• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hernia Femoralis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hernia Femoralis

Terdapat berbagai jenis hernia yang bisa mempengaruhi orang dari segala usia dan gender. Di antaranya ada hernia femoralis yang lebih banyak terjadi pada kalangan perempuan. Jenis hernia ini tak jarang menimbulkan komplikasi sehingga memerlukan operasi darurat.

Mengenal Hernia Femoralis

Hernia femoralis adalah kondisi medis ketika terdapat organ internal yang menonjol melewati otot yang lemah di area panggul atau pangkal paha, terutama pada kanalis femoralis. Kanalis femoralis adalah saluran kecil di dekat paha bagian atas dan pangkal paha. Kondisi ini kerap ditandai dengan munculnya benjolan di selangkangan atau paha bagian dalam.

buat jani dokter primaya

Hernia femoralis termasuk jarang terjadi dibanding jenis hernia lain. Meski bisa terjadi pada pria dan wanita, menurut penjelasan di National Library of Medicine, jenis hernia ini 10 kali lipat lebih sering dialami perempuan daripada laki-laki. Salah satu alasannya adalah perempuan memiliki struktur tulang panggul yang lebih lebar. Wanita berusia lebih dari 50 tahun lebih rentan mengalami kondisi ini.

Selain itu, hernia femoralis lebih lazim dialami orang dewasa daripada anak-anak. Kondisi hernia ini pada anak-anak lebih mungkin berkaitan dengan kelainan jaringan ikat atau ada kondisi yang meningkatkan tekanan pada area perut. Sebanyak 70 persen kasus hernia femoralis pada anak-anak terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Gejala Hernia Femoralis

Seseorang mungkin bisa menebak mengalami hernia ketika mendapati adanya benjolan di area pangkal paha atau selangkangan yang biasanya bisa keluar masuk. Benjolan atau tonjolan ini memang menjadi gejala atau tanda utama hernia femoralis. Gejala lain yang bisa muncul termasuk:

  • Benjolan lebih terlihat atau bisa diraba ketika batuk atau berdiri
  • Tidak nyaman ketika melakukan aktivitas tertentu, terutama yang menimbulkan tekanan pada area panggul

Jika terdapat usus/penggantung usus yang terjepit, dapat disertai gejala sebagai berikut :

  • Nyeri di area perut dan/atau sekitar benjolan
  • Benjolan tidak dapat masuk kembali
  • Mual dan muntah, serta tidak dapat kentut ataupun BAB

Gejala hernia femoralis bisa berkembang secara perlahan dan mungkin tidak disadari oleh individu yang mengalaminya pada tahap awal.

Baca Juga:  Apa Itu Abses Anus? Infeksi pada Daerah Anus yang Menyakitkan

Penyebab

Dalam banyak kasus, penyebab pasti hernia femoralis tak bisa diketahui. Ada kemungkinan seseorang lahir dengan kanal femoralis yang lemah atau area tubuh ini melemah seiring dengan waktu sehingga jaringan atau organ di sekitarnya bisa mendesak dan menyebabkan hernia.

Terdapat sejumlah faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko hernia femoralis, seperti:

  • Faktor genetik
  • Pertambahan usia
  • Keadaan yang bisa meningkatkan tekanan pada otot dan jaringan di area perut dan panggul, seperti kehamilan, kesulitan buang air kecil karena pembesaran prostat, konstipasi, dan batuk
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kegiatan fisik yang berlebihan, termasuk kerap mengangkat benda berat dengan cara yang tidak tepat

Cara Dokter Mendiagnosis

Biasanya diagnosis hernia femoralis membutuhkan serangkaian pemeriksaan fisik dan tes diagnostik. Proses diagnosis yang umum meliputi:

  • Wawancara medis untuk mengetahui gejala pasien dan faktor risiko yang mungkin ada.
  • Pemeriksaan terhadap area panggul dan pangkal paha untuk mencari tanda-tanda hernia femoralis. Dalam pemeriksaan ini, pasien bisa diminta berdiri, batuk, dan mengejan untuk mengecek apakah ada tonjolan yang muncul di area tersebut.
  • Pemeriksaan penunjang, seperti ultrasonografi (USG) untuk mendapatkan gambar organ internal dan struktur di area panggul yang lebih detail. Selain itu, dokter bisa meminta pasien menjalani pemeriksaan lain sesuai dengan kebutuhan, seperti pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT scan) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI), untuk menegakkan diagnosis.

Cara Mengatasi

Seusai menegakkan diagnosis, dokter akan menyarankan tindakan yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan tersebut. Dalam kasus hernia jenis apa pun, tindakan bedah menjadi pilihan yang dianggap paling efektif untuk mengatasinya.

Komplikasi

Komplikasi  yang utama adalah inkarserata dan strangulasi. Inkarserata terjadi ketika organ dalam yang keluar melalui hernia terjebak atau tak bisa dikembalikan ke posisi semula di kanalis femoralis ataupun rongga perut. Adapun strangulasi adalah kondisi ketika organ tersebut terjepit setelah lama terjepit sehingga suplai darah ke organ itu terhenti dan menyebabkan kematian jaringan yang pada akhirnya mengakibatkan kerusakan organ permanen.

Baca Juga:  Solusi Bedah yang Lebih Baik untuk si Buah Hati

Komplikasi lain yang mungkin terjadi meliputi:

  • Infeksi pada area hernia
  • Abses atau kumpulan nanah yang muncul di sekitar area hernia
  • Hernia yang berulang atau bertambahnya ukuran benjolan dan dapat disertai adanya hernia jenis lain
  • Penurunan kualitas hidup karena terganggunya aktivitas akibat gejala hernia

Pencegahan

Walau tak sepenuhnya dapat mencegah hernia femoralis, berikut ini ada sejumlah langkah yang bisa mengurangi risikonya:

  • Mengurangi tekanan pada otot dan jaringan di area panggul dengan menjaga berat badan yang sehat, tidak melakukan kegiatan fisik yang terlalu berat, serta tidak mengejan secara berlebihan
  • Menguatkan otot perut dan panggul dengan melakukan latihan spesifik
  • Menjalani perawatan jika ada kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hernia

Kapan Harus ke Dokter?

Bila mengalami gejala yang diduga merupakan hernia femoralis, penting untuk segera mendatangi dokter dan berkonsultasi mengenai masalah tersebut. Terutama bila muncul benjolan di area pangkal paha atau panggul yang makin terlihat saat batuk atau mengejan. Jika benjolan disertai rasa nyeri dan ketidaknyamanan, mual, muntah, atau tidak bisa BAB, pasien diharapkan segera ke IGD RS terdekat karena kemungkinan terjadinya jepitan pada usus. Deteksi dini bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi yang membahayakan.

Narasumber:

dr. Andy Supandi, M. Biomed, Sp. B

Spesialis Bedah

Primaya Hospital Depok

 

Referensi:

  • Femoral hernia: uncommon, but associated with potentially severe complications. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8521781/. Diakses 20 Januari 2024
  • Strangulated Hernia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555972/. Diakses 20 Januari 2024
  • Femoral Hernia. https://www.healthline.com/health/femoral-hernia. Diakses 20 Januari 2024
  • Femoral hernia repair. https://www.nhs.uk/conditions/femoral-hernia-repair/. Diakses 20 Januari 2024
  • Inguinal and femoral hernias in women. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553372/. Diakses 20 Januari 2024
  • Femoral hernia. https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/femoral-hernia. Diakses 20 Januari 2024
  • Complications of inguinal and femoral hernia repair. https://www.uptodate.com/contents/complications-of-inguinal-and-femoral-hernia-repair. Diakses 20 Januari 2024
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.