• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hepatitis Fulminan: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hepatitis fulminan

Hati termasuk organ yang sangat penting dalam sistem tubuh manusia. Maka, ketika ada masalah kesehatan pada hati, penanganan medis harus menjadi perhatian utama. Terlebih bila mengalami penyakit hati kronis, salah satunya penyakit hepatitis. Salah satu kondisi serius pernasalahan pada hati yang ditimbulkan disebut hepatitis fulminan.

Gejala Hepatitis Fulminan

buat jani dokter primaya

Hepatitis fulminan adalah kondisi ketika hati atau liver mulai mengalami kegagalan fungsi yang terjadi sangat cepat, dapat terjadi dalam beberapa hari atau pekan. Kondisi ini dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya menderita hepatitis atau baru saja terinfeksi virus hepatitis. Hepatitis fulminan ditandai dengan gejala yang parah dan dapat memburuk dengan cepat, seringkali dalam beberapa hari.

Hepatis fulminan juga biasa disebut gagal hati akut. Umumnya hepatis fulminan terjadi karena proses peradangan hati atau hepatitis yang berkembang sangat parah dan cepat. Namun, tidak semua hepatitis akan berkembang menjadi hepatitis fulminan.

Kondisi hepatitis fulminan ini tergolong kasus yang jarang terjadi, namun dampaknya bisa sangat serius dan mengancam jiwa. Seperti dikutip dari beberapa studi yang membahas strategi penanganan hepatitis fulminan, terapi standar yang utama untuk pasien hepatitis fulminan yang tak bisa dipulihkan adalah dengan prosedur transplantasi hati.

Tingkat keparahan hepatitis pada setiap orang bergantung pada berbagai macam faktor risiko, seperti jenis virus hepatitis, kondisi kesehatan pasien secara umum, dan respons tubuh pasien terhadap infeksi. Maka demi mencegah komplikasi yang lebih berat, pasien hepatitis harus menjalani perawatan yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter.

Gejala Hepatitis Fulminan

Hepatitis fulminan dapat muncul dan memburuk dalam waktu singkat. Gejala yang umum ditimbulkan, meliputi:

  • Perut terasa sangat nyeri, terutama saat terjadi pembengkakan hati
  • Perut tampak bengkak, serta menjadi keras atau kaku
  • Muntah terus-menerus
  • Penurunan kesadaran, gelisah, hingga koma
  • Mata dan kulit tampak berwarna kuning
  • Mudah mengalami perdarahan
  • Sesak napas atau napas pasien tampak cepat
  • Sakit kepala yang intens dan tak sembuh-sembuh

Penyebab Hepatitis Fulminan

Penyebab paling sering hepatitis fulminan adalah infeksi virus hepatitis, khususnya hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV). Infeksi virus lain juga bisa menimbulkan kondisi hepatitis fulminan, di antaranya virus herpes simplex dan virus Epstein-Barr. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, hepatitis fulminan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Alergi dengan Terapi yang Tepat

Penyebab lain yang dapat menimbulkan hepatitis fulminan adalah akibat reaksi autoimun, yakni ketika daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh justru menyerang sel-sel hati yang normal pada tubuh sendiri. Selain itu, paparan obat-obatan tertentu, toksin, atau zat kimia beracun juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan memicu terjadinya hepatitis fulminan. Gangguan metabolism yang dapat memicu terjadinya hepatitis fulminan, antara lain hemokromatosis (penumpukan zat besi) dikarenakan dapat memicu kerusakan hati yang parah.

Persentase kemungkinan seseorang mengalami hepatitis fulminan akan semakin besar bila terdapat riwayat penyakit hati sebelumnya atau riwayat gangguan pada sistem kekebalan tubuh seperti gangguan autoimun dan infeksi HIV.

Cara Dokter Mendiagnosis Hepatitis Fulminan

Untuk mendiagnosis hepatitis fulminan, termasuk menilai tingkat keparahan dan penyebab kerusakan hati yang terjadi begitu cepat, terdapat sejumlah langkah diagnostik yang meliputi serangkaian tes dan evaluasi medis, seperti:

  • Wawancara medis dan pemeriksaan riwayat kesehatan untuk mendiskusikan gejala dan faktor risiko, termasuk kemungkinan paparan virus hepatitis
  • Pemeriksaan fisik untuk mengecek tanda dan gejala seperti warna mata dan kulit yang menguning serta perut yang mengeras
  • Tes darah untuk mengevaluasi fungsi hati dan mengukur kadar enzim hati
  • Uji virus hepatitis lewat prosedur tes darah untuk mengecek keberadaan virus hepatitis yang bisa menyebabkan hepatitis fulminan
  • Uji imunologi untuk mengecek apakah ada faktor reaksi autoimun yang memicu hepatitis
  • Prosedur pencitraan, antara lain dengan ultrasonografi untuk mengidentifikasi perubahan pada struktur hati yang berkaitan dengan kerusakan hati

Cara Mengatasi Hepatitis Fulminan

Penanganan hepatitis fulminan bersifat mendesak karena penyakit ini bisa membuat kondisi pasien memburuk dengan cepat. Umumnya, pasien perlu dirawat di rumah sakit agar tim medis bisa melakukan pemantauan secara ketat dan segera melakukan penanganan sesuai dengan perkembangan kondisi pasien.

Selama perawatan, tim medis akan memberikan obat-obatan serta mengambil tindakan medis yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi hati tetap berjalan. Di antaranya obat untuk mengatasi peradangan dan pemberian nutrisi lewat infus. Tindakan medis lain disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien, termasuk ketika ada tanda komplikasi seperti perdarahan atau penumpukan cairan di dalam tubuh.

Baca Juga:  Ketiduran Setelah Sahur, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Dalam kasus yang berat, tatkala fungsi hati tak bisa dipulihkan atau tak membaik walau sudah diberi penanganan sebelumnya, dokter mungkin merekomendasikan transplantasi hati untuk menggantikan hati yang sudah rusak.

Komplikasi Hepatitis Fulminan

Hepatitis fulminan dapat mengakibatkan komplikasi yang serius dan berpotensi mengancam jiwa, seperti:

  • Kegagalan hati atau hilangnya kemampuan hati dalam menjalankan fungsi normalnya
  • Kerusakan otak akibat penumpukan amonia dan zat beracun lain dalam darah akibat kegagalan fungsi hati
  • Perdarahan di berbagai bagian tubuh, termasuk di sistem organ dalam tubuh
  • Rentan terkena infeksi serius karena sistem kekebalan tubuh melemah
  • Gangguan jantung dan paru-paru, termasuk edema paru dan gagal jantung
  • Sindrom disfungsi multiorgan, yakni rusak atau gagalnya fungsi sejumlah organ dalam tubuh

Pencegahan Hepatitis Fulminan

Cara utama untuk mencegah hepatitis fulminan adalah berupaya menjaga kesehatan hati agar terhindar dari penyakit hepatitis. Contohnya:

  • Menjalani vaksinasi hepatitis
  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah infeksi virus hepatitis
  • Mempraktikkan hubungan seks yang aman agar terhindar dari penularan virus hepatitis B dan C
  • Memperhatikan kebersihan makanan dan air untuk mengantisipasi infeksi virus hepatitis A dan E
  • Tidak mengonsumsi alkohol yang bisa membahayakan kesehatan hati

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk segera mencari pertolongan medis bila ada gejala hepatitis fulminan atau kekhawatiran akan infeksi hati yang parah. Diagnosis dan penanganan dini bisa memperbesar peluang untuk pulih dan menekan risiko komplikasi.

Narasumber:

dr. Gita Cyntia Anwar

Dokter Umum

Primaya Hospital Sukabumi

Referensi:

  • Fulminant hepatitis. https://www.journal-of-hepatology.eu/article/S0168-8278(86)80087-3/fulltext. Diakses 20 Januari 2024
  • Fulminant Hepatitis: Definitions, Causes and Management. https://www.scirp.org/html/23-8202844_44905.htm. Diakses 20 Januari 2024
  • Fulminant Hepatitis. https://www.msdmanuals.com/professional/hepatic-and-biliary-disorders/hepatitis/fulminant-hepatitis. Diakses 20 Januari 2024
  • What Is Fulminant Hepatitis?. https://www.webmd.com/hepatitis/fulminant-hepatitis. Diakses 20 Januari 2024
  • Complications of Acute Liver Failure. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4988224/. Diakses 20 Januari 2024
  • Acute Liver Failure Treatment & Management. https://emedicine.medscape.com/article/177354-treatment?form=fpf. Diakses 20 Januari 2024
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.