Cegah Sakit Jantung dengan Rutin Medical Check Up Sejak Muda

Cegah Sakit Jantung dengan Rutin Medical Check Up Sejak Muda

Menurut Sample Registration System Indonesia, penyakit jantung menyebabkan kematian paling banyak nomor dua di bawah stroke. BPJS Kesehatan pun mencatat adanya kenaikan klaim biaya perawatan jantung tahun demi tahun. Hal itu menandakan penyakit jantung masih menjadi momok besar di negeri ini. Padahal setiap orang bisa mencegah sakit jantung dengan berbagai cara.

Salah satu cara cegah sakit jantung adalah dengan rutin menjalani medical check up. Seseorang mungkin mengidap penyakit jantung tanpa gejala yang kentara. Itu sebabnya perlu pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama yang memiliki faktor risiko tinggi sakit jantung.

Penyakit jantung tidak kenal usia. Orang muda berusia 20-an tahun pun bisa terkena serangan jantung. Maka cara terbaik untuk mendeteksi risiko sakit jantung adalah memeriksakan diri sejak muda. Deteksi dini lewat medical check up menjadi langkah penting untuk cegah sakit jantung.

Pentingnya Medical Check Up

Medical check up adalah prosedur pemeriksaan kesehatan diri secara menyeluruh di laboratorium atau rumah sakit. Dalam pemeriksaan ini, akan diketahui kondisi medis seseorang secara umum. Bila ada tanda gangguan kesehatan, orang yang menjalani pemeriksaan bisa menentukan langkah segera untuk mengatasinya.

Tapi kebanyakan orang merasa takut atau malas mengikuti medical check up. Alasannya beragam. Yang paling sering adalah khawatir mendapati penyakit dalam tubuhnya sehingga harus dirawat atau menerapkan pantangan tertentu. Padahal justru itulah pentingnya medical check up.

Baca Juga:  Elektrokardiogram, Kenapa Diperlukan Tes EKG Jantung?

Dengan mengetahui adanya tanda atau gejala masalah kesehatan sedari dini, peluang kesembuhan makin besar. Khusus untuk upaya cegah sakit jantung, medical check up menjadi tahap pertama sebelum pemeriksaan spesifik terhadap kondisi jantung untuk menegakkan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

Sasaran medical check up yang terkait dengan pencegahan sakit jantung mencakup:

  • Tekanan darah
  • Kadar kolesterol
  • Level gula darah
  • Ketahanan fisik

Penyebab Sakit Jantung

Penyakit jantung bisa muncul akibat berbagai penyebab, seperti kerusakan pada sebagian atau seluruh bagian jantung, masalah pembuluh darah di sekitar jantung, atau kurangnya pasokan oksigen ke jantung. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kemiskinan dan stres sebagai dua faktor kunci yang menyebabkan meningkatnya kasus penyakit jantung dan kardiovaskuler secara global.

Sebagai langkah cegah sakit jantung, kedua faktor tersebut bisa dikendalikan. Faktor lain yang juga dapat dikelola antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol tinggi
  • Pola hidup tidak sehat
  • Kelebihan berat badan

Namun ada pula faktor yang di luar kendali manusia, seperti umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan ras.

Tips Mencegah Sakit Jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian. Walau demikian, banyak cara untuk cegah sakit jantung. Poin utama terletak pada perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Baca Juga:  Hati-hati, Serangan Jantung Dapat Menyerupai Sakit Maag !

Kontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko besar penyakit jantung. Karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah secara rutin setidaknya sekali dalam setahun bagi orang dewasa. Pemeriksaan harus lebih sering jika punya tekanan darah tinggi.

Kendalikan kadar kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi bisa menyumbat arteri dan meningkatkan risiko sakit jantung. Ubahlah gaya hidup dan konsumsi obat-obatan jika perlu untuk menurunkan kolesterol.

Jaga berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas juga akan memicu penyakit jantung. Sebab, kondisi berat badan lebih dari batas ideal akan berpengaruh pada kadar kolesterol dan tekanan darah. Orang yang obesitas juga lebih berisiko mengalami diabetes, salah satu faktor penyakit jantung.

Makan makanan sehat

Kurangi asupan lemak, sodium, garam, dan gula dari makanan. Sebaiknya, perbanyak konsumsi buah dan sayur. Pola makan ini akan membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Rutin berolahraga

Olahraga memberikan sederet manfaat. Selain menguatkan daya tahan tubuh, jantung bisa lebih sehat. Berat badan juga dapat terjaga tetap ideal dengan olahraga secara rutin.

Istirahat cukup

Orang yang kurang beristirahat berisiko memiliki tekanan darah tinggi dan mengidap obesitas. Risiko stres juga akan meningkat. Sebaiknya tidur sekurangnya 7 jam sehari agar tubuh punya waktu cukup untuk beristirahat.

Jauhi rokok

Kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko sakit jantung karena naiknya tekanan darah. Risiko terkena stroke pun bisa meningkat akibat asap rokok.

Baca Juga:  Yang Harus Kamu Ketahui Seputar Kateterisasi Jantung

Kita bisa cegah sakit jantung sedini mungkin dengan rutin menjalani medical check up. Medical check up bisa dilakukan mulai usia 18 tahun. Bagi yang berusia di bawah 40 tahun, pakar kesehatan memberikan rekomendasi medical check up setiap lima tahun sekali. Sedangkan bagi yang berumur 40 tahun ke atas setiap satu hingga tiga tahun sekali.

 

Ditinjau oleh:

dr. Darwin Maulana, Sp.JP, FIHA

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

https://medlineplus.gov/howtopreventheartdisease.html

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-disease-prevention/art-20046502

https://www.cdc.gov/heartdisease/prevention.htm

https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/how-to-help-prevent-heart-disease-at-any-age

https://www.who.int/cardiovascular_diseases/guidelines/Full%20text.pdf

https://www.heart.org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/heart-health-screenings

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-saja-faktor-risiko-penyebab-penyakit-jantung-koroner-pjk

Sumber gambar : Freepic

Bagikan ke :