulat yang disebut bull’s eye karena digambarkan seperti mata banteng.

    A. Gejala Awal

    Umumnya, setelah seseorang terinfeksi bakteri penyebab penyakit lyme, maka dalam beberapa hari akan muncul gejala seperti berikut:

    • Demam
    • Kelelahan
    • Nyeri sendi
    • Nyeri otot
    • Panas dingin
    • Sakit kepala

    B. Gejala Lanjutan

    Setelah gejala awal muncul, berikutnya akan muncul gejala lanjutan seperti halnya berikut ini:

    • Arthritis
    • Nyeri sendi
    • Pembengkakan sendi
    • Ruam di berbagai titik lain
    • Leher terasa kaku
    • Detak jantung tak beraturan
    • Nafas pendek-pendek
    • Inflamasi pada otak
    • Nyeri saraf
    • Pelemahan otot wajah
    Baca Juga:  Efektivitas Angkak Sebagai Obat Tradisional Demam Berdarah

    Diagnosis

    Dalam mendiagnosis penyakit lyme, maka dokter akan melakukan serangkaian tata laksana seperti:

    • Wawancara medis
    • Pemeriksaan fisik
    • Pemeriksaan ELISA
    • Tes western blot

    Pencegahan

    Penyakit lyme

    Pencegahan utama terhadap penyakit ini ialah dengan menghindari sebisa mungkin gigitan kutu atau caplak. Terutama saat bepergian ke hutan atau ouotdoor lainnya.

    Pengobatan

    Belum ada perawatan secara khusus untuk lyme. Namun, ada beberapa obat yang efektif untuk mengatasi gejala dari penyakit ini seperti:

    • Antibiotik
    • Antiinflamasi
    • Obat arthritis

    Komplikasi

    Beberapa kemungkinan terjadinya komplikasi pada penderita penyakit lyme meliputi:

    • Lyme carditis: gejalanya meliputi detak jantung tak beraturan, pingsan, hingga nafas yang pendek-pendek.
    • PTLDS: yaitu singkatan dari Post Treatment Lyme Disease Syndrome yang terjadi akibat kondisi lyme kronis seperti sakit sendi parah.
    • Infeksi lain: caplak atau kutu yang membawa lyme juga kadang dapat membawa penyakit lain seperti anaplasmosis dan babesiosis.
    • Gangguan neurologi: beberapa masalah yang berhubungan dengan neurologi meliputi penurunan fungsi kognitif, meningitis, hingga enchpalitis

    Kapan Harus ke Dokter?

    Anda harus segera mengunjungi dokter umum apabila melihat tanda-tanda tergigit kutu atau caplak. Apabila nantinya membutuhkan perawatan yang lebih optimal, maka akan diberikan rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis reumatologi

    Narasumber:

    dr. Ricky Pratama Wijaya

    Dokter Umum

    Primaya Hospital Bhakti Wara

    Referensi:

    • Lyme disease. https://www.cdc.gov/lyme/index.html. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Lyme disease. https://www.cdc.gov/ticks/tickbornediseases/lyme.html. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Diagnosis and treatment of Lyme arthritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4443866/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Recent progress in Lyme disease and remaining challenges. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fmed.2021.666554/full. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Parenting when children have Lyme disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6787738/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Lyme disease. https://medlineplus.gov/lymedisease.html. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Erythema multiforme. https://www.dermnetnz.org/topics/erythema-multiforme/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Polymerase chain reaction. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/probe/docs/techpcr/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Post-Lyme disease syndrome. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4847307/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Stages of Lyme disease. https://www.globallymealliance.org/about-lyme/diagnosis/stages/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    Share to :

    Promo

    Login to your account below

    Fill the forms bellow to register

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.