• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita

serangan jantung pada wanita(1)

Banyak wanita yang tiba-tiba jatuh di dapur, di kantor, atau saat mengantar anak ke sekolah mengira hanya โ€œmasuk anginโ€, โ€œkecapekanโ€, atau โ€œmaag kambuhโ€. Padahal, itu bisa jadi serangan jantung yang sedang berlangsung.

Di Indonesia, penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian nomor dua pada wanita setelah stroke, namun gejalanya sering berbeda dengan pria. Akibatnya, 6 dari 10 wanita datang ke rumah sakit terlambat โ€” melewati golden hour โ€” dan angka kematiannya dua kali lebih tinggi dibandingkan pria.

Kabar baiknya: jika Anda mengenali ciri-ciri khas serangan jantung pada wanita sejak dini, peluang selamat bisa mencapai 95 %.

Mengapa Gejala Serangan Jantung pada Wanita Berbeda dengan Pria?

Pria biasanya merasakan nyeri dada hebat seperti tertindih beban โ€” gejala klasik yang mudah dikenali. Wanita lebih sering mengalami gejala โ€œatipikalโ€ karena:

  • Pembuluh darah koroner wanita lebih kecil dan lebih mudah tersumbat secara merata (bukan satu titik besar)
  • Hormon estrogen sebelum menopause melindungi jantung, sehingga gejala baru muncul kuat setelah menopause
  • Wanita cenderung punya penyakit penyerta (diabetes, hipertensi) yang โ€œmenyamarkanโ€ gejala klasik

Menurut American Heart Association, hanya 1 dari 5 wanita yang mengalami nyeri dada hebat saat serangan jantung.

7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Paling Sering Diabaikan

  1. Nyeri atau rasa tidak nyaman di punggung, leher, rahang, atau lengan atas
    Wanita sering merasa seperti โ€œpegal biasaโ€ atau โ€œsalah posisi tidurโ€.
  2. Sesak napas hebat tanpa sebab jelas
    Bisa terjadi saat istirahat atau aktivitas ringan, bahkan sebelum nyeri dada muncul.
  3. Mual, muntah, atau pusing seperti mau pingsan
    Sering disangka keracunan makanan atau maag.
  4. Kelelahan ekstrem yang datang tiba-tiba
    Bukan lelah biasa โ€” rasanya seperti โ€œtidak sanggup berdiriโ€ meski baru bangun tidur.
  5. Keringat dingin seperti habis lari
    Keringat muncul tanpa aktivitas berat, terutama di wajah dan punggung.
  6. Rasa tertekan atau berat di dada bagian tengah/atas
    Bukan nyeri menusuk, tapi seperti โ€œada yang menindihโ€ selama beberapa menit.
  7. Nyeri ulu hati atau perut atas seperti maag kambuh
    Sering hilang timbul dan membaik setelah sendawa โ€” padahal itu tanda serius.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Serangan Jantung pada Wanita

Wanita memiliki karakteristik biologis dan hormonal yang membuat risiko penyakit jantung dapat berbeda dibanding pria. Selain faktor klasik seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok, terdapat kondisi khusus yang lebih sering dialami wanita dan dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung:

  • Menopause dini (<45 tahun)
    Penurunan hormon estrogen lebih cepat menyebabkan perlindungan alami pada pembuluh darah berkurang sehingga risiko penyumbatan meningkat lebih awal.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
    Kondisi ini sering disertai resistensi insulin, obesitas, dan kolesterol tinggiโ€”tiga faktor utama pemicu penyakit jantung.
  • Hipertensi atau diabetes saat hamil (preeklamsia/gestational diabetes)
    Meski gejala hilang setelah melahirkan, perubahan pembuluh darah dan metabolisme yang terjadi dapat meningkatkan risiko serangan jantung di kemudian hari.
  • Penggunaan pil KB kombinasi
    Pada wanita usia >35 tahun, pil kontrasepsi mengandung estrogen dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan gangguan kardiovaskular.
  • Stres kronis dan depresi
    Studi menunjukkan wanita dengan stres atau depresi berat memiliki risiko serangan jantung hingga 2 kali lebih tinggi karena gangguan keseimbangan hormon stres serta pola hidup tidak sehat yang menyertai.
Baca Juga:  Bilik Jantung Berdetak Terlalu Cepat, Bagaimana Penanganannya?

Langkah Darurat Jika Mencurigai Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi yang sangat mengancam nyawa ketika aliran darah ke otot jantung terhenti tiba-tiba akibat sumbatan pembuluh darah. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung.

Oleh karena itu, tindakan cepat dan tepat wajib dilakukan ketika muncul gejala seperti nyeri dada menekan/terbakar menjalar ke lengan kiri/rahang, keringat dingin, sesak, atau mual mendadak tanpa sebab jelas.

Berikut langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan dokter darurat jantung:

  • Segera hentikan semua aktivitas dan bantu pasien duduk atau berbaring dengan posisi nyaman
    Ini membantu mengurangi beban kerja jantung serta mencegah risiko jatuh atau cedera jika kondisi tiba-tiba memburuk. Pastikan pasien tetap tenang dan tidak memaksakan diri bergerak mencari pertolongan.
  • Hubungi 112 atau minta orang terdekat memanggil ambulans
    Jangan biarkan pasien mengemudi sendiri ke rumah sakit. Layanan ambulans dapat memberikan pertolongan awal seperti oksigen, rekam jantung (EKG), dan obat darurat sebelum tiba di IGD, sehingga peluang selamat lebih besar.
  • Jika tersedia, berikan aspirin dosis 80โ€“100 mg untuk dikunyah
    Aspirin membantu menghambat pembentukan bekuan darah baru. Namun hanya boleh diberikan jika pasien tidak alergi, tidak memiliki riwayat perdarahan lambung berat, dan tidak sedang dilarang dokter. Bentuk kunyah mempercepat kerja obat.
  • Jangan berikan obat maag, balsem, minyak kayu putih, atau memijat dada
    Nyeri dada akibat serangan jantung sering disalahartikan sebagai masuk angin. Penanganan yang tidak tepat justru membuang waktu penting dan tidak memperbaiki aliran darah ke jantung.
  • Longgarkan pakaian ketat & pastikan udara segar mengalir
    Buka kancing kerah atau dasi, longgarkan ikat pinggang, dan buka jendela agar pernapasan lebih lega dan oksigen cukup masuk ke tubuh.
Baca Juga:  Syok Kardiogenik, Kenali Gejala dan Penanganannya

Menurut Mayo Clinic, setiap 40 detik ada satu orang di dunia yang mengalami serangan jantung โ€” dan wanita yang datang dalam 1 jam pertama memiliki peluang hidup 90 % lebih tinggi.

Pencegahan Serangan Jantung Khusus untuk Wanita

  • Cek tekanan darah, gula darah, kolesterol mulai usia 40 (atau lebih dini jika ada riwayat keluarga)
  • Olahraga 150 menit/minggu (jalan cepat, yoga, renang)
  • Konsumsi makanan kaya omega-3, serat, dan antioksidan (lihat artikel makanan sehat jantung)
  • Kelola stres dengan meditasi atau hobi
  • Hindari rokok & asap rokok pasif
  • Pantau berat badan (lingkar pinggang <80 cm idealnya)

Informasi lengkap tentang pemeriksaan jantung dapat dibaca pada artikel pemeriksaan jantung di Primaya Hospital.

Jangan Anggap Remeh โ€œCapek Biasaโ€

Serangan jantung pada wanita sering datang diam-diam dengan gejala yang disangka penyakit ringan. Mulai hari ini, ajarkan ibu, istri, saudara perempuan, dan diri Anda sendiri untuk tidak pernah mengabaikan sesak napas mendadak, mual hebat, atau kelelahan ekstrem. Simpan nomor darurat 112 di ponsel semua anggota keluarga.

Ingat: jantung wanita memang spesial, tapi juga rapuh jika tidak dijaga. Lindungi diri Anda dan wanita yang Anda sayangi โ€” mulai dari mengenali ciri-ciri serangan jantung yang sering diabaikan.

Ditinjau oleh:

dr. Danti Utami Setyowati, Sp.JP, FIHA

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bhakti Wara

 

Referensi:

Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below