Kelelahan Hingga Pingsan Apakah Gejala Penyakit Jantung?

Kelelahan Hingga Pingsan, Apakah Gejala Penyakit Jantung_

Bila Anda merasa lebih sering kelelahan setelah melakukan aktivitas biasa, misalnya menaiki anak tangga di rumah atau di kantor, mungkin kini saatnya bagi Anda untuk memeriksakan diri. Sebab, bisa jadi itu adalah gejala penyakit jantung. Kegagalan fungsi jantung bisa membuat seseorang merasa lelah, bahkan sampai hilang kesadaran diri alias pingsan. Kegiatan yang sebelumnya terasa enteng menjadi lebih berat.

Kelelahan adalah salah satu gejala umum penyakit jantung, terutama gagal jantung. Gejala ini lebih buruk pada pasien gagal jantung dengan gangguan fungsi diastolik. Pasien gagal jantung ini memiliki masalah pada sistem jantung yang berdampak pada kurangnya pasokan darah dan oksigen ke otak dan otot. Karena kurangnya pasokan itu, pasien kerap mengalami kelelahan hingga pingsan.

Walau demikian, mudah lelah tidak selalu menandakan gejala penyakit jantung. Depresi, kurang tidur, dan pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan kelelahan.

Apakah Pingsan Tanda Sakit Jantung?

Meski jarang terjadi, beberapa masalah jantung yang serius bisa mengakibatkan pingsan. Kondisi terkait denga jantung yang paling sering memicu pingsan adalah masalah pada sistem kelistrikan jantung. Masalah ini bisa menyebabkan gangguan irama detak jantung alias aritmia. Pingsan juga bisa menjadi gejala penyakit jantung lain, seperti pembengkakan jantung, jantung lemah, sobekan pada aorta, atau kerusakan otot jantung akibat serangan jantung.

Baca Juga:  Yang Harus Kamu Ketahui Seputar Kateterisasi Jantung

Pingsan sebenarnya merupakan mekanisme keselamatan diri. Ketika kadar oksigen dan darah di otak rendah, tubuh akan segera menghentikan kerja organ non-vital untuk menyalurkan langsung sumber tenaga ke organ vital.

Dalam istilah medis, pingsan disebut syncope. Pingsan tidak semata-mata menjadi gejala penyakit jantung. Ada pemicu lain yang lebih ringan, seperti kepanasan, dehidrasi, hingga perubahan posisi tubuh yang mendadak seperti dari duduk ke berdiri.

Orang yang pingsan dengan dugaan gejala penyakit jantung tapi kondisinya tak serius tak perlu menjalani rawat inap. Evaluasi di ruang perawatan dibutuhkan jika didapati kondisi medis yang serius, seperti adanya aritmia, iskemia jantung, atau emboli paru.

Dokter akan menjalankan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan apakah kondisi pingsan itu merupakan tanda penyakit jantung yang membutuhkan penanganan mendesak. Alat pemeriksaan tersebut antara lain:

  • Elektrokardiogram
  • Ekokardiogram
  • Monitor Holter
  • MRI jantung
  • Elektrofisiologi
  • Implan perekam jantung
Baca Juga:  Manfaat Ekokardiografi Bagi Penderita Penyakit Jantung  

Penanganan yang Harus Dilakukan Setelah Pingsan

Orang yang mengalami tanda-tanda akan pingsan, seperti pusing, mual, dan keluar keringat dingin di telapak tangan, sebaiknya segera duduk atau berbaring. Orang yang pingsan bisa segera siuman, tapi mungkin akan merasa sedikit kebingungan. Jadi jangan langsung berdiri, melainkan tunggu hingga kesadaran pulih sepenuhnya.

Pingsan tak selalu menjadi gejala penyakit jantung, tapi ada kemungkinan masalah kesehatan pada diri seseorang. Karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara detail di rumah sakit, terutama untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah jantung.

Penanganan pasien penyakit jantung yang kerap pingsan bergantung pada apa penyebabnya yang spesifik. Misalnya penggantian obat-obatan, operasi untuk menangani masalah katup, ablasi untuk irama detak jantung terlalu cepat, pemasangan alat pacu jantung untuk detak jantung yang lambat, serta pemasangan defiblirator bagi pasien yang berisiko meninggal mendadak.

Resep terbaik untuk menangani gejala penyakit jantung adalah hidup sehat. Terapkan pola makan dengan gizi seimbang, jauhi rokok, dan rutin berolahraga. Resep ini amat berguna sekalipun tidak ada gejala penyakit jantung yang terasa.

Baca Juga:  Penyakit Gangguan Irama Jantung, Gejala dan Cara Mengobatinya

 

Ditinjau oleh:

dr. Darwin Maulana, Sp.JP, FIHA

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

https://www.heartfoundation.org.nz/journeys/more-tired-by-the-day-and-no-clue-why

https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/wellbeing/living-with-fatigue

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17536-syncope

https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/symptoms-diagnosis–monitoring-of-arrhythmia/syncope-fainting

https://www.icm-mhi.org/en/health-care-and-services/cardiovascular-diseases/cardiovascular-syncope

Bagikan ke :