• Emergency
  • 150 108

Bolehkah Tetap Berolahraga Saat Sedang Cedera?

Bolehkah Tetap Berolahraga Saat Sedang Cedera

Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kebugaran. Tapi ketika ada masalah kesehatan, khususnya cedera ringan, sering kali muncul pertanyaan: apakah masih boleh olahraga saat cedera? Mari kita simak penjelasannya.

 


Saat Cedera Apakah Boleh Olahraga?

Ketika seseorang sudah rutin melakukan olahraga, pasti rasanya seperti ada yang kurang lengkap saat sehari saja tak menggerakkan tubuh dan mengeluarkan keringat. Termasuk saat sedang mengalami cedera. Tapi hati-hati, olahraga saat cedera justru bisa membahayakan tubuh sendiri.

Menahan sakit bukanlah solusi untuk terus berolahraga ketika sedang cedera. Sejumlah penelitian mendapati bahwa meneruskan olahraga saat cedera bisa menimbulkan kerusakan pada bagian tubuh yang lebih besar. Bahkan, bagi kalangan atlet profesional, olahraga saat cedera berisiko membuat kariernya menurun.

Berikut ini beberapa skenario yang mungkin terjadi bila nekat berolahraga saat sedang cedera:

1. Cedera ringan jadi berat

Ketika mengalami cedera fraktur tulang kaki yang kecil, misalnya. Bila berhenti olahraga dan beristirahat, cedera itu bisa sembuh lebih cepat. Sedangkan jika masih berolahraga dengan kondisi cedera, fraktur itu bisa makin besar dan akhirnya memerlukan waktu lebih lama untuk pulih. Contoh lainnya, bila seseorang mengalami cedera gegar otak tapi masih meneruskan olahraganya, ada risiko kerusakan otak yang lebih serius.

2. Cedera meluas

Saat ada cedera pada bagian tubuh tertentu, bagian tubuh lain yang masih dalam kondisi baik akan bekerja lebih keras sebagai pengganti bagian yang cedera. Dalam situasi seperti ini, cedera malah bisa meluas ke bagian tubuh lain tersebut. Misalnya mengalami cedera lutut saat bermain sepak bola. Ada risiko pergelangan kaki ikut cedera akibat menanggung beban berlebih karena lutut tak bisa menopang tubuh dengan baik. 

3. Lebih lama sembuh

Karena tak kunjung mendapat perawatan yang diperlukan, cedera bisa memburuk. Tindakan penanganan cedera pun bisa jadi lebih rumit. Misalnya dari yang cuma perlu istirahat jadi harus operasi. Walhasil, cedera lebih lama sembuhnya dan orang tersebut tak bisa lekas kembali berolahraga seperti sedia kala.

Meski demikian, ihwal boleh atau tidaknya melanjutkan olahraga saat cedera tergantung tingkat keparahan cedera tersebut dan kompensasi beban tanggungan bagian tubuh lainnya. Dalam kasus tertentu, olahraga masih dibolehkan selama bisa dilakukan dengan aman.  Jika tidak yakin, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai cara olahraga yang aman saat cedera.

 

Olahraga Saat Cedera, Apa yang Harus Diperhatikan?

Tubuh manusia memiliki mekanisme kerja yang sangat unik. Saat terjadi gangguan pada bagian tertentu, tubuh seakan-akan memberi tahu pemiliknya tentang gangguan itu. Termasuk ketika terjadi cedera olahraga. Dari bagian yang cedera akan muncul gejala. Anda harus mendengarkan tubuh Anda dengan memperhatikan gejala tersebut.

Dari situ, Anda bisa mengambil tindak lanjut terkait dengan gejala yang dialami demi keamanan dan keselamatan diri. Hal pertama yang mesti diperhatikan adalah mengecek tingkat keparahan cedera itu. Dalam hal ini, mungkin Anda memerlukan pemeriksaan dan perawatan dokter. Dokter akan memberikan saran bagaimana melakukan olahraga saat cedera dengan tepat atau mungkin melarang olahraga sama sekali untuk beberapa waktu ke depan karena ada risiko tinggi cedera makin parah jika terus berolahraga.

Baca Juga:  Terapi Gelombang Kejut Shock Wave Therapy (ESWT)

Dokter biasanya akan merekomendasikan modifikasi olahraga yang disesuaikan dengan kondisi cedera. Misalnya Anda mengalami cedera lutut. Maka dokter mungkin menyarankan Anda menghindari olahraga yang menggunakan lutut, kardio atau latihan kekuatan tubuh bagian bawah. Namun dokter biasanya akan memberikan saran modifikasi olahraga sesuai kondisi dan Anda masih boleh melanjutkan olahraga rutin sesuai anjuran.

Tahan keinginan untuk mempertahankan olahraga seperti biasa selama dokter belum mengizinkan. Termasuk ketika Anda merasa sudah lebih baik. Segera sudahi olahraga dan istirahat bila merasakan sakit pada bagian tubuh yang cedera atau bagian lain. Hindari penggunaan obat pereda nyeri hanya untuk dapat kembali berolahraga. Lebih baik konsumsi obat sesuai dengan resep dokter.

Dalam kasus tertentu, akan jauh lebih baik jika Anda benar-benar mengistirahatkan tubuh tanpa olahraga sama sekali selama beberapa waktu. Khususnya jika dokter meminta Anda untuk beristirahat. 

 

Mengatasi Cedera Olahraga yang Benar

Terdapat beragam jenis cedera olahraga. Untuk menangani cedera olahraga, Anda perlu tahu dulu jenis cedera itu, tingkat keparahan, bagian tubuh yang terkena dampak dan bagian tubuh lainnya. Bila Anda berolahraga di bawah bimbingan pelatih atau instruktur, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memberi tahu mereka. Dengan begitu, mereka bisa memberi bantuan yang dibutuhkan, termasuk memberi pertolongan pertama.

Jangan menahan rasa sakit dengan terus melanjutkan olahraga saat cedera karena itu justru bisa memperburuk keadaan. Dalam banyak kejadian, pertolongan pertama sangat menentukan peluang kesembuhan suatu cedera. Jika tak mendapat penanganan yang tepat secepatnya, ada risiko kerusakan permanen pada bagian tubuh yang cedera. Cedera ringan pun bisa berkembang menjadi lebih serius.

Metode pertolongan pertama yang banyak digunakan adalah RICE atau Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Artinya, bagian tubuh yang cedera harus diistirahatkan, diberi kantong es atau kain dingin, diberi tekanan dengan perban atau kain yang fleksibel, serta dinaikkan lebih tinggi daripada bagian tubuh lain.

Metode ini bertujuan mengurangi rasa sakit dan meminimalkan peradangan serta pembengkakan yang terjadi akibat cedera. Tapi RICE biasanya lebih efektif untuk menangani cedera berupa luka tertutup seperti terkilir, keseleo, atau otot tertarik. Yang juga harus digarisbawahi adalah RICE adalah prosedur pertolongan pertama secara mandiri, bukan tindakan medis untuk menyembuhkan cedera yang umumnya harus dilakukan dengan bantuan tenaga medis profesional.

Baca Juga:  Jenis Latihan untuk Mendapatkan Kebugaran Jantung

 

Cara Memulai Olahraga Lagi Setelah Cedera

Ketika dokter sudah memberikan lampu hijau bahwa Anda dapat berolahraga lagi, mulailah olahraga secara bertahap. Berikut ini beberapa tips yang bisa dipraktikkan saat hendak memulai olahraga lagi setelah cedera:

  • Mulai latihan ringan. Jika sebelumnya cedera, otot perlu waktu untuk pulih seperti sedia kala. Otot yang masih lemah lebih mudah mengalami cedera lagi akibat latihan berlebih. Fokus pada aktifitas fisik alih-alih intensitas latihan.
  • Jaga keseimbangan saat berolahraga agar tidak timbul cedera baru atau cedera lama kumat lagi. Kelenturan juga penting agar otot tidak kaku karena sebelumnya istirahat berolahraga. 
  • Kuatkan seluruh tubuh dengan latihan beban. Otot yang kuat akan mengurangi risiko cedera, terutama pada bagian tubuh yang tidak cedera.
  • Kenakan alat pelindung atau penopang pada bagian tubuh yang cedera jika perlu. Alat ini juga bisa dipakai dalam olahraga saat cedera. Pastikan mengenakan alat secara tepat sesuai dengan saran dokter.

Ingat bahwa tubuh memerlukan waktu untuk dapat pulih dan berfungsi seperti sebelumnya. Karena itu, jangan langsung berolahraga dengan intensitas dan frekuensi seperti sebelum cedera. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Cedera ringan sering kali tak memerlukan perawatan dokter. Anda bisa merawat cedera sendiri selama dengan prosedur yang tepat. Tapi, untuk dapat melakukan olahraga saat cedera dengan aman, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Ikuti saran dokter sepenuhnya agar cedera tak bertambah parah dan Anda bisa kembali berolahraga demi tubuh yang sehat.

 

Reviewed by

dr. Imran Safei.,Sp.KFR (K)

Dokter Spesialis Konsultan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.