Pengobatan Henti Jantung Mendadak

Pengobatan Henti Jantung Mendadak

Henti jantung mendadak terjadi ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh. Henti jantung adalah kondisi yang sangat serius dan memerlukan pertolongan segera. Sebab, individu yang mengalaminya bakal seketika kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas. Setiap detik sangatlah menentukan. Bila tak ada penanganan secepatnya, henti jantung bisa berakibat fatal.

Karena itu, setiap orang mesti mewaspadai bahayanya henti jantung mendadak. Gejala henti jantung mendadak kadang tidak kentara. Orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung patut menaruh perhatian lebih besar pada masalah ini, terutama soal aritmia alias gangguan irama detak jantung. Ada sejumlah alternatif pengobatan untuk mengantisipasi terjadinya henti jantung mendadak. Berikut ini contohnya:

 

Dengan Obat-Obatan

Dokter spesialis jantung menggunakan berbagai macam obat anti-aritmia untuk situasi darurat atau perawatan jangka panjang terhadap pasien aritmia. Kelompok obat-obatan yang bernama beta blocker paling sering diresepkan bagi orang yang memiliki risiko henti jantung mendadak.

Obat lain yang kerap dipakai antara lain ACE dan obat khusus untuk menghambat aliran kalsium. Beragam obat ini secara teori memberikan manfaat untuk situasi tertentu terkait dengan kondisi tersebut. Tapi belum ada yang terbukti dapat meningkatkan potensi pulihnya pasien dalam jangka panjang sehingga perlu dibarengi dengan pengobatan lain.

Baca Juga:  Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Sakit Jantung?

 

Implan Alat Kejut Jantung (ICD)

Alat ini berfungsi mencegah kematian mendadak pada pasien yang memiliki masalah aritmia, terutama takikardia dan fibrilasi atrium. Dengan tenaga baterai, ICD ditempatkan di bawah kulit untuk memantau detak jantung. Seutas kabel kecil menyambungkan ICD dengan jantung. Saat irama detak jantung yang abnormal terdeteksi, ICD akan mengirim listrik kejut untuk menormalkan irama.

Berbagai studi menunjukkan bahwa ICD memiliki peran penting dalam mengatasi henti jantung mendadak. Khususnya bagi pasien yang berisiko tinggi mengalami aritmia. Ada ICD generasi baru yang punya dua fungsi, yakni menghantarkan listrik serta menjadi alat pacu jantung.

 

Pemasangan Ring Jantung (Angioplasti Koroner)

Angioplasti koroner meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien henti jantung mendadak. Dalam prosedur medis ini, dokter menggunakan semacam balon khusus yang dimasukkan ke tubuh memakai kateter untuk membuka blokade pada arteri yang tersumbat atau menyempit. Dengan begitu, aliran darah ke otot jantung kembali lancar.

Baca Juga:  Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan GERD?

Dokter juga bisa sekaligus memasang ring jantung dalam tindakan ini. Ring jantung atau stent yang terbuat dari baja antikarat dimasukkan bersamaan dengan balon agar pembuluh darah arteri tetap terbuka dalam jangka waktu lebih lama.

 

Ablasi Jantung (Radiofrequency Catheter Ablation)

Prosedur medis ini secara spesifik bertujuan mengatasi masalah irama detak jantung yang cepat dan tak teratur. Ablasi jantung menggunakan energi radiofrekuensi (seperti panas microwave) untuk menghancurkan bagian kecil jaringan jantung yang memicu aritmia. Dengan hilangnya jaringan itu, detak jantung dapat kembali teratur.

Karena itulah dokter spesialis jantung juga bisa memakai prosedur ini untuk mengobati pasien henti jantung mendadak. Tindakan ini telah terbukti bisa meningkatkan kualitas hidup banyak pasien aritmia.

 

Operasi Bypass Jantung (CABG)

Dokter menerapkan operasi ini untuk melancarkan aliran darah di sekitar jantung. Caranya, dokter mengambil pembuluh darah dari bagian lain tubuh, lalu menghubungkannya ke pembuluh darah arteri koroner yang mengalami sumbatan untuk mengatasi arteri yang tersumbat. Dengan demikian, jantung bisa mendapat aliran darah sekaligus oksigen untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  Memahami Pentingnya Cek Kesehatan Jantung

 

Operasi Perbaikan Jantung (Corrective Heart Surgery)

Pengobatan henti jantung mendadak ini khususnya ditujukan bagi pasien yang memiliki penyakit jantung bawaan, terutama kardiomiopati. Kardiomiopati menyebabkan jantung sulit memompa darah ke organ tubuh lain, termasuk otak. Di kalangan orang muda, kardiomiopati hipertrofi adalah yang paling banyak memicu henti jantung mendadak yang berujung pada kematian.

Operasi perbaikan jantung mencakup banyak tindakan medis untuk memperbaiki kerusakan jantung. Misalnya perbaikan katup jantung agar jantung dapat berfungsi normal kembali. Contoh lainnya adalah penggantian katup jantung bila perbaikan tak lagi memungkinkan.

 

Narasumber:

dr. Robert E Saragih,Sp.JP.FIHA

dr. Andriga,Sp.JP.FIHA

Dokter Spesialis Jantung

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi

https://www.kemkes.go.id/article/view/2155/resusitasi-jantung-dini-upaya-pertolongan-pertama-pada-henti-jantung.html

https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different

https://www.cambridge.org/core/journals/cardiology-in-the-young/article/abs/hypertrophic-cardiomyopathy/C7BF2B4C4DF2B9D88845207646B693D0

https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/prevention–treatment-of-arrhythmia/implantable-cardioverter-defibrillator-icd

https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/prevention–treatment-of-arrhythmia/ablation-for-arrhythmias

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/in-depth/sudden-death/art-20047571

Bagikan ke :