Imunisasi Campak, Manfaat, dan Kapan Vaksin Campak Diberikan

Imunisasi Campak, Manfaat, dan Kapan Vaksin Campak Diberikan

Angka penyakit campak melonjak drastis mencapai puncaknya dalam 23 tahun terakhir pada 2019. Itu temuan penelitian yang dipublikasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Dalam temuan yang terbit November 2020 itu, kasus campak di seluruh dunia mencapai 869.770 pada 2019. Ini angka tertinggi di semua negara anggota WHO setelah 1996. Padahal, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, sudah ada langkah pencegahan, yaitu lewat imunisasi anak.

Campak atau measles adalah penyakit infeksi yang amat menular. Apabila satu orang penderita campak berada dalam satu ruangan dengan sepuluh orang lain yang belum pernah sakit / belum pernah di imunisasi campak, maka di perkirakan sepuluh orang tersebut akan terinfeksi. Penyebabnya adalah Paramyxovirus. Campak bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa, tapi kelompok usia anak lebih rentan menderita komplikasi, seperti infeksi telinga, diare, dan pneumonia, bahkan kematian. Imunisasi anak penting untuk mencegah penularan sehingga terhindar dari komplikasi.

 

Apa Manfaat Imunisasi Campak

Campak merupakan penyakit yang tak ada obatnya. Meski demikian, ada cara pencegahan lewat imunisasi anak. Di Indonesia, vaksin anak campak masuk program imunisasi nasional. Angka kasus campak di Indonesia terbilang tinggi. Maka pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyediakan vaksin campak gratis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang terakreditasi.

Baca Juga:  Imunisasi Pneumonia PCV, Manfaat, dan Kapan Vaksin PCV Diberikan

Efektifitas vaksin campak atau MR sangat baik. Pada 1962 di america serikat, tepat satu tahun vaksin campak di temukan tercatat empat juta orang terdiagnosis campak dengan 48.000 orang di antara nya di rawat dan 3000 meninggal dunia. Dalam kurun waktu setengah abad, setelah imunisasi kasus campak menurun tajam hanya 55 kasus pada 2012. Manfaat imunisasi campak adalah mencegah anak sakit campak atau menurunkan angka penularan di lingkungan di sekitar nya.

 

Kapan Imunisasi Dapat Diberikan?

Sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan, anak berusia 9 bulan bisa menerima imunisasi campak / MR. Sebaik nya di lakukan imunisasi ulangan pada usia 18 bulan (vaksin MR), dan pada usia 5 – 6 tahun atau 6 – 7 tahun saat BIAS. Imunisasi campak pada anak di atas 1 tahun dapat di berikan imunisasi kombinasi berupa vaksin MMR (measles, mumps, rubella). apabila MMR sudah di berikan tidak perlu lagi melakukan lagi imunisasi campak (MR) pada usia 18 bulan.

Baca Juga:  Seputar Imunisasi Varisela pada Anak

Namun anak bisa pula menerima vaksin campak secara terpisah. Pemerintah sendiri lebih berfokus pada pemberian vaksin campak bersama rubela (MR) karena komplikasi akibat dua penyakit itu terbilang lebih membahayakan ketimbang gondongan.

 

Berapa Kali Vaksin Campak Diberikan?

Anak menerima vaksin campak secara terpisah sebanyak 3 kali, yakni saat berumur 9 bulan dan diulangi pada usia 24 bulan dan 6 tahun. Khusus buat yang mendapat imunisasi anak MR/MMR saat berumur 15 bulan, pemberian vaksin tetap 3 kali, tapi yang terakhir adalah ketika umurnya 5-6 tahun.

Pemberian vaksin campak tidak cukup hanya sekali demi mengoptimalkan efektivitasnya. Keputusan imunisasi hingga 3 kali ini berdasarkan riset para ahli. Saat anak mendapat vaksin pertama pada umur 9 bulan, ada kemungkinan masih ada perlindungan antibodi dari sang ibu. Karena itu, vaksin bisa jadi kurang efektif. Dengan demikian, butuh booster atau penyokong efektivitas vaksin anak lewat imunisasi lanjutan.

Baca Juga:  Informasi Seputar ASI Eksklusif Untuk Bayi

 

Efek Samping Vaksin Campak

Anak wajar mengalami beberapa efek samping seusai imunisasi campak.

  • Demam lebih dari 39.50C pada 5 – 15% kasus, pada hari ke 5 hingga ke 6 sesudah imunisasi dan bisa berlangsung sampai selama 5 hari.
  • Ruam menyerupai ruam campak pada 5% kasus, pada hari ke 7 hingga ke 10 sesudah imunisasi dan berlangsung 2 – 4 hari.
  • Trombosit turun terjadi pada kurang dari 1 dalam 30.000 orang dan kejang demam pada 1 hari dari 3.000 – 4.000 orang.
  • Ensefalopati (kejang/penurunan kesadaran) dan reaksi alergi berat terjadi pada kurang dari 1 dalam satu juta penerima imunisasi campak.

 

Ditinjau oleh:

dr. Robert Soetandio SpA, M.Si.Med

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

Bagikan ke :