• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Botak: Penyebab, Mencegah dan Mengatasinya

Botak Penyebab, Mencegah dan Mengatasinya

Rambut rontok adalah hal yang biasa terjadi setiap hari. Tapi jika banyak rambut yang rontok hingga menipis lebih cepat dari biasanya, bisa jadi itu pertanda kebotakan. Kepala botak bisa dialami pria ataupun wanita. Dalam banyak kasus, kebotakan ini berkaitan dengan pertambahan usia. Tapi ada juga kemungkinan pemicunya adalah masalah kesehatan.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Botak

Botak adalah kondisi kepala yang tak ditumbuhi rambut atau rambut yang ada sebelumnya mengalami kerontokan. Secara medis, masalah rambut rontok disebut sebagai alopecia, yakni menipisnya rambut secara berlebihan hingga akhirnya rontok. Rambut yang rontok tidak hanya berasal dari kepala, tapi juga bagian tubuh lain.

Kondisi botak bisa terjadi ketika laju pertumbuhan rambut tak sesuai dengan tingkat kerontokan rambut. Rata-rata orang dewasa kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan dan pergantian rambut alami. Siklus hidup folikel, yakni tempat tumbuhnya rambut, serta kemampuannya dalam menumbuhkan rambut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Terdapat beberapa jenis kondisi botak bergantung pada penyebab dan gejalanya, antara lain:

  • Androgenic alopecia: kebotakan bermula dari kerontokan rambut yang membentuk pola. Kerontokan seringnya dimulai dari bagian depan, samping, atau ubun-ubun. Botak total lebih jarang terjadi pada wanita dibanding pria.
  • Alopecia areata: karakteristik utamanya bagian yang botak berukuran seperti koin dan bisa muncul di satu bagian kepala atau lebih. Kerontokan rambut terjadi secara tiba-tiba di area tertentu, tapi rambut bisa kembali tumbuh setelah beberapa bulan kecuali kondisinya berkembang menjadi kebotakan total atau alopecia totalism.
  • Toxic alopecia: kebotakan ini bisa terjadi setelah demam tinggi atau sakit parah. Penyebabnya bisa jadi obat-obatan seperti retinoid, thallium, vitamin A dosis tinggi, dan obat kanker. Kerontokan rambut bersifat sementara.
  • Cicatricial alopecia: area di kepala yang botak adalah bekas luka atau jaringan parut yang membuat rambut tak bisa tumbuh kembali.
  • Trichotillomania: kepala botak karena kebiasaan menarik-narik rambut, umumnya pada anak kecil.

 

Gejala

Tanda dan gejala kepala botak yang terkait dengan kerontokan rambut antara lain:

  • Ada bercak bundar berukuran koin di kulit kepala
  • Ada sensasi gatal atau terbakar pada kulit kepala sebelum rambut rontok
  • Perubahan pada kuku jari tangan dan kaki, misalnya teksturnya kasar, tipis, tak berkilau, penyok, pecah, serta terdapat bintik-bintik dan garis putih
  • Perubahan lain pada rambut, seperti rambut runcing, putih, dan pecah-pecah
  • Rambut lama tumbuh
  • Banyak rambut yang rontok saat keramas atau menyisir rambut
Baca Juga:  Berbagai Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Gejala di atas banyak berkaitan dengan alopecia areata. Bisa jadi kerontokan rambut yang menyebabkan kebotakan tak bergejala sama sekali atau asimtomatis.

 

Penyebab

Terdapat sejumlah kemungkinan penyebab rambut rontok, antara lain:

  • Genetik atau keturunan, menurut American Academy of Dermatology Association, ini penyebab kerontokan rambut paling umum baik di kalangan pria maupun wanita
  • Stres, misalnya akibat peristiwa traumatis atau emosional, biasanya memicu kerontokan rambut sementara
  • Ketidakseimbangan hormon, termasuk ketika masa kehamilan, persalinan, menstruasi, dan menopause
  • Penggunaan obat-obatan tertentu yang menimbulkan efek samping rambut rontok
  • Penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh hiperaktif dan mempengaruhi folikel rambut
  • Masalah kesehatan seperti diabetes, tiroid, lupus, dan anemia
  • Diet rendah protein yang tidak seimbang
  • Kurang vitamin B12, zat besi, folat, seng, dan/atau kalsium
  • Perawatan rambut yang tidak tepat dan berlebihan, misalnya memakai sampo yang keras atau terlalu sering mencatok rambut

 

Cara Dokter Mendiagnosis Botak

Dokter bisa mendiagnosis masalah kerontokan rambut yang menyebabkan botak melalui pengecekan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Biopsi atau pengambilan sampel dari kulit kepala juga bisa dilakukan untuk membantu mengidentifikasi jenis kebotakan dan/atau penyebabnya. Bila diduga ada infeksi, dokter bisa meminta pasien menjalani tes kultur, yakni mengambil sampel kulit dengan cara dikeruk lalu memeriksanya di bawah mikroskop.

 

Cara Mengatasi Botak

Ada berbagai cara mengatasi botak sesuai dengan penyebabnya. Misalnya:

  • Obat oles untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut
  • Obat anthralin yang bisa mengiritasi kulit guna mempercepat rambut tumbuh kembali
  • Krim kortiskosteroid yang bisa mengurangi peradangan di folikel rambut
  • Imunoterapi dengan bahan kimia yang digunakan pada kulit untuk memicu pertumbuhan rambut baru
  • Injeksi steroid, terutama untuk alopecia areata ringan, untuk membantu rambut tumbuh lagi di area yang botak
  • Obat-obatan lain yang diminum
  • Terapi cahaya dengan memanfaatkan sinar radiasi
Baca Juga:  Mengenal Monkeypox : Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Jika berbagai cara itu tak berhasil, pasien biasanya bisa menjalani transplantasi rambut untuk menutup bagian kepalanya yang botak.

 

Komplikasi

Kerontokan rambut dan botak bisa memicu sederet komplikasi secara fisik ataupun psikis, seperti:

  • Turunnya tingkat kepercayaan diri
  • Merasa tertekan dan tidak menarik
  • Rambut baru hasil transplantasi terlihat tidak alami
  • Perdarahan dari kulit kepala

 

Pencegahan

Kerontokan rambut yang terkait dengan genetik mungkin tak bisa dicegah. Tapi beberapa langkah ini bisa dicoba untuk meminimalkan risiko kerontokan rambut yang berujung botak:

  • Tidak mengepang, mengucir, atau menyanggul rambut terlalu ketat
  • Hindari menarik, menggosok, atau memelintir rambut
  • Meningkatkan asupan zat besi dan protein
  • Mengurangi penggunaan produk penataan rambut seperti pelurus rambut, pengering rambut, dan cat rambut
  • Melindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung
  • Menggunakan sampo antirontok untuk mencegah penipisan rambut dan memperlambat kerontokan rambut
  • Menggunakan suplemen vitamin yang bisa membantu mencegah kerontokan rambut seperti vitamin B12, zat besi, kalsium, folat, dan seng

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bagi banyak orang, rambut adalah bagian penting dari penampilan. Kerontokan rambut hingga botak bisa mengakibatkan masalah psikologis sehingga butuh penanganan medis. Rambut rontok juga mungkin disebabkan oleh penyakit tertentu. Pemeriksaan oleh dokter berguna untuk membantu mengidentifikasi penyebab masalah tersebut dan menemukan pilihan penanganan yang tepat.

 

Reviewed by

dr. R. Rizcky Erika Pratami, Sp.DV

Dokter Spesialis Dermatovenereologi

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

  • Hair loss: overview. https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/causes/fall-out. Diakses 3 Maret 2023
  • Baldness (Alopecia). https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/baldness-alopecia. Diakses 3 Maret 2023
  • What Is Balding, and How Can You Treat It?. https://www.healthline.com/health/balding. Diakses 3 Maret 2023
  • Do you have hair loss or hair shedding?. https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/insider/shedding. Diakses 3 Maret 2023
  • Effect of a nutritional supplement on hair loss in women. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jocd.12127. Diakses 3 Maret 2023
  • Hair Loss: Common Causes and Treatment. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2017/0915/p371.html. Diakses 3 Maret 2023
  • Understanding Hair Loss in Men and Women. https://ahlc.org/understanding-hair-loss-in-men-women/. Diakses 3 Maret 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.