• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Ubun-Ubun Bayi Tidak Sulit Teraba? Waspadai Gejala Craniosynostosis

Saat janin berkembang secara tidak sempurna selama dalam kandungan, maka akan mengakibatkan berbagai kelainan. Salah satunya yakni kelainan pada tulang tengkorak bayi yang mengakibatkan bentuk kepala tidak sempurna yang disebut sebagai craniosynostosis.

Penyakit ini tidak memiliki pencegahan. Oleh karena itu, bunda wajib memeriksakan kandungan secara rutin selama kehamilan sesuai saran yang telah diberikan oleh lembaga kesehatan setempat. Nah, untuk tahu lebih lengkap seputar pengobatan atau penanganan atas penyakit ini, yuk simak rinciannya berikut.

buat jani dokter primaya

Pengertian Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah kelainan bawaan pada bayi di mana terjadi cacat pada bentuk tulang tengkorak bayi sehingga tak berkembang secara sempurna. Penyebabnya yaitu karena tulang tengkorak bayi menutup terlalu cepat, dengan begitu kepala bayi tidak dapat berkembang optimal.

Pada dasarnya, tengkorak manusia memiliki sutura, yakni bagian yang memisahkan antar satu tulang tengkorak dengan tulang tengkorak lainnya. Sutura sendiri berupa jaringan yang memiliki tingkat elastisitas begitu kuat.

Selama bayi, sutura berguna agar tulang tengkorak bisa menyesuaikan bentuknya sesuai dengan perkembangan otak bayi. Oleh karena itu, bagian atas bayi terdapat celah (ubun-ubun) yang menjadi pemisah antar tulang tengkorak.

Seiring waktu, sutura akan menutup sehingga tulang tengkorak akan mengeras. Namun, pada penderita craniosynostosis tidaklah demikian sehingga mengakibatkan bentuk kepalanya tidak sempurna.

craniosynotosis

Craniosynotosis Surgery | David Johnson (davidjohnsonoxfordplasticsurgeon.co.uk)

Types of craniosynostosis

Types of craniosynostosis.  | Download Scientific Diagram (researchgate.net)

Faktor Risiko

Sesuai laporan CDC (Centers for Disease Control), bahwa terdapat beberapa faktor risiko yang mengakibatkan terjadinya craniosynostosis. Di antaranya yaitu:

  • Ibu hamil penderita tiroid: apabila ibu hamil punya riwayat penyakit tiroid, maka ia memiliki risiko untuk memiliki anak dengan penyakit ini.
  • Konsumsi obat-obatan oleh ibu hamil: bila ibu hamil sebelumnya mengonsumsi obat penyubur baik sebelum maupun selama masa kehamilan, maka berpotensi melahirkan anak dengan penyakit ini

Penyebab

Hingga saat ini, craniosynostosis masih belum diketahui dengan baik apa penyebab utama yang mendasarinya. Namun, dugaan utamanya berasal dari kelainan genetik. Oleh karena itu, beberapa hal ahli membagi menjadi dua kategori sebagai berikut:

Baca Juga:  Kiat Sukses ASI Eksklusif yang Wajib Bunda Ketahui

A. Sindromik Craniosynostosis

Yaitu jenis sindrom yang penyebab utamanya berupa kelainan genetik. Contohnya ada Sindroma Pfeiffer, Sindroma Apert, Sindroma Crouzon, dan juga Saethre-Chotzen.

B. Non Sindromik Craniosynostosis

Kondisi penyebab yang belum diketahui pasti apa alasan dibaliknya. Beberapa ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan lingkungan maupun genetik

Gejala Craniosynostosis

Mengutip dari laman The National Health Services UK, bahwa beberapa gejala craniosynostosis pada bayi meliputi:

  • Bentuk kepala kecil dan memanjang, seperti bola rugby
  • Sebelah kepala (baik kanan maupun kiri) menonjol
  • Dahi agak lancip atau membentuk segitiga
  • Ubun-ubun menghilang sebelum bayi berusia 1 tahun

Walaupun jarang, namun penderita craniosynostosis juga dapat mengalami gejala seperti berikut ini:

  • Masalah penglihatan
  • Masalah pendengaran
  • Kesulitan belajar
  • Gangguan dalam bernafas

Gangguan pertumbuhan gigiDiagnosa

Dalam mendiagnosa apakah bayi mengidap craniosynostosis, maka butuh peran dari dokter spesialis anak dan bedah saraf anak dan juga bedah plastik rekonstruksi. Beberapa proses pemeriksaan yang kerap dilakukan yakni:

  • Wawancara medis: dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan ibu beserta kondisi selama kehamilan.
  • Pemeriksaan fisik: jenis pemeriksaan dengan melihat langsung kondisi bayi, termasuk mengukur kepalanya, mengecek ubun-ubun, dan meraba sutura.
  • Tes genetik: hanya dilakukan apabila terdapat kecurigaan dalam hal kelainan genetik yang mendasarinya.
  • Tes scan: yakni proses pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan scan seperti rontgen, CT scan, MRI, dan lainnya untuk melihat sutura dengan jelas.

Diagnosa

Dalam mendiagnosa apakah bayi mengalami craniosynostosis, maka butuh peran dari dokter spesialis anak dan bedah saraf anak dan juga bedah plastik rekonstruksi. Beberapa proses pemeriksaan yang kerap dilakukan yakni:

  • Wawancara medis: dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan ibu beserta kondisi selama kehamilan.
  • Pemeriksaan fisik: jenis pemeriksaan dengan melihat langsung kondisi bayi, termasuk mengukur kepalanya, mengecek ubun-ubun, dan meraba sutura.
  • Tes genetik: hanya dilakukan apabila terdapat kecurigaan dalam hal kelainan genetik yang mendasarinya. Tes scan: yakni proses pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan scan seperti rontgen, CT scan, MRI, dan lainnya untuk melihat sutura dengan jelas
Baca Juga:  Neonatal Hepatitis: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Komplikasi

Kondisi ini belum ada metode pencegahannya. Akan tetapi, risiko bisa berkurang apabila rutin melakukan pemeriksaan selama periode kehamilan (antenatal care)

Tatalaksana

Proses pengobatannya sendiri bergantung pada tingkat keparahan dari gejala yang tampak. Berikut beberapa pengobatan yang kerap dokter berikan:

  • Penggunaan helm khusus: berguna untuk memperbaiki bentuk tulang tengkorak pada bayi yang baru lahir.
  • Bedah endoskopi: bila usia bayi di bawah 6 bulan, maka umumnya akan menjalani prosedur pembedahan menggunakan endoskopi dengan minimal invasif.
  • Bedah terbuka: bila bayi telah berumur 6 bulan lebih, maka akan dilakukan pembedahan terbuka agar bentuk tulang tengkorak kembali normal

Kapan Harus ke Dokter?

Referensi:

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544366. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Anatomy, head and neck, fontanelles. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542197. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Anatomy, head and neck, coronal suture. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526011. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK565874. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Craniosynostosis genetics: The mystery unfolds. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3214317/. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • C syndrome. https://rarediseases.org/rare-diseases/c-syndrome. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • https://www.nationwidechildrens.org/conditions/craniosynostosis. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Facts about craniosynostosis. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/craniosynostosis.html. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • https://www.bjbms.org/ojs/index.php/bjbms/article/view/2083. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Bilateral coronal synostosis. https://www.childrens.com/specialties-services/specialty-centers-and-programs/plastic-craniofacial-surgery/programs-and-services/craniofacial-program/conditions-and-treatments/craniosynostosis/isolated-craniosynostosis/bilateral-coronal-synostosis. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • https://www.cincinnatichildrens.org/health/c/craniosynostosis. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Frequently asked questions for parents: Craniosynostosis. http://www.hopkinsmedicine.org/neurology_neurosurgery/centers_clinics/pediatric_neurosurgery/conditions/craniosynostosis/faqs.html. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • http://www.chw.org/medical-care/neuroscience/conditions/craniosynostosis/. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Craniosynostosis: Diagnosis. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/craniosynostosis/diagnosis-treatment/diagnosis/dxc-20256881. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Pediatric craniosynostosis. https://neurosurgery.ufl.edu/patient-care/diseases-conditions/pediatric-craniosynostosis/. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • What is craniosynostosis? http://www.hopkinsmedicine.org/neurology_neurosurgery/centers_clinics/pediatric_neurosurgery/conditions/craniosynostosis/. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Craniosynostosis: Overview. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/craniosynostosis/home/ovc-20256651. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Craniosynostosis: Self-management. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/craniosynostosis/manage/ptc-20257228. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Facts about craniosynostosis. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/craniosynostosis.html#ref. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Craniosynostosis: Symptoms and causes. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/craniosynostosis/symptoms-causes/dxc-20256926. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Craniosynostosis: Treatment. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/craniosynostosis/diagnosis-treatment/treatment/txc-20256889. Diakses pada 11 Desember 2023.
  • Helmet molding therapy. http://www.hopkinsmedicine.org/neurology_neurosurgery/centers_clinics/pediatric_neurosurgery/conditions/craniosynostosis/helmet-molding-therapy.html. Diakses pada 11 Desember 2023.
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.