Cara Stimulasi Perkembangan Janin agar Optimal

Cara Stimulasi Perkembangan Janin agar Optimal

Memantau perkembangan janin adalah kewajiban bagi ibu hamil demi kelancaran proses hingga persalinan. Perkembangan janin berlangsung lebih cepat daripada ketika sudah di luar kandungan. Itu sebabnya penting memastikan janin berkembang secara ideal dan optimal lewat pemeriksaan kehamilan.

Selain memeriksakan kehamilan, calon ibu bisa melakukan stimulasi untuk mendorong perkembangan janin. Pembentukan neuron bayi bermula dari tahap embrio. Neuron adalah sel unit dasar otak dan sistem saraf yang sangat berperan dalam hal kecerdasan. Ketika banyak neuron saling terhubung, anak akan memiliki beragam pengetahuan baru. Stimulasi janin akan membantu perkembangan neuron dan pada akhirnya meningkatkan kecerdasannya.

Ada beragam cara stimulasi janin. Calon ibu bisa melakukannya dengan janin sendiri dalam kandungan, bisa pula bersama suami. Peran suami penting dalam stimulasi perkembangan janin. Demikian pula anggota keluarga lain, khususnya di lingkaran terdekat ibu hamil. Berikut ini beberapa cara stimulasi janin:

 

1. Memperdengarkan Janin dengan Musik

Pada 1990-an, banyak calon ibu di Barat yang menempelkan headphone untuk memperdengarkan musik kepada janin. Tujuannya adalah merangsang indra pendengaran janin. Anda dapat menggunakan cara tersebut, bisa juga dengan memutar musik biasa tanpa headphone.

Baca Juga:  Perkembangan Janin Usia Hamil 2 Bulan ( 8 Minggu ), Apa saja?

Musik dapat menstimulasi banyak area perkembangan janin. Makin dini memperdengarkan musik, makin bagus untuk memastikan janin tumbuh dan berkembang secara sehat. Tidak ada jenis musik khusus sebagai alat stimulasi, tapi musik klasik bisa menjadi pilihan karena dapat memunculkan suasana tenang.

 

2. Membaca Buku

Sebuah penelitian pada 2013 di University of Oregon, Amerika Serikat, menemukan bahwa janin yang diperdengarkan kata-kata saat dalam kandungan bisa mengenali kata tersebut ketika lahir. Dalam penelitian, sejumlah ibu hamil diberi rekaman kata-kata yang diperdengarkan menjelang akhir masa kehamilan. Hasilnya, bayi yang lahir kemudian kenal dengan kata-kata tersebut dan variasinya.

Artinya, membacakan buku untuk janin memberikan manfaat untuk perkembangan janin. Bacalah buku dengan suara jelas dan keras. Tidak harus buku cerita anak, bisa juga novel atau bacaan lain yang menarik.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Ibu Hamil dan Menyusui Tetap Fit Saat Puasa?

 

3. Menyentuh dan Memijat

Ibu juga bisa melakukan stimulasi rabaan terhadap janin. Janin sudah bisa merasakan gerakan di luar rahim pada usia kehamilan 26 minggu. Ibu bersama pasangan bisa memberikan stimulasi dengan menyentuh dan memijat, juga membelai, menepuk, atau mengusap perut.

Stimulasi ini dapat membuat rileks dan menenangkan bayi dalam kandungan. Janin itu akan merespons stimulasi dengan menyentuh dinding rahim, mengubah posisi, serta menendang atau mendorong tubuhnya ke belakang.

 

4. Berolahraga

Ibu yang rajin berolahraga selama kehamilan tidak hanya bisa meningkatkan kesehatannya, tapi juga dapat menstimulasi perkembangan janin. Sebuah studi dari University of Montreal, Kanada, menemukan bahwa wanita hamil yang berolahraga setidaknya selama 20 menit sehari, tiga kali seminggu, memiliki bayi yang lahir dengan tingkat aktivitas otak lebih tinggi.

Jadi berolahraga secara rutin bisa merangsang perkembangan otak janin. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain berjalan, berenang, aerobik ringan, dan bersepeda statis.

 

5. Mengajak Berbicara

Stimulasi perkembangan janin ini juga bisa dilakukan bersama oleh ibu dan pasangannya. Konsepnya mirip dengan membacakan buku untuk bayi dalam kandungan. Bayi akan menerima rangsangan itu dan memberikan respons. Selain meningkatkan perkembangan janin, mengajak bicara bayi dalam kandungan bisa menguatkan jalinan batin.

Baca Juga:  Trimester Kehamilan Pertama, Terdeteksi Potensi Kelainan Kandungan?

Ibu pun bisa merasa tenang dan jauh dari kecemasan saat berkomunikasi dengan buah hati di dalam perutnya. Stimulasi ini mesti berlanjut hingga bayi lahir.

 

Narasumber oleh:

dr. Christina Sitorus, Sp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.unicef.org/parenting/child-development/how-music-affects-your-babys-brain-class

https://www.webmd.com/baby/news/20130102/babies-learn-womb#1

https://www.pnas.org/content/110/37/15145

https://www.eurekalert.org/pub_releases/2013-11/uom-edp110113.php

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-stimulasi-bermain-untuk-merangsang-kecerdasan-multipel

Bagikan ke :