• Emergency
  • 150 108

Critical Illness: Stroke

Critical Illness: Stroke, RS Awal Bros Evasari

Seiring dengan berkembangan zaman banyak terjadi perubahan atas gaya hidup, lingkungan, stress, pola makan sehingga kerentanan terhadap munculnya berbagai macam penyakit pun terjadi.  Hal ini memudahkan berbagai penyakit kronis menyerang dan bisa mengancam nyawa.

Dr. Ario Perbowo Putra, Sp.PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Evasari Hospital Jakarta mengatakan bahwa critical illness adalah suatu penyakit yang mengancam nyawa. Penyebab dari critical illness tersebut bisa bermacam-macam, misalnya saja karena gangguan metabolilsme, penyakit intrakranial, penyakit degeneratif dan lain sebagainya. “Tapi pada intinya critical illness itu merupakan penyakit yang sudah gawat, sehingga biasanya membutuhkan ruang intensif (ICU/HCU) dalam perawatannya,”ujarnya. Beberapa critical illness yaitu krisis hiperglikemia, stroke, kanker stadium akhir, jantung koroner, hipertensi emergensi, gagal ginjal stadium akhir dan lainnya.


Penyebab Stroke

Penyakit Stroke yang merupakan critical illness bisa menimbulkan kematian mendadak, oleh karenanya seseorang dengan penyakit Stroke harus selalu dilakukan monitoring karena dianggap mengancam nyawa.  Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Penyebab seseorang bisa terkena penyakit stroke, diantaranya adalah:

  • Stroke iskemik, disebabkan karena adanya jendalan darah yang menyumbat pembuluh darah.
  • Stroke hemoragik, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah mengalir keluar.
  • Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA), disebabkan karena kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat (kurang dari 24 jam atau bisa hanya dalam hitungan menit). Hal ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup.
Baca Juga:  Efektivitas Penggunaan Masker Kain dalam Mencegah Covid-19

Cegah Stroke

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Evasari Hospital Jakarta, Dr. Ario Perbowo Putra, Sp.PD menjelaskan bahwa adanya hipertensi yang disertai diabetes dan kolesterol tinggi adalah kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke. “Stroke adalah salah satu critical illness yang harus dilihat dari objective-nya, faktor apa saja yang menyebabkan kritis misalnya, seseorang memiliki penyakit dasar tapi tidak menanggulanginya sedari dini,”jelas Dokter Ario.

Gejala stroke biasanya menyerang pada salah satu sisi bagian tubuh. Gejala stroke tersebut biasanya ditandai dengan:

  • Sakit kepala atau pusing mendadak dan hingga vertigo
  • Hilang keseimbangan tubuh
  • Kelelahan
  • Penglihatan mulai samar atau buram
  • Mati rasa pada salah satu sisi bagian tubuh (wajah/tangan/kaki)
  • Berbicara dan pendengarannya tidak jelas (mengalami gangguan)

Dokter Ario menyatakan bahwa bilamana seorang pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit sebelumnya tapi masih menolak melakukan pengobatan, lama-kelamaan penyakit tersebut akan berkembang menjadi critical illnessCritical Illness juga bisa dicetuskan oleh kondisi akut seperti adanya infeksi, jika infeksi atau proses akutnya tidak tertangani maka akan berdampak buruk. Jadi kalau ada keluhan berulang jangan di sepelekan dan segera ke dokter, sehingga dokter akan melihatnya secara holistik atau menyeluruh serta dapat mengatasi penyebabnya,”tukas Dokter Ario.

Untuk itu, supaya tidak terjadi critical illness seperti penyakit Stroke hendaknya kita harus selalu hidup sehat, menjaga pola makan, rajin olahraga dan istirahat yang cukup.

Baca Juga:  Mengenal Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Ilustrasi Gambar: freepik.com

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.