• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Anoreksia Nervosa : Kenali Gangguan Makan yang Berbahaya

Anoreksia Nervosa Kenali Gangguan Makan yang Berbahaya

Kemudahan teknologi dan pengaruh masif dari media sosial dapat memiliki dampak negatif bagi sebagian populasi. Hal ini berdampak ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dan keinginan untuk menurunkan berat badan secara ekstrim dan berlebihan yang mempengaruhi kesehatan tubuh dan mental penderita.

Penderita anorexia nervosa tidak dapat melihat bahwa tubuh mereka sudah kekurangan nutrisi karena memandang makanan sebagai masalah utama. Orang yang mengidap anorexia nervosa memiliki ketakutan yang berlebihan jika berat badannnya baik.

buat jani dokter primaya

 

Mengenal Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa merupakan gangguan perilaku makan yang ditandai dengan berat badan yang sangat rendah, rasa takut yang berlebihan pada kenaikan berat badan, dan persepsi yang salah terhadap berat badan.

Seseorang yang mengalami kecenderungan anorexia nervosa merasa takut yang berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Sehingga individu akan menahan rasa lapar dan tidak akan makan walaupun dirinya merasakan rasa lapar. Kondisi anoreksia nervosa dapat membahayakan secara medis dan melibatkan kondisi mental yang membutuhkan penanganan secara komprehensif oleh professional.

Terdapat dua jenis anoreksia nervosa yang utama, yakni:

  • Restricting: pasien anoreksia jenis ini membatasi kuantitas dan jenis makanan yang dikonsumsi. Misalnya dengan menghitung kalori secara detail, melewatkan makan, membatasi makanan tertentu (misalnya karbohidrat), dan mengikuti aturan yang obsesif, seperti hanya makan makanan berwarna tertentu. Perilaku ini bisa disertai dengan olahraga berlebih.
  • Binge eating/purging: dalam jenis ini, pasien juga membatasi makanannya. Tapi pasien cenderung makan berlebih dan tak terkendali, lalu mengeluarkannya dengan muntah atau menyalahgunakan obat pencahar.

 

Gejala

Gejala anoreksia nervosa berbeda dalam hal intensitas antara satu orang dan orang lain. Gejala ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik, emosional, dan mental. Salah satunya adalah takut berat badannya bertambah. Pasien akan merasa tubuhnya lebih gemuk dari yang sebenarnya.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala umum anoreksia:

  • Membatasi prosi makan seminimal mungkin atau tidak makan sama sekali sehingga berat badan semakin turun dengan perawakan kurus.
  • Pembatasan asupan makan sangat ekstrim ini menyebabkan malnutrisi sehingga kebutuhan zat- zat gizi penting tidak tercukupi yang berakibat rambut rontok, kulit kering, kuku kering dan rapuh.
  • Membatasi minum secara berlebihan.
  • Olahraga yang terlalu berlebihan karena didorong niat untuk menurunkan berat badan secara berlebihan
  • Pasien sering merasa kelelahan hingga pingsan
  • Menggunakan obat – obatan seperti obat pencahar atau penekan nafsu makan tanpa petunjuk dan pengawasan dokter.
  • Pasien dapat menunjukkan gejala depresi, seperti suasana perasaan sedih, iritabilitas, insomnia, menarik diri secara sosial, dan berkurangnya minat pada seks.
Baca Juga:  Rekomendasi Diet untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Faktor- faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya anorexia nervosa

  • kepribadian,
  • image sosial
  • budaya media sosial
  • lingkungan sosial
  • citra diri terkait berat badan.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Anoreksia Nervosa

Dokter keluarga, dokter anak, atau psikiater dapat mendiagnosis anoreksia nervosa. Prosedur diagnostik yang dilakukan antara lain dengan pemeriksaan fisik dan evaluasi kesehatan mental. Dokter akan mengecek apakah penurunan berat badan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan pasien.

Dokter juga akan memeriksa beberapa hal lain pada pasien, seperti:

  • Ketakutan yang kuat terhadap bertambahnya berat badan
  • Pandangan yang melenceng mengenai tubuhnya dibanding kondisi yang sebenarnya (distorsi citra tubuh)
  • Tingkat kepercayaan diri dipengaruhi anggapan tentang bentuk dan berat badan
  • Kurang mengakui bahwa penurunan berat badan mempengaruhi kesehatan

 

Cara Mengatasi Anoreksia Nervosa

Penanganan pasien anoreksia melibatkan beberapa hal, seperti obat-obatan, psikoterapi dan edukasi nutrisi. Obat-obatan yang umumnya diberikan kepada pasien anoreksia adalah antidepresan. Obat tersebut akan lebih efektif apabila dibarengi dengan prosedur psikoterapi.

Psikoterapi dilakukan untuk mengetahui masalah pasien yang menyebabkan anoreksia dan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tak jarang upaya psikoterapi juga melibatkan keluarga pasien.

Pengobatan anoreksia biasanya berlangsung dalam jangka panjang dan membutuhkan kerja sama yang baik antara professional medis, pasien, dan keluarga. Pasien anoreksia harus memiliki keinginan tinggi untuk sembuh agar pengobatan dapat berjalan efektif.

Baca Juga:  Obesitas pada Anak: Tanda, Penanganan, dan Pencegahan

 

Komplikasi

Dalam jangka panjang, anoreksia nervosa bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang serius karena kekurangan nutrisi. Di antaranya:

  • Masalah pada otot dan tulang, termasuk merasa letih dan lesu, osteoporosis, serta masalah tumbuh kembang fisik pada anak-anak dan remaja
  • Gangguan kesuburan
  • Kehilangan gairah seksual
  • Masalah pada pembuluh darah dan jantung
  • Masalah pada otak dan saraf
  • Penyakit ginjal
  • Daya tahan tubuh melemah
  • Keinginan bunuh diri

 

Pencegahan

Beberapa langkah untuk mencegah terjadinya anoreksia nervosa

  • Menerapkan kebiasaan makan sehat dengan gizi seimbang
  • Membangun kepercayaan diri dan meningkatkan rasa cinta kepada diri sendiri.
  • Berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinis dalam melakukan program penurunan berat badan yang sehat dan tepat.
  • Bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terbawa pengaruh buruk.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kunci untuk sembuh dari anoreksia nervosa adalah mendapat pertolongan medis sesegera mungkin. Jika ada kerabat atau kenalan yang diduga mengalami anoreksia, beri dukungan agar ia mau memeriksakan diri dan menjalani perawatan oleh tenaga medis professional agar dapat sembuh.

 

Reviewed by

dr. Nathalia Safitri, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

  • Terminal anorexia nervosa: three cases and proposed clinical characteristics. https://jeatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/s40337-022-00548-3. Diakses 6 Maret 2023
  • Anorexia nervosa. https://www.nature.com/articles/nrdp201574. Diakses 6 Maret 2023
  • What are Eating Disorders?. https://www.psychiatry.org/patients-families/eating-disorders/what-are-eating-disorders. Diakses 6 Maret 2023
  • Overview – Anorexia. https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/anorexia/overview/. Diakses 6 Maret 2023
  • What Are the Causes of Anorexia Nervosa?. https://psychcentral.com/eating-disorders/anorexia-nervosa-causes. Diakses 6 Maret 2023
  • Anorexia Nervosa. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/eating-disorders/anorexia-nervosa. Diakses 6 Maret 2023
  • Anorexia nervosa – types, causes, treatment and symptoms. https://www.healthdirect.gov.au/anorexia-nervosa. Diakses 6 Maret 2023
  • Anorexia Nervosa. https://www.nationaleatingdisorders.org/learn/by-eating-disorder/anorexia. Diakses 6 Maret 2023
  • Anorexia nervosa. https://www.bmj.com/content/334/7599/894. Diakses 6 Maret 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.