• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Tindakan RIRS: Mengatasi Batu Ginjal di Lokasi yang Sulit

Tindakan RIRS Mengatasi Batu Ginjal di Lokasi yang Sulit

Memiliki batu ginjal bisa menyebabkan ketidaknyamanan karena nyeri yang terasa terutama setiap kali buang air kecil. Namun teknik pengobatan modern bisa memberikan solusi pengangkatan batu tanpa operasi sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali lancar. Termasuk batu ginjal yang berada di lokasi yang sulit. Salah satu cara mengatasi batu ginjal di lokasi yang sulit adalah tindakan RIRS atau retrograde intra renal surgery.

 


Mengenal Tindakan RIRS

Tindakan RIRS adalah prosedur bedah endoskopi yang memungkinkan dokter menjangkau ginjal lewat saluran kemih tanpa melalui operasi terbuka. Dalam tindakan ini, dokter menggunakan ureteroskop dan teknologi laser untuk mengeluarkan batu ginjal. Ureteroskop adalah alat seperti slang tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya. Melalui kamera yang terhubung dengan komputer itu, dokter dapat melihat ukuran, lokasi, jenis, dan jumlah batu. Adapun laser digunakan untuk menghancurkan batu menjadi serpihan kecil sehingga bisa dikeluarkan bersama urine atau mengangkutnya keluar dari tubuh menggunakan semacam kawat khusus.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu memakai stent yang didorong ke ginjal untuk membantu menguras ginjal agar bersih dari sisa-sisa serpihan batu. RIRS adalah metode pengangkatan batu ginjal yang sangat aman, efisien, dan efektif termasuk untuk batu yang lokasinya sulit dijangkau dengan prosedur lain, seperti ESWL atau extracorporeal shock wave lithotripsy, yang juga tidak memerlukan sayatan pada kulit untuk menjangkau organ dalam.

Pasien pun tidak merasakan sakit saat prosedur berlangsung karena di bawah pengaruh anestesi atau bius total. Seusai tindakan RIRS, pasien umumnya hanya perlu menjalani rawat inap selama 24 jam dan setelah itu bisa langsung kembali ke rutinitas sehari-harinya.

 

Siapa Saja yang Memerlukan RIRS?

Siapa pun yang memiliki gejala batu ginjal bisa menjalani tindakan RIRS. Tapi dokter perlu melakukan pemeriksaan dulu untuk memastikan apakah benar penyebab gejala itu adalah batu ginjal dan apakah kondisi batu memungkinkan untuk diangkat dengan RIRS. RIRS bisa menjadi tindakan utama untuk pasien dengan batu ginjal berukuran kurang dari 2 cm serta pasien dengan berat badan berlebih atau obesitas dan punya masalah perdarahan.

 

Kapan Pasien Memerlukan Tindakan RIRS?

Dokter biasanya menilai pasien memerlukan tindakan RIRS bila batu ginjal berada di lokasi yang sulit dijangkau dengan prosedur lain, terutama ESWL. Ginjal manusia memiliki beberapa ruang atau kamar. Batu yang lokasinya tersembunyi di ruang-ruang ini umumnya sulit dijangkau dan dikeluarkan bila memakai gelombang kejut seperti yang digunakan dalam ESWL.

Baca Juga:  Kerusakan Ginjal Parah? Ketahui Nefrektomi

 

Manfaat/Tujuan Tindakan

Tindakan RIRS tergolong prosedur bedah minimal invasif. Artinya, tidak ada penggunaan pisau bedah untuk melubangi atau menyayat kulit. Dengan begitu, kasus batu ginjal yang sulit bisa diatasi dengan cara yang lebih cepat, mudah, dan minim risiko menggunakan RIRS. Manfaat lainnya termasuk:

  • Waktu pemulihan pasien lebih singkat
  • Pasien hanya perlu menjalani rawat inap satu hari
  • Risiko komplikasi minim
  • Perdarahan minim atau bahkan tidak ada
  • Bisa diterapkan pada pasien dewasa dan anak
  • Tidak ada rasa sakit saat prosedur berjalan
  • Tidak membahayakan jaringan ginjal

 

Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan RIRS

Tindakan RIRS umumnya berlangsung dengan penjadwalan. Jadi tindakan tidak dilakukan pada saat itu juga ketika pasien datang dengan gejala batu ginjal. Sebelum tindakan RIRS, dokter akan meminta pasien menjalani pemeriksaan ultrasonografi dan sinar-X, CT scan, atau MRI serta tes analisis urine. Pasien juga perlu berpuasa setidaknya 6 jam sebelum tindakan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu memasukkan stent setidaknya 14 hari sebelum operasi.

Pasien harus cukup beristirahat setidaknya sehari sebelum operasi, termasuk minum air putih yang cukup. Selain itu, pasien disarankan meminum obat yang diresepkan beberapa hari sebelum tindakan untuk meningkatkan efektivitas RIRS.

 

Prosedur dan Pelaksanaan Tindakan RIRS

Prosedur RIRS diawali dengan pemberian bius oleh dokter anestesi. Maka harus dipastikan kondisi tubuh pasien fit saat tindakan berlangsung. Tindakan ini dilakukan di atas meja operasi. Pasien diminta berbaring di meja ini setelah mengganti pakaian dengan gaun operasi.

Setelah efek obat anestesi bekerja, dokter memulai prosedur RIRS dengan memasukkan ureteroskop lewat lubang kemih menuju saluran kemih dan akhirnya menjangkau lokasi batu ginjal. Begitu lokasi batu terdeteksi dan terlihat jelas, dokter akan menembakkan laser untuk memecah batu itu menjadi pecahan berukuran lebih kecil yang kemudian diambil dengan kawat penjepit atau dikeluarkan bersama urine. Seluruh rangkaian prosedur ini berlangsung sekitar 30-60 menit atau lebih lama, tergantung kondisi batu.

 

Perawatan Pasca Tindakan

Seusai tindakan RIRS, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan sembari menunggu efek anestesi hilang. Setelah itu, pasien bisa masuk ke kamar rawat inap. Selama masa pemulihan ini, pasien perlu meminum banyak air putih untuk membantu mengeluarkan serpihan kecil batu yang sebelumnya dipecah dengan laser lewat urine sekaligus mencegah kontaminasi dan infeksi.

Baca Juga:  Kenali Gejala Awal Gagal Ginjal Sejak Dini

Dokter mungkin perlu memasang kateter urine untuk meminimalkan rasa nyeri dan masalah lain yang muncul saat buang air kecil. Kateter biasanya hanya dipasang selama sehari dan bisa dilepas saat pasien akan pulang dari rumah sakit. Pasien perlu datang lagi ke rumah sakit untuk melihat hasil tindakan 5-7 hari pasca-tindakan RIRS.

 

Adakah Efek Samping Setelah Menjalani RIRS?

Tindakan RIRS termasuk prosedur yang sangat aman. Efek samping dan komplikasi sangat jarang terjadi. Pasien mungkin masih merasakan nyeri di sekitar perut dan pinggang terutama ketika berkemih. Tapi rasa nyeri ini hanya berlangsung beberapa hari dan tidak terlalu signifikan. Selain itu, pasien juga mungkin melihat urine yang keluar bercampur darah (hematuria).

 

Tindakan RIRS di Primaya Hospital

Primaya Hospital menyediakan layanan RIRS untuk mengangkat batu ginjal di lokasi yang sulit. Dengan tim dokter dan perawat yang cakap dan teknologi terkini, layanan RIRS di Primaya Hospital telah membantu banyak pasien pulih dari gejala batu ginjal yang menyakitkan. Baik pasien anak-anak maupun dewasa dapat memperoleh manfaat dari tindakan RIRS di Primaya Hospital.

 

Reviewed by

drRegi Septian, Sp.U

Dokter Spesialis Urologi

Primaya Hospital Bekasi Utara

Referensi:

  • Risk factors of infectious complications after retrograde intrarenal surgery: a retrospective clinical analysis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7536499/. Diakses 19 Juli 2022
  • Definition of RIRS (retrograde intrarenal surgery). https://www.rxlist.com/rirs_retrograde_intrarenal_surgery/definition.htm. Diakses 19 Juli 2022
  • Batu Ginjal. https://www.iaui.or.id/public-section/article_bginjal. Diakses 19 Juli 2022
  • Comparison of shock wave lithotripsy (SWL) and retrograde intrarenal surgery (RIRS) for treatment of stone disease in horseshoe kidney patients. https://www.scielo.br/j/ibju/a/jDF8HdxFqnrWwyLsRCYptyD/?lang=en. Diakses 19 Juli 2022
  • Successful retrograde intrarenal surgery (RIRS) for a 2-centimeter stone in a chronic renal failure (CRF) patient. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8449072/. Diakses 19 Juli 2022
  • RIRS in the elderly: Is it feasible and safe?. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1743919117303758. Diakses 19 Juli 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.