• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Transplantasi Jantung Pertama dan Ketahui Risikonya

transplantasi jantung pertama

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui transplantasi jantung pertama kali di dunia pernah terjadi pada seorang dokter bernama Christian Barnard, pada tahun 1967 di Cape Town, Afrika Selatan. Berikut informasi selengkapnya.

Transplantasi organ jantung bertujuan untuk mendapatkan kesempatan hidup lebih lama terutama bagi pasien yang menderita kerusakan jantung parah. Pasien menerima jantung dari seorang donor yang baru meninggal dengan kondisi jantung masih baik.

buat jani dokter primaya

Meski demikian, pencangkokan jantung tidak menyarankan pada pasien dengan kondisi tertentu. Seorang yang jantungnya akan transplantasi harus tepat menjadi kandidat penerima. Untuk informasi lebih detail, simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu Transplantasi Jantung?

transplantasi jantung

Transplantasi jantung adalah prosedur medis pengangkatan jantung yang tidak bekerja optimal atau gagal berfungsi, kemudian jantung ini diganti dengan jantung pendonor yang masih sehat. Biasanya donor dari orang baru meninggal.

Tindakan transplantasi atau pencangkokan terjadi ketika pemberian obat dan metode pengobatan lain sudah tidak lagi efektif mengatasi gangguan jantung. Meskipun pasca transplantasi perlu pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi pasien.

Pasien dengan gagal jantung, pencangkokan menjadi harapan bertahan hidup. Pasien yang sudah menjalani pencangkokan jantung biasanya akan berusaha menjaga kesehatan jantung dengan pola makan sehat dan gaya hidup berkualitas.

Meski terdengar menyeramkan, pencangkokan jantung perlu tindakan demi keselamatan dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan gagal jantung. Proses transplantasi juga termasuk aman selama pasien menjalani pemeriksaan secara rutin.

Ketahui Sejarah Transplantasi Jantung Pertama

transplantasi jantung pertama

Transplantasi jantung adalah langkah penanganan terakhir bagi orang dengan gagal jantung. Biasanya jantung pengganti berasal dari donor orang yang meninggal karena kecelakaan, pendarahan otak, cedera kepala, stroke, dan kondisi tertentu

Menurut sejarah, pencangkokan jantung pertama kali dilakukan pada tahun 1967 di Groote Schuur Hospital, sebuah rumah sakit di Afrika Selatan. pencangkokan jantung dilakukan oleh tim dokter yang diketuai oleh Dr. Christiaan Barnard.

Adapun orang yang mendapat pencangkokan jantung bernama Louis Washkansky (53 tahun) dengan penyakit jantung kronis. Sementara itu, orang yang donor jantung bernama Denise Darvall (25 tahun), yang terluka parah karena kecelakaan.

Proses pencangkokan jantung ini berhasil selama 9 jam oleh tim dokter terdiri dari 30 profesional. Namun, Washkansky hanya bisa bertahan 18 hari dan dinyatakan meninggal karena Pneumonia yang disebabkan obat Imunosupresan.

Meskipun demikian, keberhasilan transplantasi jantung yang pertama ini tetap mendapat pujian dari seluruh dunia. Hal ini membuat nama Christiaan Barnard mulai terkenal.

Siapa yang Perlu Transplantasi Jantung?

penerima transplantasi jantung

Transplantasi jantung biasanya untuk pasien yang mengalami gagal jantung tingkat lanjut. Kondisi jantung gagal untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan gejala, seperti sesak nafas, rasa lelah perkandangan, dan kaki bengkak.

Baca Juga:  Kenali Risiko Kateterisasi Jantung, Amankah untuk Dilakukan?

Sebagian besar resipien pencangkokan jantung mengalami gagal jantung kronis. Tetapi, hanya pasien khusus yang ditawarkan pencangkokan karena harapan hidup lebih besar. Transplantasi jantung bisa Anda pertimbangkan jika kondisinya seperti:

  • Mengalami gagal jantung parah
  • Peluang hidup rendah jika tidak mendapatkan donor jantung
  • Kondisi cukup sehat untuk menjalani operasi dan perawatan
  • Bersedia mengikuti program medis dari tim dokter
  • Pasien tidak merokok

Sementara itu, pencangkokan jantung tidak menyarankan bagi pasien yang menderita penyakit jantung atau gagal jantung dengan kondisi sebagai berikut:

  • Riwayat penyakit kanker atau penyakit yang berisiko tinggi
  • Berusia lanjut yang mempengaruhi kemampuan pemulihan
  • Memiliki penyakit lain, infeksi parah, atau obesitas

Apa Saja Risiko Transplantasi Jantung?

resiko transplantasi jantung

Seperti diketahui, transplantasi jantung pertama berhasil tetapi pasien hanya mampu bertahan dalam waktu 18 hari. Saat itu banyak yang beranggapan, bahwa metode transplantasi jantung memiliki risiko yang cukup tinggi.

Namun, pencangkokan jantung menjadi salah satu kemajuan dan suatu prestasi terbesar kedokteran modern saat itu hingga akhirnya banyak pasien dapat bertahan hidup lebih lama. Adapun risiko melakukan pencangkokan jantung, yaitu:

1. Efek Samping Pengobatan

Setelah berhasil menjalani pencangkokan jantung, pasien harus minum obat imunosupresan sepanjang hidupnya. Namun, obat ini memiliki efek samping yang dapat membuat kerusakan ginjal. Oleh karena itu, minum sesuai petunjuk dokter.

2. Infeksi

Konsumsi obat imunosupresan memiliki cara kerja menekan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, infeksi akan sulit sembuh. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung secara rutin.

3. Kanker

Akibat sistem kekebalan tubuh menurun, potensi kanker dapat meningkat karena konsumsi obat imunosupresan. Adapun jenis kanker yang paling berisiko terjadi selama pengobatan pencangkokan jantung adalah kanker limfoma non-Hodgkin.

4. Masalah Pembuluh Arteri

Pengerasan pembuluh arteri adalah resiko setelah pasien melakukan pencangkokan jantung. Ketika pembuluh arteri bermasalah, kondisi ini akan membuat sirkulasi darah di jantung tidak lancar sehingga dapat memicu penyakit jantung.

5. Penolakan Jantung Baru oleh Tubuh

Risiko terbesar setelah pencangkokan jantung adalah penolakan tubuh terhadap jantung baru. Oleh karena itu, dokter menganjurkan pasien untuk konsumsi obat imunosupresan yang diresepkan dan menjalani pemeriksaan secara berkala.

Prosedur Transplantasi Jantung

prosedur transplantasi jantung

Tujuan utama pencangkokan jantung adalah keselamatan dan kualitas hidup pasien menjadi meningkat. Dengan pencangkokan jantung, kesempatan hidup lebih lama. Adapun prosedur melakukan transplantasi jantung adalah sebagai berikut:

Baca Juga:  Syok Kardiogenik, Kenali Gejala dan Penanganannya

1. Menemukan Donor yang Tepat

Menemukan donor jantung yang tepat bukan hal mudah, banyak faktor perlu diperhatikan terkait dengan ukuran jantung, golongan darah, dan kondisi penerima donor.

Donor berasal dari orang yang baru meninggal dengan kondisi jantung yang masih baik. Proses perpindahan jantung dari donor ke penerima juga tidak boleh melebihi waktu 4 jam, hal ini agar jantung tetap berfungsi dengan baik.

2. Mengangkat Jantung Penerima Donor

Setelah menemukan donor jantung, selanjutkan dokter melakukan prosedur pengangkatan jantung penerima. Proses pengangkatan ini membutuhkan waktu sesuai tingkat kesulitan, serta tergantung riwayat kesehatan jantung penerima.

Pada jantung yang sudah beberapa kali melakukan tindakan operasi pembedahan, umumnya butuh waktu yang lebih lama dan kesulitan untuk pengangkatannya.

3. Memasang Jantung dari Donor

Setelah jantung penerima berhasil diangkat, selanjutnya memasang jantung pendonor ke penerima. Secara umum, proses implantasi atau penempelan jantung ini cukup mudah dibandingkan dengan proses pengan kuatkan jantung.

Proses implantasi bertujuan untuk menyambungkan pembuluh darah besar di jantung baru ke bagian pembuluh darah yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Kapan Diperlukan Transplantasi Jantung?

transplantasi jantung pertama

Transplantasi jantung dapat terjadi saat pasien menderita gagal jantung stadium akhir, yang mana harapan perkiraan hidupnya kurang 1 tahun tanpa pencangkokan jantung. Jadi, bisa melakukan transplantasi jantung sesuai prosedur.

Menurut American College of Cardiology and American Heart Association menyebutkan, bahwa pencangkokan jantung pada pasien dengan syok kardiogenik refrakter, aritmia ventrikel refrakter, dan gagal jantung kongenital.

Jadi, bagi penderita gagal jantung dan ingin melakukan pencangkokan, sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter. Dokter akan memeriksa kondisi jantung apakah memungkinkan dan sesuai syarat tindakan operasi pencangkokan jantung.

Demikian informasi tentang sejarah transplantasi jantung pertama dan risikonya yang perlu Anda ketahui. Dengan begitu, ada hambatan bagi pasien yang akan melakukan transplantasi dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter.

 

Narasumber

dr. Asty Selevani

Dokter Umum

Primaya Hospital Betang Pambelum

Referensi:

  • Transplantasi Jantung: Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/746/transplantasi-jantung-masa-lalu-kini-dan-masa-depan. Diakses pada 8 Juni 2023.
  • Heart Transplant. https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/care-and-treatment-for-congenital-heart-defects/heart-transplant. Diakses pada 8 Juni 2023.
  • Heart transplant. https://www.nhs.uk/conditions/heart-transplant/. Diakses pada 8 Juni 2023.
  • Heart Transplantation. https://medlineplus.gov/hearttransplantation.html. Diakses pada 8 Juni 2023.
  • Heart Transplant. https://www.hopkinsmedicine.org/transplant/programs/heart/. Diakses pada 8 Juni 2023.
Bagikan ke :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.