• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Kejang Demam Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Kejang Demam anak

Ketika anak mengalami kejang demam, penanganan yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah kondisi anak semakin buruk. Jangan membiarkan kondisi tersebut terlalu lama karena dikhawatirkan akan memicu timbulnya penyakit kronis.

Pada dasarnya, anak maupun dewasa bisa mengalami kejang dan demam secara bersamaan. Tidak perlu terlalu khawatir, munculnya demam sekaligus kejang merupakan hal yang wajar, tetapi orang tua tetap harus waspada.

buat jani dokter primaya

Sebenarnya Apa Itu Kejang dan Demam pada Anak?

pengertian Kejang Demam Anak

Meski istilah ini sudah tersebar luas, namun belum banyak yang mengerti arti dari kejang demam. Khusus untuk yang belum mengetahui pengertiannya, kejang demam pada si kecil terjadi akibat kenaikan suhu tubuh, yang umumnya muncul pada si kecil yang berusia 6 bulan hingga 5 tahun.  Kondisi tersebut umumnya tidak berkaitan dengan terganggunya elektrolit atau metabolik dalam tubuh.

Saat mengalami kejang demam, suhu tubuh anak akan meningkat drastis yang beriringan dengan terjadinya guncangan (kejang) pada tubuh anak. Mengenai tingkat keparahan gejalanya tergantung dari penyebab serta kondisi kesehatan pasien.

Gejala 

gejala Kejang Demam Anak

Perlu Anda ketahui, kejang demam berbeda dengan epilepsi. Epilepsi merupakan gangguan kesehatan yang dapat muncul secara tiba-tiba tanpa diawali gejala demam terlebih dahulu. Berbeda dengan kejang demam, kondisi kejang terjadi saat suhu tubuh anak naik.

Membedakan antara kejang demam dengan epilepsi merupakan hal penting yang tidak boleh orang tua abaikan. Untuk memudahkan, silahkan simak bagaimana gejalanya:

  • Muncul keringat berlebihan
  • Suhu tubuh meningkat drastis umumnya lebih dari 38° Celcius
  • Bagian kaki dan tangan menjadi gemetar, serta mengalami kejang
  • Tiba-tiba buang air kecil dengan kondisi bola mata berputar ke atas
  • Anak pingsan atau kehilangan kesadaran terutama setelah mengalami kejang
  • Anak menjadi kurang responsif ketika diajak bicara

Penyebab Kejang Demam

penyebab Kejang Demam Anak

Ada beberapa penyebab kejang demam anak yang muncul tiba-tiba. Usia paling sering anak mengalami kejang demam, yaitu di kisaran usia 6 – 60 bulan. Risiko terjadinya kejang demam juga semakin tinggi apabila beberapa atau salah satu dari keluarga pernah mengalami kejang demam.

Agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih, mari ketahui apa saja penyebab kejang demam yang paling umum pada ulasan berikut:

1. Infeksi

Merupakan penyebab kejang demam yang paling sering. Kondisi demam dapat terjadi akibat infeksi virus maupun bakteri. Beberapa jenis virus yang paling sering menimbulkan demam tinggi pada anak adalah virus flu (influenza) dan virus penyebab roseola. Setelah terinfeksi, biasanya penderita akan mengalami demam tinggi yang diikuti dengan adanya kejang.

Baca Juga:  Waspadai Infeksi Adenovirus yang Kerap Menyerang Balita

2. Kejang Pasca Vaksinasi

Imunisasi pada usia anak-anak bertujuan untuk meningkatkan toleransi tubuh mereka terhadap berbagai jenis virus maupun bakteri penyebab infeksi. Pada beberapa kondisi, berhubungan dengan kondisi tubuh masing-masing anak, beberapa vaksin memang menimbulkan reaksi berupa demam. Kondisi demam pasca vaksinasi ini dapat dilakukan pencegahan agar tidak terjadi kejang dengan mempertahankan suhu tubuh anak agar tidak terus-menerus naik. Mengingat lebih besarnya manfaat pada anak untuk dilakukan imunisasi, tentunya alangkah lebih bijak apabila hal ini tidak menjadikan anak tidak dilakukan imunisasi.

Faktor Risiko Kejang Demam

faktor risiko

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kejang demam pada anak adalah sebagai berikut:

  • Usia: Usia yang memungkinkan terjadinya kejang demam berkisar pada usia 6 hingga 60 bulan,
  • Faktor genetik: Anak dari orang tua yang pernah mengalami kejang demam jauh lebih berisiko mengalami hal serupa
  • Etnisitas atau ras: Berdasarkan beberapa data penelitian, didapatkan kondisi pada anak-anak keturunan Jepang dan populasi Pulau Pasifik tertentu lebih rentan terjadi kejang demam
  • Infeksi virus: Infeksi virus flu dan campak memungkinkan si kecil mengalami kondisi kejang demam
  • Berat badan: Anak dengan riwayat kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan mengalami keterlambatan dalam proses perkembangan merupakan beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kejang demam

Cara Dokter Mendiagnosis

diagnosa

Proses diagnosis kejang demam dimulai dengan dilakukan anamnesis (tanya-jawab) dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Lalu kemudian, apabila terdapat indikasi untuk dilakukan pemeriksaan darah maupun rontgen makan dokter akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut untuk mengidentifikasi penyebab kejang demam yang terjadi pada pasien.

Beberapa pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan antara lain adalah pemeriksaan cairan serebrospinal (pungsi lumbal) ataupun penilaian aktivitas gelombang elektrik di bagian otak melalui pemeriksaan EEG. Tentunya beberapa pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan indikasi yang ditemukan oleh dokter dalam proses pemeriksaan.

Pengobatan Kejang Demam

pengobatan Kejang Demam Anak

Umumnya, kondisi kejang hanya berlangsung singkat yaitu sekitar kurang dari 5 menit, sehingga seringkali kejang sudah membaik ketika pasien sampai di rumah sakit. Pemberian obat pada kondisi anak yang kejang, umumnya akan diberikan obat penurun panas maupun obat anti kejang melalui dubur. Tetapi pada kondisi pasien yang sudah dirawatkan, pemberian obat penurun panas dan obat anti kejang dilakukan melalui infus (pembuluh darah).

Baca Juga:  Jenis Penyakit Kulit Anak Sering Muncul dan Cara Mengatasinya

Penanganan kejang demam pada anak di rumah, ibu dapat menyediakan obat penurun panas dan anti kejang yang dimasukkan lewat dubur di rumah (sesuai dengan anjuran atau resep dokter) untuk berjaga-jaga apabila terjadi kejang demam kembali terutama pada anak dengan riwayat kejang demam sebelumnya. Apabila setelah pemberian, kondisi kejang maupun demam pada anak tidak membaik, maka dapat segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Komplikasi

komplikasi

Salah satu komplikasi yang paling mungkin terjadi pada kejang demam adalah epilepsi.

Penanganan Kejang Demam

penanganan

Penanganan pertama saat anak demam adalah dengan memberikan obat untuk menurunkan demam. Terkait pemberian obat anti kejang di rumah harap dikonsultasikan dahulu dengan dokter. Untuk penanganan pertama saat terjadi kejang, dapat dilakukan langkah-langkah berikut:

  • Usahakan tetap tenang dan tidak panik
  • Longgarkan pakaian anak yang ketat, terutama di area leher
  • Jika anak tidak sadarkan diri, letakkan ia dalam posisi miring
  • Saat gejala beriringan dengan muntah, segera bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung anak
  • Apabila lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu apapun ke dalam mulut, termasuk sendok
  • Ukur suhu, observasi, dan catat bentuk dan lama kejang yang terjadi
  • Selalu berada di samping anak saat kejang atau setelahnya
  • Berikan obat jika kejang masih berlangsung lebih dari 5 menit

Kapan Harus ke Dokter?

dokter

Pada saat anak pertama kali mengalami kejang demam, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit. Tindakan medis juga perlu dilakukan ketika anak mengalami hal-hal berikut:

  • Muntah
  • Terlihat sangat mengantuk (penurunan kesadaran)
  • Leher kaku
  • Sesak napas

Kejang demam yang beriringan dengan gejala di atas memang harus mendapatkan penanganan dokter sesegera mungkin.

Kejang demam pada anak muncul sewaktu-waktu dengan berbagai penyebab, mulai dari infeksi virus atau masalah kesehatan tertentu. Meskipun umum terjadi, namun ibu tetap perlu waspada dan mengetahui penanganan pertama pada kejang demam anak.

 

Narasumber

dr. Ari Lasari Hutagalung

Primaya Hospital Sukabumi

Referensi:

  • Febrile seizures. https://www.nhs.uk/conditions/febrile-seizures/. Diakses pada 20 Juni 2023.
  • Febrile Seizures. https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/febrile-seizures. Diakses pada 20 Juni 2023.
  • Febrile Seizures. https://kidshealth.org/en/parents/febrile.html. Diakses pada 20 Juni 2023.
  • Febrile seizure. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/febrile-seizure/symptoms-causes/syc-20372522. Diakses pada 20 Juni 2023.
  • What Is a Febrile Seizure?. https://www.healthline.com/health/febrile-seizure. Diakses pada 20 Juni 2023.
Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.