• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

8 Hal Penting dalam Penggunaan Popok Lansia

8 Hal Penting dalam Penggunaan Popok Lansia

Penggunaan popok dewasa adalah pilihan terbaik untuk mengatasi masalah lansia yang sulit menahan buang air kecil atau sering disebut dengan istilah inkontinensia urine. Kondisi ini sering terjadi pada manula karena adanya perubahan struktural kandung kemih dan gangguan pada kontrol saraf akibat penuaan. Sehingga penggunaan popok lansia sangat diperlukan untuk mempermudah aktivitas mereka.

Apalagi penggunaan popok bisa mempermudah caregiver dalam merawat lansia. Juga berguna untuk menjaga mental mereka dari rasa malu dan rendah diri karena sering mengompol. Namun, agar penggunaan popok pada lansia ini efektif, Anda perlu mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan dihindari.

buat jani dokter primaya

Layanan homecare Kavacare siap menjawab semua pertanyaan Anda seputar penggunaan popok lansia. Hubungi kami di nomor Whatsapp 0811-1446-777 untuk telekonsultasi dokter atau mendapatkan homecare untuk lansia oleh caregiver profesional.

 

Kapan Lansia Perlu Menggunakan Popok?

Ketika memasuki tahap lanjut usia, ada banyak orang tua yang mengalami kesulitan dalam mengontrol buang air kecil. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak hal seperti inkontinensia urine, obesitas, pembesaran prostat, atau akibat serangan stroke. Sehingga untuk kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup, mereka perlu untuk mengenakan popok.

Bila bicara tentang kapan lansia perlu mengenakan popok dewasa, tentu ini mengacu dari seberapa seringnya mereka buang air kecil. Juga pada kondisi apakah mereka mampu mengontrol buang air kecil. Jika, lansia sudah kesulitan dalam mengontrol keinginan buang air kecil, berarti itulah waktunya untuk mengenakan popok.

Namun lansia juga bisa mengenakan popok pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat bepergian ke tempat yang jauh. Hal ini karena seiring bertambahnya usia, lansia mungkin mengalami kesulitan untuk menahan urine terlalu lama.

Sementara ketika sedang berada di luar rumah, akses untuk ke kamar mandi bisa sangat sulit. Oleh karena itu, penggunaan popok lansia dibutuhkan untuk mencegah mereka harus menahan kencing atau terpaksa mengompol. Selain itu, popok juga bisa dikenakan saat malam agar lansia bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak tanpa harus terganggu dengan ngompol atau pergi ke toilet.

 

Hal Penting dalam Penggunaan Popok Lansia

Sebelum mengenakan popok lansia pada orangtua Anda, sebaiknya Anda perlu memperhatikan lima hal berikut. Hal ini agar membuat orang tersayang nyaman mengenakan popok. Juga supaya penggunaan popok efektif dan tak membuat iritasi pada lansia.

1. Pilih Merek Sesuai Bahan dan Budget

Ada banyak popok lansia yang beredar di pasaran dengan fungsi dan harga yang beragam. Oleh karena itu, saat akan membeli popok dewasa, Anda perlu memperhatikan kemampuannya dalam menyerap urine. Biasanya merek popok dewasa yang bahannya dapat menyerap urine dengan jangka waktu yang lama harganya mahal. Anda bisa memilih popok jenis ini jika ingin bepergian jauh.

Namun, jika hanya untuk aktivitas sehari-hari di rumah, Anda bisa memilih popok yang memiliki daya tampung jangka pendek. Sehingga Anda bisa menghemat pengeluaran bulanan untuk pembelian popok.

Tak hanya itu, perhatikan juga bahan dari popok dewasa. Sebaiknya pilih popok berbahan kain yang membuat sirkulasi udara pada popok lancar sehingga kulit lebih cepat kering. Penggunaan popok ini bisa mengurangi ruam di kulit lansia, tapi perlu harus sering ganti popok agar tak rembes.

Baca Juga:  Kapan Membutuhkan Perawat ke Rumah?

Namun jika dalam perjalanan jauh, Anda bisa memilih popok berbahan plastik atau mengandung gel. Meskipun kurang nyaman di kulit, popok berbahan ini lebih aman dari rembes akibat popok penuh. Selain itu, pastikan juga jika popok yang akan dikenakan oleh orang tersayang sudah lolos uji dermatologi. Sehingga aman untuk kulit lansia yang sensitif.

2. Pilih Ukuran Popok Lansia yang Sesuai

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya dalam memilih popok adalah ukurannya. Ukuran popok harus sesuai dengan tubuh lansia, tidak kekecilan ataupun kebesaran. Selain demi faktor kenyamanan, ukuran popok yang tepat dapat mengurangi risiko popok bocor.

Untuk memilih popok dewasa yang sesuai ukuran, Anda bisa memeriksa apakah popok lansia pas di sekitar pinggang dan bagian kaki. Bila bagian kaki lansia lebih berisi atau kurus bila dibandingkan ukuran rata-rata, Anda perlu melakukan penyesuaian dengan melihat ukuran pinggang. Penyesuaian ini mungkin bisa membuat Anda kerepotan di awal.

Namun, jika Anda telah menemukan ukuran yang tepat, penggunaan popok akan membantu perawatan lansia. Sebaiknya perhatikan juga perubahan berat badan lansia yang menggunakan popok. Bila semakin hari berat badannya bertambah, pertimbangkan lagi untuk mengganti popok ke ukuran yang lebih besar. Bisa saja popok yang kini mereka kenakan sudah terlalu ketat.

Apalagi jika Anda melihat kerutan di kulit lansia akibat popok, segera ganti ukurannya. Pasalnya penggunaan popok yang ketat dalam jangka waktu yang lama bisa membuat iritasi dan merusak kulit.

3. Selalu Sediakan Stok Popok

Ketika Anda memiliki lansia yang mengenakan popok, memiliki stok popok adalah sebuah kewajiban. Sebab, Anda tak bisa memperkirakan berapa kali mereka akan ganti popok dalam sehari. Tidak mungkin juga Anda memaksa mereka untuk memakai popok yang telah penuh. Sebab, popok bisa rembes dan membuat mereka tak nyaman, menyebabkan iritasi serta meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Oleh karena itu, bila sekiranya popok sudah hampir habis, ada baiknya Anda membeli yang baru untuk jaga-jaga. Jangan lupa juga untuk membawa popok baru saat bepergian. Sebab, popok dewasa tidak selalu tersedia di toko. Biasanya popok dewasa hanya ada di apotek dan minimarket.

4. Segera Ganti Popok untuk Mencegah Ruam

Ruam bisa terjadi pada kulit lansia yang menggunakan popok. Hal ini terjadi akibat gesekan dari popok basah dengan kulit. Bisa juga akibat dari kulit yang terlalu lama terkontaminasi oleh bahan kimia pada popok atau urine dan feses. Sehingga membuat kulit pada bagian bokong, paha, atau area intim memerah.

Namun, ruam ini juga bisa terjadi akibat infeksi jamur kandida. Sebab, jamur ini sering berkembang pada bagian lipatan tubuh yang hangat, lembab, dan gelap. Oleh karena itu, agar tak terjadi ruam dan infeksi yang lebih lanjut, sebaiknya ganti popok lansia sesering mungkin.

Apabila popok sudah tampak penuh, segera ganti yang baru. Ini akan membuat kulit pada area organ intim tak terlalu lembab. Sehingga jamur yang menyebabkan ruam dan iritasi tak berkembang di sana. Kalau perlu oleskan krim atau salep yang dapat menghalangi kelembapan ke area yang sering terjadi ruam sebelum mengenakan popok.

Baca Juga:  4 ​​Jenis Buah untuk Kesehatan Daya Ingat

5. Bersihkan Area Intim dengan Baik

Hal penting terakhir yang perlu diperhatikan yakni pembersihan organ intim dengan baik saat mengganti popok. Anda dapat membilas atau menyeka area intim dengan air hangat. Bisa juga dengan menggunakan tisu yang tidak mengandung alkohol dan wewangian.

Bersihkan sampai benar-benar bersih, terutama pada area bokong. Pastikan tidak ada lagi feses yang tertinggal. Sebab, feses yang bercampur dengan urine dapat mengontaminasi popok dan mengakibatkan kulit ruam.

6. Hindari Memakai Popok Lansia Terlalu Lama

Jangan memakai popok terlalu lama atau melebihi anjuran yang ada di kemasannya. Sebaiknya Anda perlu mengganti popok lansia minimal 3 kali sehari atau lebih sering, meskipun popok mungkin tak terlalu penuh. Ini demi menghindari kulit pada area intim mengalami ruam akibat perkembangan jamur seperti kandida dan meningkatkan risiko infeksi.

7. Jangan Membuang Popok Bekas Pakai Sembarangan

Sebaiknya Anda juga tak membuang popok bekas secara sembarangan. Apalagi membuangnya ke dalam toilet, karena popok tak akan larut dengan air. Pasalnya popok dapat menyerap air dan mengembang sehingga bisa menimbulkan penyumbatan pada toilet.

Alangkah baiknya Anda membersihkan kotoran seperti feses di popok terlebih dahulu. Kemudian mengumpulkan popok lansia ke dalam satu tempat atau satu kantong plastik. Selanjutnya baru buang ke tempat sampah.

8. Tidak Perlu Merasa Malu

Orang tua yang memakai popok mungkin akan merasa malu. Hal ini bisa terjadi karena adanya pemikiran jika memakai popok sama seperti anak kecil atau tanda kelemahan. Namun, jangan biarkan pemikiran itu berkembang begitu saja.

Anda sebagai caregiver orang tua tersayang perlu memberi pengertian bahwa memakai popok lansia bukanlah suatu hal yang memalukan. Sebab, ini umum terjadi pada orang dewasa yang mengalami kondisi inkontinensia. Beri mereka pengertian jika memakai popok akan memudahkan aktivitas sehari-harinya. Sehingga mereka masih bisa untuk jalan-jalan ke taman, berkebun, atau bermain bersama cucu dengan lebih nyaman.

Berikan dukungan agar mereka menyadari bahwa memakai popok tak mengubah apapun atau menurunkan harga dirinya. Dengan demikian mereka akan merasa nyaman dan kembali percaya diri untuk beraktivitas menggunakan popok lansia.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr. Eddy Wiria, Co-Founder & CEO Kavacare)

Referensi:

  • Goepel, M., Kirschner-Hermanns, R., Welz-Barth, A., Steinwachs, K. C., & Rübben, H. (2010). Urinary incontinence in the elderly: part 3 of a series of articles on incontinence. Deutsches Arzteblatt international, 107(30), 531–536. https://doi.org/10.3238/arztebl.2010.0531
  • E, Adina. 2021. Why do Elderly People Wear Diapers. Diakses pada 14 Juli 2023 dari https://avacaremedical.com/blog/why-do-elderly-people-wear-diapers.html
  • Kauvery Hospital. 2021. How to Choose the Best Adult Diaper. Diakses pada 14 Juli 2023 dari https://kauveryhospital.com/blog/geriatrics/how-to-choose-the-best-adult-diaper/
  • National Association For Continence. How to Choose The Best Adult Diapers for Your Needs. Diakses pada 14 Juli 2023 pada https://nafc.org/bhealth-blog/how-to-choose-the-best-adult-diaper-for-your-needs/
  • Chertoff, Jane dan Elaine K. Luo. 2019. What You Should Know About Adult Diaper Rash. Diakses pada 14 Juli 2023 dari https://www.healthline.com/health/adult-diaper-rash
  • Mayo Clinic Staff. 2022. Diaper rash. Diakses pada 14 Juli 2023 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636 
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.