• Emergency
  • 150 108

Tanda Lelah Otak yang Harus Diwaspadai

Tanda Lelah Otak yang Harus Diwaspadai

Pernahkah Anda merasa sulit berkonsentrasi saat beraktivitas karena seolah-olah otak lelah sehingga tak bisa diajak bekerja sama? Anda tidak sendirian. Hampir setiap orang pernah mengalami hal ini. Kelelahan memang tak hanya bisa terjadi pada tubuh atau fisik, tapi juga otak atau mental kita. Kondisi ini bisa bersifat ringan tapi sering berdampak buruk terhadap kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebab, gejala, dan penanganan kondisi lelah otak ini.

 


Apa Itu Lelah Otak

Setiap hari kita melakukan aktivitas yang membutuhkan tenaga dan pikiran. Makin lama dan berat aktivitas itu, makin banyak energi dan mental yang terkuras. Namun, dalam kegiatan tertentu yang lebih banyak membutuhkan otak alih-alih otot, kita akan lebih merasa lelah secara mental ketimbang fisik. Inilah disebut lelah otak.

Lelah otak adalah kondisi ketika kita merasa lemas dan tak bergairah untuk beraktivitas, tapi penmicunya bukan kekurangan energi, melainkan pikiran yang terkuras. Kondisi ini cenderung muncul ketika kita berfokus pada tugas yang berat secara mental dalam jangka waktu lama.

Otak yang lelah membuat kita sulit menjaga fokus, menerima informasi, dan melakukan pekerjaan yang sederhana. Kondisi ini sering disebut sebagai penyakit modern karena berhubungan dengan gaya hidup kontemporer, terutama di kota-kota besar yang sibuk.

Harus digarisbawahi bahwa lelah otak berbeda dengan stres. Stres terjadi karena adanya tekanan eksternal yang berpengaruh terhadap mental. Dalam hidup sehari-hari, stres sering tak bisa dihindari. Ada stres yang terjadi dalam jangka pendek (akut), misalnya karena terjebak macet, ada pula yang jangka panjang (kronis), contohnya efek perceraian atau lama menganggur.

Sedangkan lelah otak adalah bentuk kelelahan mental yang parah. Kondisi ini bisa muncul sebagai akibat stres kronis. Tak jarang kelelahan mental dibarengi dengan kelelahan fisik, khususnya pada kalangan pekerja di bidang sosial, keamanan, dan kemanusiaan yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima, seperti tenaga kesehatan, tentara, dan polisi.

 

Penyebab Lelah Otak

Lelah otak bisa terjadi ketika waktu istirahat tidak sebanding dengan emosi dan mental yang terkuras saat menjalani aktivitas sepanjang hari. Sama seperti kondisi fisik yang perlu istirahat setelah berolahraga, kondisi mental juga perlu pemulihan dari berbagai hal yang menyebabkan tekanan pada mental. Pemulihan ini bisa dilakukan lewat relaksasi dan meluangkan waktu untuk bersantai.

Baca Juga:  Sakit Kepala Saat Kepanasan, Apakah Berbahaya?

Ada banyak potensi penyebab lelah otak, seperti kecemasan berlebih, beban kerja yang terus-menerus datang, sedikit atau tak ada keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan, khawatir terhadap keuangan, tanggung jawab rumah tangga, ketidakpuasan atas satu atau beberapa hal dalam hidup, serta peristiwa besar dalam hidup yang mengguncang.

 

Gejala Lelah Otak

Terdapat beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan kondisi lelah otak. Tanda dan gejala itu terlihat dari kondisi fisik, mental, emosional, mental, dan perilaku. Di antaranya:

  • Fisik: sakit kepala, pegal-pegal, otot menegang, sulit tidur, butuh upaya lebih besar dan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan tugas sehari-hari, lesu
  • Mental: mudah dan sering marah, pikiran kosong, bersikap sinis, sulit berkonsentrasi, bermasalah dengan ingatan, merasa lebih sedih dan khawatir daripada biasanya, berpikiran negatif terhadap masa depan
  • Emosional: merasa kewalahan dan tak berdaya, terus-menerus cemas, kehilangan motivasi, tidak peduli terhadap sekitar
  • Perilaku: menarik diri dari lingkungan, sering menghindar dari orang lain, kerap menunda-nunda sesuatu, bersikap ragu, meninggalkan hobi, tak dapat bekerja dengan efektif

 

Cara Menangani Lelah Otak

Penanganan lelah otak membutuhkan kesadaran pribadi dalam mengantisipasi potensi penyebab sehingga dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini. Berikut ini sejumlah tipsnya:

1. Batasi penggunaan media sosial

Konten di media sosial mungkin bisa menghibur, tapi banyak juga konten yang bisa menimbulkan efek negatif terhadap kondisi mental seseorang. Terlalu sering bermedia sosial juga bisa mengganggu waktu tidur sehingga otak tak punya cukup waktu untuk beristirahat.

2. Bercerita kepada orang lain

Komunikasi dengan orang lain adalah kunci untuk dapat melepaskan beban atau tekanan mental meski hanya sedikit. Dengan bercerita, kita akan merasa lebih lega. Perasaan lega ini baik untuk pemulihan kondisi mental. Bila tidak yakin hendak bercerita kepada siapa, temui psikolog yang lebih memahami masalah mental.

3. Tidur cukup di malam hari

Pastikan tidur setidaknya 7-8 jam agar kondisi fisik dan mental dapat pulih sepenuhnya di pagi hari. Terapkan kebiasaan yang positif dan menenangkan di malam hari sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur. Misalnya bermeditasi atau berdoa serta mematikan gadget sebelum tidur agar pikiran lebih tenang.

Baca Juga:  Nyeri Kepala: Kapan Perlu ke Dokter?

4. Mengambil jeda di siang hari

Mengistirahatkan otak di siang hari juga perlu terutama ketika sedang melakukan aktivitas yang menguras mental. Tapi tak seperti malam hari yang mengharuskan kita untuk tidur, jeda di siang hari bisa dengan cara sederhana, seperti latihan pernapasan, jalan santai ke luar rumah, meregangkan otot tubuh, atau mengobrol dengan orang lain.

5. Lakukan kesenangan untuk diri sendiri

Kita bertanggung jawab terhadap kesehatan mental dan fisik kita sendiri. Karena itu, jangan lupa untuk melakukan kesenangan yang bermanfaat untuk diri sendiri. Hal yang menyenangkan akan membuat kondisi mental lepas dari tekanan. Misalnya berolahraga, ke salon, menonton film di bioskop, menikmati alam sekitar, piknik bersama keluarga, hingga sekadar mandi berendam dengan santai.

 

Kapan ke Dokter

Respons setiap orang terhadap kondisi lelah otak berbeda-beda. Yang pasti, ada risiko kelelahan itu bertahan dalam jangka waktu lama dan memburuk hingga menurunkan kualitas hidup. Jika Anda merasakan tekanan mental yang hebat dan tak dapat meredakannya, sebaiknya segera datangi dokter spesialis kesehatan mental baik psikolog maupun psikiater. Uluran tangan dari tenaga profesional dapat membantu Anda dalam menangani lelah otak dan memulihkan kualitas hidup.

 

Reviewed by

dr. Santoso, Sp.N

Dokter Spesialis Saraf

Primaya Hospital Semarang

 

Referensi:

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.