• Emergency
  • 150 108

Sekilas Tentang Tamponade Jantung

Sekilas Tentang Tamponade Jantung

Jantung adalah salah satu organ yang sangat vital bagi manusia. Terdapat suatu penyakit serius yang dinamakan tamponade jantung. Meskipun penyakit ini terbilang jarang, namun apabila terjadi dapat berakibat fatal.

 


Mengenal Tamponade Jantung

Tamponade jantung adalah kondisi gawat darurat yang terjadi akibat penumpukan cairan berupa darah atau cairan lain di dalam kantong perikardium (= selaput pembungkus jantung yang merupakan bagian terluar jantung). Penumpukan cairan ini membuat ruangan jantung tertekan, sehingga fungsi pompa jantung terganggu.

 

Temuan Klinis Tamponade Jantung

Pada tamponade jantung, gejala yang dirasakan pasien adalah sesak nafas. Pada pemeriksaan klinis dapat ditemukan “Beck’s triad”, yaitu:

– Penurunan tekanan darah

– Distensi vena jugularis

– Bunyi jantung teredam atau terdengar jauh

Gejala lain yang dapat ditemukan adalah detak nadi yang cepat dan akral (jari jemari tangan dan kaki) yang dingin. Penurunan tekanan darah terjadi akibat tekanan pada rongga jantung oleh tamponade, sehingga volume darah yang dipompakan keluar dari rongga jantung berkurang. Adapun distensi vena jugularis terjadi akibat meningkatnya tekanan dalam rongga jantung mengakibatkan tekanan vena meningkat, sedangkan bunyi jantung teredam karena adanya cairan yang mengelilingi jantung.

Baca Juga:  Telapak Tangan Berkeringat, Benarkah Gejala Sakit Jantung?

Penyebab Tamponade Jantung

Kondisi medis yang dapat menyebabkan tamponade jantung:

  • Perikarditis (peradangan perikardium), misalnya akibat infeksi tuberkulosis
  • Komplikasi akibat prosedur bedah invasif, misalnya ketika dokter memasang alat pacu jantung
  • Kanker, misalnya kanker payudara atau paru-paru
  • Trauma, misalnya trauma tumpul pada bagian dada
  • Penyakit autoimun sistemik, misalnya lupus, artritis reumatoid (peradangan kronis pada sendi), skleroderma (gangguan autoimun yang menyebabkan kulit menebal dan mengeras)
  • Paparan radiasi
  • Uremia, misalnya tingginya kadar ureum dalam darah
  • Diseksi aorta atau robeknya dinding pembuluh darah aorta

 

Deteksi Tamponade Jantung

Kondisi tamponade jantung merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera. Selain pemeriksaan klinis, tamponade jantung dapat dideteksi melalui pemeriksaan echocardiography. Echocardiography merupakan pemeriksaan standar untuk menegakkan diagnosis tamponade jantung. Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan penumpukan cairan pada selaput perikardium yang disertai penekanan pada ruangan jantung.

Selain echocardiography, pemeriksaan penunjang lainnya adalah:

– Elektrokardiogram

– Foto ronsen thoraks

– CT Scan thoraks

– MRI thoraks

 

Penanganan Tamponade Jantung

Pasien dengan tamponade jantung membutuhkan penanganan segera, yaitu dengan melakukan perikardiosentesis. Perikardiosentesis merupakan tindakan invasif dengan memasukkan jarum ke dalam perikardium untuk menyedot atau mengeluarkan cairan di dalam kantong perikardium.

Baca Juga:  Hati-hati, Serangan Jantung Dapat Menyerupai Sakit Maag !

 

Kapan Harus ke Dokter?

Tamponade jantung merupakan keadaan gawat darurat yang pengobatannya tidak dapat ditunda-tunda. Pemeriksaan klinis dan deteksi dini yang tepat merupakan kunci keberhasilan penanganan penyakit ini.

 

Narasumber:

dr. Tito Phurbojoyo, SpJP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

https://emedicine.medscape.com/article/152083-overview

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431090/

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.