• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Kandung Kemih Turun: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kandung kemih turun atau prolaps adalah gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada siapa saja seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi ini lebih berisiko pada wanita hamil dan telah memasuki masa menopause.

Seseorang yang menderita kandung kemih dengan prolaps parah dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Namun, penyakit ini dapat diobati dengan pengobatan non-bedah dan bedah. Lalu, sebenarnya kandung kemih prolaps itu apa?

buat jani dokter primaya

Apa itu Kandung Kemih Turun?

Kandung kemih adalah organ tubuh manusia yang bentuknya seperti kantong di dalam panggul yang berfungsi untuk menampung urine. Pada wanita, dinding otot menopang kandung kemih yang terletak di bagian depan vagina.

Ketika dinding otot yang menopang kandung kemih ini melemah, maka menyebabkan kandung kemih turun atau prolaps ke area vagina yang disebut sebagai Sistokel. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi wanita hamil lebih berisiko.

Kehamilan dan kelahiran dapat menyebabkan otot dasar panggul melemah. Jika kondisinya sudah sangat lemah, maka dinding otot vagina tidak lagi mampu menopang kandung kemih sehingga akibatnya turun ke bagian area vagina.

Penyebab Kandung Kemih Turun

Seperti penjelasan di atas, penyebab kandung kemih prolaps adalah melemahnya otot-otot yang menopang dan menahan kandung kemih. Akan tetapi, penyebab otot dasar panggul melemah belum diketahui secara pasti.

Adapun faktor risiko penyebab otot dasar panggul melemah sehingga tidak mampu lagi menopang kandung kemih sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, antara lain:

  • Kehamilan dan persalinan: Wanita yang pernah melahirkan secara normal, kelahiran kembar, atau bayi dengan berat badan tinggi saat lahir memiliki resiko mengalami prolaps kandung kemih.
  • Menopause: Risiko kandung kemih prolaps akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause. Oleh karena itu, perlu asupan estrogen untuk membantu dasar panggul tetap kuat.
  • Histerektomi: Wanita yang pernah melakukan pengangkatan rahim atau histerektomi mungkin menyebabkan melemahkan otot pada dasar panggul. Namun, tidak selalu mengalami prolaps kandung kemih.
  • Obesitas: Wanita dengan kebelinaj berat badan atau obesitas berisiko lebih tinggi mengalami prolaps kandung kemih. Hal ini karena tekanan pada perut dan panggul dapat meningkatkan otot dasar panggul.
  • Genetika: Beberapa wanita yang memiliki keturunan dengan kondisi jaringan ikat lemah, hal ini akan lebih rentan mengalami prolaps kandung kemih. Oleh karena itu, sebaiknya hati-hati dengan kondisi ini

Gejala Kandung Kemih Turun

Kondisi kandung kemih mengalami prolaps memang awalnya tidak ada gejala apapun. Namun, setelah bertambah parah baru akan muncul gejala yang dapat menderita rasakan. Adapun gejala umum kandung kemih turun sebagai berikut:

  • Terlihat tonjolan pada area vagina yang dapat penderita rasakan
  • Kandung kemih terasa penuh meskipun sudah buang air kecil
  • Rasa nyeri di vagina, panggul, perut bawah, dan selangkangan
  • Nyeri pada saat melakukan hubungan seksual
  • Inkontinensia urine (kebocoran urin saat batuk dan bersin)
  • Infeksi kandung kemih dengan tanda urin berwarna keruh
  • Merasa ada yang jatuh atau keluar dari vagina
Baca Juga:  Penyembuhan Penyakit Batu Saluran Kencing Tanpa Operasi Terbuka

Gejala di atas biasanya akan memburuk ketika penderita berdiri dalam waktu yang lama, mengangkat beban berat, mengejan saat buang air besar, dan batuk. Namun, keluhan umumnya akan membaik ketika penderita berbaring.

Diagnosis Kandung Kemih Turun

Dokter biasanya dapat menentukan diagnosa hanya melakukan tanya jawab dengan pasien dan pemeriksaan fisik. Namun, dokter juga akan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan tes untuk mengetahui penyebab pastinya.

Adapun pemeriksaan yang dokter lakukan untuk mengetahui diagnosa pasien dengan kandung kemih yang turun, antara lain:

  • Tes urodinamik. Pemeriksaan oleh dokter untuk melihat adanya kelainan pada sistem urinaria, kejadian melihat sisa urin setelah pasien buang air kecil.

  •  

    Foto rontgen (sistouretrografi). Pemeriksaan untuk mengetahui bentuk kandung kemih dan posisinya berada apakah sudah mengalami prolaps.

  •  

    CT Scan atau MRI. Pemeriksaan oleh dokter untuk melihat dan mengetahui kondisi bagian dalam organ bagian perut dan dasar panggul lewat sinar X.

Dengan melakukan beberapa pemeriksaan di atas, dokter akan lebih mudah menentukan pengobatan dengan mengukur tingkat keparahan. Adapun tingkat keparahannya, yaitu:

  • Stadium 1 merupakan sistokel ringan yang dapat diketahui dari tanda kandung kemih hanya turun sedikit ke dalam area vagina.

  •  

    Stadium 2 merupakan sistokel sedang dengan tanda kandung kemih prolaps yang sedikit menonjol ke luar vagina.

  •  

    Stadium 3 merupakan sistokel parah dengan tanda kandung kemih sudah menonjol keluar melalui lubang vagina.

Pengobatan Kandung Kemih Turun

Jika dokter sudah mengetahui penyebabnya melalui diagnosa, maka dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan. Jika kondisinya masih ringan, maka dokter tidak akan memberikan pengobatan khusus.

Dokter hanya akan memberikan saran agar pasien tidak mengangkat benda berat atau mengejan saat buang air besar. Selain itu, dokter menyarankan pasien melakukan senam kegel yang bertujuan untuk memperkuat otot panggul.

Namun, jika kondisinya sudah sangat mengganggu aktivitas, maka dokter akan memberikan penanganan medis untuk mengatasi kandung kemih prolaps atau turun, yaitu berupa:

  • Vaginal Pessary: Pemasangan cincin pesarium untuk menopang kandung kemih tidak turun. Metode ini tidak bisa memperbaiki kondisi, tetapi meringankan gejala.

  •  

    Terapi estrogen: Metode pengobatan dengan menggunakan terapi hormon estrogen agar meningkat di dalam tubuh, sehingga otot dasar panggul menjadi lebih kuat.

  •  

    Operasi: Tindakan ini dilakukan pada pasien yang sudah parah. Tujuannya untuk mengembalikan kandung kemih ke posisi normal dan menguatkan otot panggul.
Baca Juga:  Operasi Batu Ginjal: Adakah Pilihan Lain?

Pencegahan 

Bagaimana cara mencegah kandung kemih tidak turun? Pada dasarnya, sistokel atau kandung kemih mengalami turun adalah hal yang umum terjadi pada wanita yang pernah melahirkan atau menopause. Namun, tingkat keparahannya berbeda.

Adapun untuk mencegah risiko kandung kemih prolaps atau turun ke area vagina karena melemahnya otot panggul, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Menjaga berat badan ideal dan tidak mengalami obesitas

  •  

    Melakukan olahraga secara teratur agar badan tetap bugar

  •  

    Konsumsi makanan berserat tinggi untuk mencegah sembelit

  •  

    Melakukan senam kegel untuk menguatkan otot panggul

  •  

    Tidak mengangkat benda berat secara berulang atau sering

  •  

    Tidak merokok dan minum yang beralkohol

  •  

    Mengobati batuk jika Anda menderita batuk kronis

Meskipun sebenarnya kondisi turunnya kandung kemih tidak dapat kita cegah sepenuhnya, tetapi setidaknya dapat mencegah pemicunya. Dengan begitu, sebaiknya diskusikan ke dokter ketika menemukan ada tanda atau gejalanya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda atau keluarga memiliki gejala kandung kemih prolaps, maka segera konsultasi dengan dokter. Kemudian, jika memiliki beberapa faktor risiko yang meningkatkan sistokel, maka lakukan pemeriksaan dengan dokter.

Kandung kemih turun memang akan sangat terasa ketika gejalanya sudah parah. Namun sebelum lebih parah, Anda dapat periksakan ke dokter ketika ada tanda atau gejalanya agar mendapat penanganan dan pengobatan sejak dini

Narasumber:

dr. Nitya Prasantya, Sp. PD

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • Cystocele (Prolapsed Bladder): Causes, Symptoms & Treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15468-cystocele-fallen-bladder. Diakses 31 Desember 2023.
  • Anterior vaginal prolapse (cystocele) – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystocele/symptoms-causes/syc-20369452. Diakses 31 Desember 2023.
  • Bladder Prolapse (Cystocele). https://www.advocatehealth.com/health-services/womens-health-center/pelvic-health/bladder-prolapse.¬†Diakses 31 Desember 2023.
  • How Can You Tell If Your Bladder Has Dropped?. https://www.medicinenet.com/how_can_you_tell_if_your_bladder_has_dropped/article.htm. Diakses 31 Desember 2023.
  • Prolapsed Bladder: Symptoms, Diagnosis, and Treatment. https://www.verywellhealth.com/prolapsed-bladder-7482578. Diakses 31 Desember 2023.
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.