• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenal Kista Ginjal, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

kista ginjal

Kista ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang menyerang satu atau kedua organ ginjal. Umumnya, kista ini berbentuk seperti kantung dengan dinding yang tipis dan bening serta memiliki ukuran bervariasi hingga mencapai diameter 5 cm.

buat jani dokter primaya

Kista pada ginjal dapat membuat fungsi ginjal menjadi buruk. Namun, beberapa kasus menunjukan kondisi ini dapat sembuh, di mana kista mengecil dan menghilang sendiri. Meski begitu, tetap harus waspada dengan penyakit ginjal ini.

Apa itu Kista Ginjal?

Kista ginjal adalah struktur berisi cairan yang tumbuh di jaringan ginjal. Umumnya, kondisi ini bersifat jinak dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Bahkan, biasanya struktur yang tumbuh di dalam jaringan ginjal ini tidak menimbulkan gejala.

Namun, jika kista sudah bertumbuh besar dan menekan organ lain, gejala pun dapat muncul dan biasanya penderita akan merasakan nyeri dan kesulitan buang air kecil. Kondisi ini perlu penanganan segera agar tidak terjadi kompilasi.

Terdapat empat jenis kista pada ginjal, yaitu Penyakit Ginjal Polikistik (PKD), kidney cysts sederhana, kista meduler ginjal, dan jenis medullary sponge kidney. Namun, paling umum terjadi adalah kista ginjal sederhana atau simple kidney cysts.

Seberapa Umumkah Kidney Cysts?

Kista di dalam ginjal dapat dialami oleh siapa saja, baik wanita maupun pria dalam rentang usia berapapun. Namun, semakin tua usia lebih berisiko menderita kista ini. 50 persen orang berusia di atas 50 tahun setidaknya ada satu kidney cysts.

Dalam sebuah penelitian besar seperti melansir National Institutes of Health, sekitar 1 dari 10 orang menderita simple kidney cysts. Pada orang berusia 50 tahun ke atas, hampir 1 dari 5 orang menderita kista jenis simple kidney cysts.

Jika dibandingkan wanita, pria dua kali lebih mungkin terkena penyakit yang menyerang ginjal ini. Kista jenis sederhana lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia. Lantas, apa penyebab kista muncul di ginjal? Berikut informasinya.

Penyebab Kista Ginjal

Kista pada jaringan ginjal biasanya berbentuk kantung berdinding tipis dan berisi cairan yang ukurannya berkisar seperti kacang polong hingga sebesar jeruk bali. Seiring pertambahan usia, kondisinya akan terus tumbuh besar.

Penyebab kista di ginjal ini belum jelas, tetapi dokter menduga kondisi ini dapat terjadi ketika tubulus yang mengumpulkan urine mengalami penyumbatan. Tubulus terisi dengan cairan dan membuat area ini membengkak.

Selain itu, penyebab lain yang mungkin terjadi karena pembentukan kantung disebut divertikula di area tubulus yang lemah, kemudian area ini terisi dengan cairan dan menjadi kista. Umumnya, kondisi ini terjadi seiring usia yang bertambah.

Oleh karena itu, kelompok usia di atas 50 tahun lebih berisiko terhadap gangguan fungsi ginjal satu ini. Meskipun tidak berbahaya, tetapi tetap dapat mengganggu fungsi ginjal apalagi ukurannya membesar dapat menekan organ lainnya.

Baca Juga:  Infeksi Saluran Kemih: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Gejala Kista Ginjal

Kista di ginjal atau kidney cysts tidak menimbulkan gejala. Namun, jika ukurannya membesar dan menekan organ lain, maka penderita akan mengalami beberapa gejala. Adapun gejala ketika kista tumbuh besar adalah sebagai berikut:

  • Nyeri di perut, punggung bawah atau pinggang

  •  

    Penderita akan mengalami demam

  •  

    Urine berwarna gelap atau mengandung darah

  •  

    Sering mengalamiĀ  buang air kecil dan terasa nyeri

  •  

    Nyeri pada bagian ulu hati

Sementara itu, ada beberapa gejala lain yang dapat penderita alami untuk Penyakit Ginjal Polikistik (PKD) yang harus Anda waspadai adalah sebagai berikut:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

  •  

    Perut terasa nyeri atau bengkak

  •  

    Terasa nyeri di bagian belakang ginjal

  •  

    Adanya protein di dalam urine

  •  

    Ditemukan batu ginjal

Jika ingin memastikan gejala yang muncul adalah tanda adanya kidney cysts, maka Anda dapat konsultasi dengan dokter. Ini sebagai langkah untuk mengetahui kondisi kista apakah perlu penanganan atau tidak. Dokter akan mendiagnosanya.

Diagnosa Kista Ginjal

Salah satu cara mendiagnosa seseorang mengalami kista pada ginjal, yaitu dengan tes pencitraan yang dilakukan oleh dokter. Hal ini karena kidney cysts jarang menimbulkan gejala dan beberapa kista punya dinding tebal dan bahan padat.

Oleh karena itu, tes pencitraan gambar menjadi salah satu cara untuk menentukan diagnosa. Kidney cysts dapat terlihat dengan alat USG. Namun, untuk mendapatkan gambar detail, dokter melakukan pemeriksaan CT Scan atau MRI.

Dengan tes pencitraan, dokter dapat melihat dinding kista mengalami pengapuran atau tidak. Selain itu, dokter juga dapat mengetahui info jumlah dan ukuran kidney cysts.

Dengan demikian, dokter dapat menentukan apakah pasien perlu menjalani pengobatan atau tidak berdasarkan hasil diagnosa. Sebab, beberapa kondisi kista ada yang tidak perlu pengobatan karena dapat sembuh dengan sendirinya.

Cara Mengobati Kista Ginjal

Dokter akan menanyakan terlebih dahulu riwayat kesehatan pasien dan gejala yang muncul. Kidney cysts dapat menimbulkan rasa sakitĀ  di antara tulang rusuk dan pinggul, sakit di perut sering buang air kecil, dan ada darah dalam urine.

Baca Juga:  Operasi Batu Ginjal: Adakah Pilihan Lain?

Jika Anda tidak mengalami gejala tersebut dan kidney cysts berukuran kecil, maka Anda tidak perlu pengobatan apapun. Namun, dokter akan memeriksa kembali dengan CT Scan dalam 6-12 bulan untuk melihat kondisi dan ukuran kista.

Jika hasil tes pemeriksaan menunjukkan adanya pembesaran kista dan kista menekan organ lain, maka perlu tindakan mengecilkannya. Ada dua prosedur umum yang digunakan oleh dokter untuk mengobati kista ginjal, yaitu:

  • Skleroterapi: Dokter memasukkan jarum ke bagian kista untuk mengeluarkan cairan. Kemudian rongga kista akan diisi alkohol untuk mencegah kista terbentuk kembali. Selama pengobatan, pasien mendapatkan bius lokal.
  • Pembedahan: Prosedur pembedahan atau operasi yakni untuk mengangkat kista. Biasanya prosedur operasi dilakukan secara lariskopi menggunakan alat tipis yang dimasukkan melalui lubang kecil di perut.

Cara Mencegah Kista Ginjal

  • Pola makan seimbang, mengurangi lemak dan gula
  • Menghindari stres yang dapat memicu gejala
  • Olahraga secara teratur untuk kesehatan ginjal
  • Kapan Harus ke Dokter?

    Meskipun kidney cysts tidak perlu pengobatan khusus, tetapi kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan gejala lainnya, sebaiknya konsultasi dan periksakan ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi kista melalui serangkaian tes pemeriksaan.

    Jika kista masih tergolong kecil, maka dokter tidak akan melakukan pengobatan apapun. Dokter akan memberikan saran untuk mulai menjaga pola hidup yang sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala per tahun.

    Jika kista ginjal bertambah besar dan menimbulkan gejala, maka hal ini perlu mendapat penanganan dari dokter. Dokter melakukan prosedur pengobatan untuk megobati kista, agar penyakit ini tidak kembali tumbuh besar.

    Narasumber:

    Dr. dr. Syakri Syahrir, Sp. U(K)

    Spesialis Urologi

    Primaya Hospital Makassar

    Referensi:

    • Kidney cysts – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-cysts/symptoms-causes/syc-20374134. Diakses 5 Januari 2024.

    • Simple Kidney Cysts. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/simple-kidney-cysts. Diakses 5 Januari 2024.

    • Kidney Cysts: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14884-kidney-cysts. Diakses 5 Januari 2024.

    • Kidney Cyst: Symptoms, Pain, and Treatments. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/kidney-cyst-causes-symptoms-treatments. Diakses 5 Januari 2024.

    • Kidney Cysts. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2001/0115/p299.html. Diakses 5 Januari 2024.

    Share to :

    Buat Janji Dokter

    Promo

    Login to your account below

    Fill the forms bellow to register

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.