Kenali Tanda-tanda Melahirkan Agar Punya Persiapan Melahirkan yang Matang

Kenali Tanda-tanda Melahirkan Agar Punya Persiapan Melahirkan yang Matang

Persiapan melahirkan memerlukan perhatian serius bagi para calon orang tua. Bagi yang sebelumnya punya pengalaman mempersiapkan kelahiran buah hati, pasti sudah terbayangkan bagaimana sibuknya hari-hari menjelang persalinan. Persiapan melahirkan bahkan sudah berjalan beberapa bulan sebelum hari perkiraan lahir.

Persiapan melahirkan memang bukan perkara remeh. Bila persiapan tidak matang, pasti timbul masalah. Masalah itu bukan hanya soal ketinggalan barang yang seharusnya terbawa ketika persalinan, tapi juga yang lebih serius, termasuk yang mengancam jiwa ibu dan bayi. Persiapan ini penting baik bagi ibu yang hendak melahirkan secara normal maupun lewat operasi caesar.

 

Ketahui Tanda-tanda Akan Melahirkan

Persalinan umumnya terjadi ketika usia kehamilan 36-40 minggu. Orang tua bisa mengetahui hari perkiraan lahir bayi dengan bertanya kepada dokter. Namun tidak ada yang bisa memastikan betul kapan seorang ibu akan melahirkan. Untuk itu, demi persiapan melahirkan yang matang, orang tua perlu memahami tanda-tanda ibu akan melahirkan.

Menurut Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbitan Kementerian Kesehatan tahun 2020, berikut ini tanda-tanda awal persalinan:

  1. Perut terasa mulas secara teratur. Makin lama rasa mulas makin sering timbul.
  2. Dari jalan lahir keluar lendir yang tercampur dengan darah.
  3. Cairan ketuban keluar dari jalan lahir.
Baca Juga:  Dampak Buruk dari Stress Terhadap Perkembangan Janin

Kontraksi rahim serta rasa sakit pada punggung juga mengiringi tanda-tanda itu. Kontraksi terjadi ketika rahim mengencang dan lalu mengendur. Buat beberapa ibu, rasanya mirip dengan nyeri haid. Ketika menjelang dan saat persalinan, kontraksi akan menjadi lebih lama, kuat, dan sering. Rasa nyeri akan lebih terasa. Ibu bisa merasakan kontraksi itu dengan meletakkan tangan di atas perut.

Kontraksi akan mendorong bayi ke bawah dan membuka pintu jalan lahir. Kontraksi tidak selalu menandakan tahap persalinan telah berlangsung. Bila kontraksi mulai teratur dalam 10 menit sekali, itu saatnya ibu datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pemeriksaan terkait dengan persalinan.

Adapun kontraksi yang tidak menandakan awal persalinan disebut juga kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini umumnya terjadi pada trimester kedua hingga trimester ketiga kehamilan. Saat kontraksi ini terjadi, ibu juga merasakan nyeri di perut yang timbul-tenggelam. Tapi rasa nyeri itu tidak sehebat kontraksi tanda persiapan melahirkan. Durasinya juga tidak lama dan tak bertambah kuat. Ibu bisa meredakan rasa nyeri akibat kontraksi tersebut dengan berjalan atau merebahkan diri.

Baca Juga:  Sariawan Pada Ibu Hamil

 

Persiapan yang Dilakukan Menjelang Persalinan

Mengutip dari Buku KIA 2020 dari Kementerian Kesehatan, ada beberapa persiapan melahirkan yang aman dan mesti menjadi perhatian para orang tua. Pertama-tama, orang tua harus tahu tanggal perkirakan lahir bayi. Persiapan lainnya meliputi:

  1. Menyiagakan suami atau anggota keluarga menjelang hari perkiraan lahir untuk mendampingi saat persalinan.
  2. Mengalokasikan dana untuk membiayai persalinan dan kebutuhan lain yang berkaitan.
  3. Bagi masyarakat yang terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau BPJS Kesehatan, siapkan kartu itu untuk mengurus persalinan.
  4. Siapkan kendaraan untuk transportasi pada hari perkiraan lahir.
  5. Buat rencana hendak melahirkan di mana.
  6. Menyiapkan satu orang atau lebih yang punya golongan darah sama dengan ibu dan mau mendonorkan darahnya bila ibu membutuhkan dalam proses persalinan.
  7. Untuk kebutuhan pendataan dan pendaftaran persalinan, siapkan kartu tanda penduduk, kartu keluarga, dan dokumen lain yang berkaitan.
Baca Juga:  Perkembangan Janin Usia Hamil 2 Bulan ( 8 Minggu ), Apa saja?

Kementerian Kesehatan memiliki Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) untuk membantu persiapan melahirkan bagi para ibu. Anda dapat menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan informasi mengenai P4K.

 

Narasumber:

dr. Renny Pratiwi, Sp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/BUKU%20KIA%20TAHUN%202020%20BAGIAN%20IBU.pdf

https://www.webmd.com/baby/labor-signs#1

Bagikan ke :