Dari sekian banyak penyakit yang umum terjadi pada anak, diare mungkin dianggap biasa. Meski wajar jika bayi mengalami diare, tapi orang tua perlu waspada terutama bila terjadi diare berat. Ada kemungkinan penyebabnya adalah rotavirus yang membahayakan. Namun tenang, untuk mencegahnya, ada vaksin rotavirus yang bisa diberikan kepada buah hati. Berikut ini penjelasan mengenai vaksin rotavirus bayi, jadwal vaksin, juga gejala infeksi rotavirus yang mesti diwaspadai.
Mengenal Rotavirus
Rotavirus adalah virus yang secara spesifik menyerang saluran pencernaan terutama bayi dan anak balita. Virus ini tergolong ganas dan menular. Dalam The Pediatric Infectious Disease Journal disebutkan infeksi rotavirus pernah dialami setidaknya satu kali pada masa balita oleh hampir tiap anak di dunia.
Rotavirus memiliki sembilan spesies, yakni A hingga I. Spesies yang paling umum, yaitu rotavirus A, merupakan penyebab lebih dari 90 persen infeksi rotavirus pada manusia. Gejala infeksi rotavirus yang biasanya bersarang di usus antara lain diare. Tapi diare yang merupakan gejala rotavirus berbeda dengan diare biasa.
Bila bayi terkena rotavirus, gejalanya biasanya dimulai dengan demam tinggi mendadak dan muntah-muntah hebat yang bisa terjadi selama 1-2 hari. Setelah muntah mereda, barulah bayi mengalami diare cair yang bisa terjadi 10-20 kali sehari. Diare berat ini pun akan sangat menguras energi dan cairan tubuh bayi hingga menimbulkan dehidrasi yang dapat berakibat fatal.
Di Indonesia sendiri diare adalah penyakit endemis yang berpotensi memunculkan kejadian luar biasa dan menjadi salah satu penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia, khususnya pada bayi dan balita.
Apa Itu Vaksin Rotavirus
Melihat betapa seriusnya infeksi rotavirus, cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan mengupayakan pencegahan semaksimal mungkin, termasuk dengan vaksin rotavirus. Rotavirus mudah menyebar lewat rute fekal-oral (kontaminasi dari tinja berpindah ke mulut), kontak dengan tangan, benda dan permukaan yang terkontaminasi, atau jalur pernapasan.
Berbeda dengan kebanyakan vaksin lain yang diberikan lewat suntikan, vaksin rotavirus diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. Mengutip Kementerian Kesehatan, vaksin rotavirus bayi ini berisi virus hidup yang telah dilumpuhkan. Begitu diteteskan ke mulut bayi, vaksin akan masuk ke usus yang biasa didiami rotavirus. Di situlah sistem imun akan belajar melawan rotavirus tanpa perlu mengalami gejala rotavirus yang parah.
Dengan mendapatkan vaksin rotavirus, anak akan terlindungi dari risiko infeksi rotavirus yang berbahaya di kemudian hari. Bilapun terkena infeksi, gejala rotavirus yang dialami umumnya lebih ringan daripada anak lain yang tidak menerima vaksin tersebut.
Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin rotavirus bayi, yaitu monovalen (berisi satu jenis rotavirus) dan pentavalen (berisi lima jenis rotavirus). Jadwal vaksin rotavirus untuk kedua jenis tersebut berbeda. Penentuan jadwal vaksin ini penting untuk memastikan vaksin bekerja dengan optimal.
Vaksin Monovalen
- Vaksin ini diberikan dua kali, yaitu dosis 1 ketika anak berusia 6-12 minggu dan dosis 2 dengan jarak minimal 4 minggu setelah dosis 1 atau selambatnya sebelum anak berusia 24 minggu.
Vaksin Pentavalen
- Vaksin ini diberikan 3 kali, yakni dosis 1 saat usia anak 6-12 minggu serta dosis 2 dan 2 dengan jarak 4-10 minggu setelah dosis sebelumnya. Dosis 3 diberikan paling lambat ketika anak berusia 32 minggu.
Di samping pemberian vaksin rotavirus bayi, cara mencegah diare berat akibat infeksi virus itu adalah dengan memastikan kebersihan. Misalnya, setelah mengganti popok, tangan harus dicuci bersih. Vaksinasi menjadi cara terbaik untuk mengupayakan pencegahan infeksi rotavirus.
Walau tidak diberikan melalui suntikan, tetap ada kemungkinan terjadi efek samping vaksin rotavirus bayi. Namun efek samping ini bersifat ringan seperti rewel atau perubahan pencernaan sementara. Jika ada tanda bahaya, misalnya muntah berulang, tampak sangat lemas, tidak mau minum, dan tanda dehidrasi, segera hubungi dokter.
Manfaat Vaksin Rotavirus
Manfaat utama vaksin rotavirus adalah mencegah infeksi rotavirus. Diare berat yang dipicu infeksi virus tersebut bukan sekadar mencret biasa. Apalagi yang mengalami adalah anak di bawah usia 5 tahun yang sistem imunnya masih berkembang. Ketika kehilangan banyak cairan akibat diare berat, anak bisa mengalami dehidrasi yang membahayakan jiwa.
Seperti dikutip dari National Institutes of Health, penyakit diare yang kerap mengarah pada dehidrasi parah adalah penyebab utama kematian bayi di seluruh dunia, terutama di antara anak balita. Selain itu, manfaat vaksin rotavirus bisa mencegah stunting.
Diare berat dan kronis atau berulang membuat usus anak tak mampu menyerap nutrisi secara maksimal. Walhasil, anak menjadi kekurangan gizi meski banyak makan. Bila kondisi terus berlangsung pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan, anak bisa mengalami stunting yang mempengaruhi kondisi fisik dan tingkat kecerdasan.
Manfaat lain mencakup aspek ekonomi berupa penghematan biaya pengobatan yang bisa membengkak jika anak perlu menjalani rawat inap akibat dehidrasi setelah mengalami diare berat. Yang juga penting adalah pemberian vaksin rotavirus bayi bisa membantu pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah terjadinya wabah.
Vaksin rotavirus termasuk dalam program imunisasi dasar lengkap dari pemerintah sehingga bisa didapatkan secara gratis. Orang tua sebaiknya mengikutkan buah hatinya dalam program ini karena besarnya manfaat yang bisa diperoleh. Bila ada pertanyaan lebih lanjut, orang tua bisa menghubungi dokter atau tenaga kesehatan di puskesmas ataupun posyandu.
Ditinjau oleh:
Spesialis Anak
Primaya Evasari Hopital
Refferensi:
- Apa itu Vaksin Rotavirus?. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3160/. Diakses 14 April 2026
- Rotavirus Vaccination: Information for Health Care Providers. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/by-disease/rotavirus.html. Diakses 14 April 2026
- Cegah Diare Pada Anak Dengan Imunisasi Rotavirus (RV) Secara Gratis. https://kemkes.go.id/id/cegah-diare-pada-anak-dengan-imunisasi-rotavirus-rv-secara-gratis. Diakses 14 April 2026
- Pencanangan Nasional Perluasan Imunisasi Rotavirus (RV). https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan/siaran-pers/pencanangan-nasional-perluasan-imunisasi-rotavirus-rv. Diakses 14 April 2026
- Effectiveness of rotavirus vaccine in preventing severe gastroenteritis in young children according to socioeconomic status. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5085015/. Diakses 14 April 2026
- Profil Kesehatan Indonesia 2024. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024. Diakses 14 April 2026
- Pediatric Dehydration. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436022/. Diakses 14 April 2026
- Rotavirus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558951/. Diakses 14 April 2026



