• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

Bayi pilek kerap membuat orangtua khawatir, terutama orangtua baru yang belum berpengalaman menghadapi pilek pada buah hati. Pilek adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada bayi dan anak. Namun orangtua tetap perlu mewaspadai pilek pada bayi karena gejalanya menyerupai beberapa penyakit lain yang lebih serius, termasuk Covid-19 yang saat ini sedang melanda negeri tercinta kita. Lantas, bagaimana cara mengatasi pilek pada bayi?

 


Mengenal Pilek Pada Bayi

Hampir semua bayi pasti pernah mengalami pilek. Penyebab pilek pada bayi salah satunya infeksi virus pada saluran pernapasan atas. Bayi berisiko tinggi terserang pilek karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang dan belum sempurna. Saat terkena paparan virus dari lingkungan sekitar, termasuk anak yang lebih besar dan orangtua sendiri, bayi sangat mungkin mengalami infeksi dan jatuh sakit.

Pada tahun pertama kehidupannya, sebagian besar bayi bisa mengalami pilek enam hingga delapan kali. Mereka bisa lebih sering terkena pilek jika berada di tempat penitipan anak karena adanya kemungkinan terpapar virus dari anak lain. Ketika ada seorang anak yang sakit pilek, anak lain akan dengan mudah tertular.

Sekali terinfeksi oleh virus, bayi umumnya akan kebal terhadap virus tersebut. Namun karena ada banyak macam virus yang dapat memicu pilek, maka bayi bisa terkena pilek hingga beberapa kali dalam setahun dan pada tahun-tahun berikutnya.

Penanganan untuk bayi yang mengalami pilek bergantung pada tingkat keparahan gejalanya. Pemeriksaan oleh dokter mungkin diperlukan untuk bayi yang berusia muda atau gejala pilek tak kunjung reda meski sudah dilakukan perawatan di rumah.

 

Tanda dan Gejala Pilek Pada Bayi

Tanda dan gejala bayi pilek terutama bisa dilihat dari hidungnya. Ketika terkena infeksi virus pemicu pilek, hidung bayi akan mengeluarkan cairan atau lendir yang sering disebut ingus. Keluarnya ingus menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja untuk melawan virus. Maka bayi akan mengalami hidung mampet atau meler, terutama pada malam hari. Tanda dan gejala lainnya termasuk:

  • Bersin
  • Batuk
  • Sulit tidur
  • Tenggorokan gatal
  • Keaktifan berkurang
  • Rewel dan menangis
  • Tidak mau makan atau minum susu
  • Demam hingga lebih dari 38,3 derajat Celsius
Baca Juga:  Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Hingga Usia 2 Tahun

 

Penyebab Pilek Pada Bayi

Penyebab tersering bayi pilek adalah infeksi virus. Ada lebih dari 200 macam virus yang bisa menyebabkan pilek. Namun yang paling umum adalah jenis rhinovirus. Virus ini masuk dan menginfeksi lewat mulut, hidung, atau mata. Adapun penularan bisa terjadi lewat:

  • Udara: bila seseorang yang sakit pilek batuk, bersin, atau bahkan berbicara, virus bisa menyebar dan menginfeksi bayi Anda.
  • Kontak langsung: jika seseorang sedang sakit lalu memegang tangan bayi Anda, bayi bisa tertular virus bila kemudian menggunakan tangannya untuk menyentuh mata, mulut, atau hidungnya.
  • Kontaminasi permukaan benda: beberapa jenis virus bisa bertahan lama pada permukaan benda, misalnya mainan. Bayi berisiko terinfeksi virus itu kalau memegang benda ini.

 

Pilek Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Secara umum, pilek pada bayi tidaklah berbahaya. Bahkan pilek bisa dibilang sebagai bagian dari proses tumbuh kembang bayi terkait dengan sistem kekebalan tubuhnya. Tapi ada kemungkinan pilek berkembang menjadi lebih parah hingga terjadi masalah kesehatan yang lebih serius, seperti:

  • Pneumonia atau radang paru
  • Croup: terhambatnya saluran pernapasan karena infeksi yang antara lain ditandai dengan suara parau
  • Bronkiolitis: infeksi yang menyebabkan penyumbatan pada cabang batang tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar pada leher
  • Sinusitis akut
  • Infeksi telinga akut

 

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

Bayi pilek biasanya bisa sembuh sendiri tanpa obat-obatan setelah sekitar satu hingga maksimal dua minggu. Orangtua hanya perlu berfokus pada upaya meredakan gejala pilek yang dialami. Caranya antara lain:

  • Usahakan bayi merasa senyaman mungkin
  • Sebisa mungkin berikan susu agar bayi tak kekurangan cairan
  • Jika hidung bayi tersumbat atau meler, gunakan alat penyedot ingus yang bisa dibeli di apotek
  • Pakai obat tetes hidung untuk mengeluarkan ingus sesuai petunjuk dokter
  • Gunakan pelembap udara di kamar bayi
Baca Juga:  Tanda Bayi Tumbuh Gigi (Teething)

 

Pencegahan Pilek Pada Bayi

Meski pilek pada bayi adalah hal yang lazim terjadi, namun bukan berarti orangtua tak perlu melakukan pencegahan. Diperlukan peran aktif orangtua untuk semaksimal mungkin mencegah bayi jatuh sakit, termasuk terkena pilek. Caranya antara lain:

  • Mengenakan masker bila merasa tidak enak badan, apalagi ada gejala batuk dan hidung meler
  • Selalu memastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum memegang atau menyusui bayi
  • Cuci tangan dan langsung buang tisu setelah mengelap ingus bayi
  • Jauhkan bayi dari orang yang tampak sedang pilek
  • Hindari penggunaan alat makan dan barang lain secara bersama-sama dengan orang lain yang sedang sakit
  • Bersihkan mainan bayi secara rutin

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bayi pilek berusia di bawah 6 bulan memerlukan perhatian lebih ketikamenunjukkan gejala terinfeksi virus. Datangi dokter bila bayi tampak sulit bernapas, lemas sepanjang hari, tidak buang air kecil hingga 12 jam, napasnya berat dan bersuara, serta mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius selama lebih dari 5 hari. Adapun penanganan medis darurat dibutuhkan jika napasnya tersengal-sengal, bibir kebiruan, batuk parah hingga tersedak atau muntah, terus-terusan menangis atau rewel, atau keluar ingus berwarna hijau kekuningan secara terus-menerus selama 10-14 hari atau lebih.

 

Reviewed by

dr. Ria Yoanita, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

  • Colds in children. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2722603/. Diakses 17 Juli 2022
  • Patient education: The common cold in children (Beyond the Basics). https://www.uptodate.com/contents/the-common-cold-in-children-beyond-the-basics. Diakses 17 Juli 2022
  • Common Cold in Children. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02966. Diakses 17 Juli 2022
  • Common cold in babies. https://www.childrens.com/health-wellness/common-cold-in-babies. Diakses 17 Juli 2022
  • Surviving Your Baby’s First Cold. https://www.parents.com/baby/health/sick-baby/babys-first-cold-flu-season/. Diakses 17 Juli 2022
  • Colds, coughs and viral infections in children. https://www2.hse.ie/conditions/colds-coughs-children/. Diakses 17 Juli 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.