• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Gangguan Kesehatan pada Lansia Umum

Gangguan Kesehatan pada Lansia Umum

Menjadi tua itu pasti. Seiring waktu, usia kita akan bertambah, diiringi dengan perubahan besar maupun kecil pada tubuh. Mulai dari kulit yang mengerut, rambut berubah warna, pergerakan yang kian melambat, dan lain sebagainya. Seiring bertambah usia, bertambah pula gangguan kesehatan yang akan kita miliki.

Konsultasikan gangguan kesehatan pada lansia di rumah dan dapatkan layanan homecare terbaik bersama Kavacare. Kavacare menyediakan kunjungan perawat profesional ke rumah, panggil dokter ke rumah, dan layanan homecare lainnya. Kunjungi website Kavacare atau hubungi Kavacare Support melalui WhatsApp di nomor 0811-1446-777 untuk informasi lebih lanjut.


Tahap-Tahap Normal Proses Penuaan

Penuaan merupakan hasil dari dampak akumulasi berbagai kerusakan fisik, dari tingkat kecil hingga tingkat besar – seperti kerutan pada kulit hingga penurunan fungsi organ dalam.Hal ini menyebabkan penurunan secara bertahap dalam kapasitas fisik maupun mental, peningkatan risiko penyakit, dan akhirnya, kematian. Perubahan-perubahan ini tidak linier atau bersifat konsisten, dan hanya sedikit terkait dengan usia seseorang dalam beberapa tahun.

Keragaman yang terlihat di usia lanjut bukanlah hal yang acak. Di luar perubahan biologis, penuaan seringkali dikaitkan dengan transisi kehidupan lainnya seperti pensiun, relokasi ke perumahan yang lebih layak, dan kematian teman serta pasangan.

Memiliki umur yang panjang adalah idaman semua orang, terutama berusia panjang dengan kesehatan yang cukup. Dua kombinasi ini dapat dipengaruhi dari berbagai aspek. Meski beberapa variasi dalam kesehatan usia lanjut adalah genetik, namun Sebagian besar juga disebabkan oleh lingkungan dan kehidupan sosial – termasuk rumah, lingkungan hidup, serta komunitas. Juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, seperti etnis, jenis kelamin ataupun status sosial ekonomi.

Lingkungan dan kehidupan sosial dapat mempengaruhi kesehatan secara langsung maupun tidak langsung. Mempertahankan gaya hidup sehat sepanjang hidup, terutama makan makanan yang seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan menahan diri dari penggunaan tembakau – semua berkontribusi untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular, meningkatkan kapasitas fisik dan mental, serta menunda perawatan intensif akibat penuaan.

Gangguan Kesehatan yang Umum Terjadi

Gangguan kesehatan pada lansia termasuk gangguan pendengaran, katarak, kelainan refraksi, nyeri pada punggung dan leher serta osteoarthritis, penyakit paru obstruktif kronis, diabetes, demensia hingga depresi. Seiring bertambahnya usia, maka kita cenderung mengalami beberapa kondisi pada saat yang bersamaan.

Beberapa gangguan kesehatan pada lansia sering terjadi dan beberapa gejala tidak disebabkan oleh penuaan. Berikut beberapa saran tentang cara membedakannya:

1. Gangguan Kesehatan Mata

Di sekitar usia 40 tahun, hampir semua orang akan menggunakan kacamata baca. Presbiopia terjadi saat lensa mata menjadi kaku dan tidak bisa menyesuaikan untuk memfokuskan kembali dari penglihatan jauh ke penglihatan dekat. Katarak, atau kekeruhan lensa mata, mungkin akan mulai mempengaruhi penglihatan Anda saat mencapai usia 60-an. Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko katarak, yang dapat diperbaiki melalui operasi untuk mengganti lensa mata.

Apabila Anda merasa memiliki penglihatan sekitar yang lebih buruk dibandingkan penglihatan sentral atau sebaliknya, Anda mungkin memiliki kondisi mata yang serius dan memerlukan perawatan lebih lanjut. Glaukoma terjadi saat tekanan pada mata meningkat hingga menyebabkan kerusakan pada saraf optic. Dua bentuk degenerasi makula mempengaruhi pusat retina, sehingga menyebabkan hilangnya penglihatan sentral.

Baca Juga:  5 Tips Merawat Pasien Tirah Baring atau Bedrest

2. Gangguan Pendengaran

Sekitar sepertiga orang yang berusia 60 tahun atau lebih mengalami gangguan pendengaran. Kondisi ini yang dikenal sebagai presbikusis atau degenerasi indra pendengaran, akibat hilangnya reseptor sensorik di telinga bagian dalam. Pada awalnya, beberapa suara mungkin tampak teredam, dan suara bernada tinggi mungkin lebih sulit dipahami. Pria cenderung memiliki lebih banyak gangguan pendengaran dibandingkan dengan wanita.

Nyeri, drainase pada telinga, atau kehilangan pendengaran yang cepat bisa menjadi tanda tumor atau infeksi. Apabila pendengaran di satu telinga terasa lebih buruk daripada yang lain, maka dapat menjadi alasan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3. Penurunan Stamina dan Energi

Seiring bertambahnya usia, kita kehilangan jaringan otot dan kondisi otot menjadi lebih kaku serta kurang kencang. Latihan beban dan peregangan dapat meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, meski kita tidak dapat sepenuhnya melawan proses penuaan alami ini.

Organ kita juga kehilangan cadangan ekstra. Dinding jantung menjadi lebih tebal, arteri menjadi lebih kaku, dan detak jantung melambat seiring bertambahnya usia. Penuaan jantung adalah alasan utama mengapa mungkin lebih sulit untuk berolahraga dengan penuh semangat ketika kita berusia lebih dari 20 tahun. Namun, mempertahankan aktivitas olahraga yang teratur dapat meningkatkan stamina kita.

Satu dari 10 orang berusia 65 tahun atau lebih menderita anemia, atau sel darah merah pembawa oksigen yang rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan dan dapat diobati dengan suplemen zat besi atau obat-obatan untuk memacu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah.

4. Tekanan Darah Tinggi

Penuaan bukanlah penyakit, namun perubahan tubuh kita yang membuat kita rentan terhadap beberapa kondisi medis. Salah satu gangguan kesehatan pada lansia adalah tekanan darah tinggi.

Penyebab pasti dari tekanan darah tinggi atau hipertensi masih belum diketahui. Ada beberapa faktor yang berperan dalam gangguan kesehatan ini, seperti genetik, obesitas, asupan garam serta proses penuaan. Pembuluh darah cenderung menjadi kurang elastis seiring bertambahnya usia, dan kekakuan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Lebih dari separuh orang berusia 60 tahun ke atas memiliki tekanan darah tinggi – berkisar di angka 130 (sistolik) dan di atas 80 (diastolik), bahkan lebih tinggi. Diet rendah sodium, olahraga secara teratur, konsumsi makanan sehat serta menjaga berat badan mampu mencegah tekanan darah tinggi pada lansia.

5. Pikun atau Berkurangnya Daya Ingat

Gangguan kesehatan pada lansia yang umum dan banyak terjadi yakni berkurangnya daya ingat atau pikun. Umumnya, pemrosesan informasi melambat seiring bertambahnya usia, dimana orang yang lebih tua mengalami lebih banyak masalah dalam multitasking atau tidak bisa melakukan berbagai aktivitas dalam satu waktu.

Mengurangi Risiko Kesehatan pada Lansia

Ada banyak penelitian yang dilakukan untuk gangguan kesehatan pada lansia, termasuk cara-cara untuk mengurangi gangguan yang ada. Cara-cara ini dapat meningkatkan dan mempertahankan kesehatan yang optimal di kemudian hari. Seperti menjaga kesehatan fisik Anda agar tetap bergerak aktif, memilih konsumsi makanan sehat, serta waktu tidur yang cukup.

1. Olahraga dan Terus Bergerak Aktif

Sebuah penelitian terhadap orang dewasa berusia lebih dari 40 tahun menemukan bahwa mengambil 8.000 langkah atau lebih per hari, dibandingkan dengan hanya mengambil 4.000 langkah, memiliki risiko kematian 51 persen lebih rendah. Anda dapat meningkatkan jumlah langkah setiap hari dengan melakukan aktivitas yang membuat tubuh Anda tetap bergerak. Seperti berkebun, jalan-jalan sore, mengajak hewan peliharaan jalan-jalan, hingga menggunakan tangga daripada lift.

Baca Juga:  Kenali Penyebab Kaki Bengkak

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti program olahraga bersama teman-teman atau mengikuti komunitas olahraga agar lebih bersemangat berolahraga. Seperti klub golf, mengikuti kelas Zumba, dan masih banyak lagi.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Membuat pilihan makanan yang sehat dapat melindungi Anda dari gangguan kesehatan pada lansia. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat juga membantu Anda meningkatkan fungsi organ serta menjaga kesehatan. 

Diet rendah sodium atau diet rendah garam yang disebut Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) juga telah terbukti memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Studi yang menguji diet DASH menemukan bahwa diet ini mampu menurunkan tekanan darah, membantu menurunkan berat badan, serta mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

3. Waktu Tidur yang Cukup

Kualitas tidur penting untuk memori dan suasana hati. Dalam sebuah penelitian terhadap orang berusia lebih dari 65 tahun, menemukan bahwa mereka yang memiliki kualitas tidur yang buruk memiliki waktu yang lebih sulit untuk berkonsentrasi dan memecahkan masalah dibandingkan dengan yang mendapat kualitas tidur yang baik.

Studi lain dengan data hampir 8.000 orang menunjukkan bahwa mereka yang berusia 50-an dan 60-an yang tidur selama enam jam atau kurang berisiko lebih tinggi terkena demensia di kemudian hari. Hal ini mungkin karena kurangnya waktu tidur dikaitkan dengan penumpukan beta-amiloid, protein yang terlibat dalam penyakit Alzheimer. Kurang tidur juga memperburuk gejala depresi pada lansia.  Bukti yang ada menunjukkan bahwa lansia yang didiagnosis dengan depresi di masa lalu dan tidak mendapat tidur yang berkualitas, lebih mungkin mengalami gejala depresi kembali.

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anda tidur lebih baik, seperti membuat jadwal tidur yang teratur. Cobalah untuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Hindari tidur siang, karena dapat membuat Anda tetap terjaga di malam hari.

Manfaat Homecare Bagi Lansia

Gangguan kesehatan pada lansia dapat membatasi gerak serta mengurangi kualitas tubuh dalam beraktivitas. Homecare atau perawatan kesehatan dari rumah dapat menjadi alternatif yang tepat untuk para lansia, di mana mereka bisa mendapatkan perawatan dan konsultasi kesehatan dengan nyaman dan aman dari rumah. 

 

(Artikel ini telah direview oleh dr. Eddy Wiria, PhD., Co-Founder & CEO Kavacare)

Referensi:

  • Ageing and Health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ageing-and-health#:~:text=Common%20conditions%20in%20older%20age,conditions%20at%20the%20same%20time diakses pada 16 Oktober 2022
  • Is This Normal Aging or Not? https://www.webmd.com/healthy-aging/features/normal-aging-changes-and-symptoms diakses pada 16 Oktober 2022
  • What Do We Know About Healthy Aging? https://www.nia.nih.gov/health/what-do-we-know-about-healthy-aging diakses pada 16 Oktober 2022
  • 10 Steps to Healthy, Happy Aging https://www.everydayhealth.com/senior-health/understanding/index.aspx diakses pada 16 Oktober 2022
  • What is Healthy Aging? https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1098612X16649522 diakses pada 16 Oktober 2022
  • Healthy Aging in Later Life https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1066480707309610 diakses pada 16 Oktober 2022
  • Healthy Aging After Age 65: A Life-Span Health Production Function Approach https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0164027517713312 diakses pada 16 Oktober 2022
  • A Vision of Longevity and Healthy Aging https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0733464814558878 diakses pada 16 Oktober 2022
Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.