Meski bukan organ vital, lutut sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ketika lutut mengalami masalah, bukan hanya sulit berjalan, dampaknya bisa merembet ke mana-mana. Terlebih bila ada kondisi kronis pada lutut yang memerlukan operasi. Biaya operasi lutut sering menjadi kendala, baik itu arthroscopy maupun total knee replacement atau TKR. Berikut ini artikel yang akan menguraikan prosedur operasi tersebut, termasuk biaya ortopedi itu dan perbedaan keduanya.
Mengenal Operasi Lutut
Lutut adalah salah satu sendi terbesar dan terkompleks pada tubuh manusia yang menghubungkan tulang paha, tulang kering, dan tempurung lutut. Sendi ini dilapisi oleh tulang rawan artikular tipis yang berfungsi sebagai bantalan peredam kejut alami saat kita bergerak. Operasi sendi lutut adalah segala bentuk prosedur bedah medis yang bertujuan memperbaiki struktur jaringan yang rusak, meredakan nyeri kronis, serta mengembalikan fungsi mekanis sendi lutut yang terganggu akibat cedera traumatis ataupun penyakit degeneratif (kerusakan yang terjadi karena penurunan fungsi seiring dengan usia).
Menurut studi epidemiologi di The Lancet, gangguan pada sendi lutut, terutama yang dipicu pengeroposan tulang rawan sendi atau osteoartritis, merupakan salah satu penyebab utama disabilitas fisik di seluruh dunia, khususnya pada populasi paruh baya dan lanjut usia.
Kerusakan ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya karena tulang rawan tak mendapat pasokan darah langsung yang berguna untuk penyembuhan. Karena itu, operasi sendi lutut diperlukan untuk memperbaiki robekan jaringan internal atau mengganti komponen sendi yang aus.
Secara umum, ada dua jenis operasi lutut yang berbeda dalam hal teknik prosedurnya: arthroscopy yang minim invasif dan arthroplasty (total knee replacement) yang merupakan operasi besar mengganti sendi asli dengan sendi buatan (prostesis). Pemilihan salah satu prosedur tersebut antara lain didasari tingkat keparahan kerusakan lutut. Biaya operasi lutut arthroscopy vs total knee replacement juga kerap menjadi pertimbangan pasien dan keluarga.
Perbedaan Arthroscopy Vs Total Knee Replacement
Arthroscopy adalah prosedur bedah yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam sendi lutut menggunakan perangkat medis yang dilengkapi kamera kecil (arthroscope) melalui sayatan kecil. Biasanya arthroscopy juga dapat sekaligus dilakukan untuk tindakan seperti membersihkan jaringan yang mengganggu (debridement), menangani masalah meniskus (bantalan sendi lutut) tertentu, atau tindakan lain sesuai dengan diagnosis.
Menurut panduan American Academy of Orthopaedic Surgeons, dengan arthroscopy, dokter bisa mendapatkan visual sendi tanpa sayatan besar, dan prosedur ini mungkin direkomendasikan bila kondisi nyeri lutut tidak membaik dengan terapi non-bedah.
Biasanya operasi lutut arthroscopy dilakukan untuk:
- Robekan meniskus.
- Cedera ligamen (putusnya jaringan penghubung tulang paha dengan betis).
- Kerusakan tulang rawan sebagian, bukan menyeluruh.
- Adanya serpihan tulang atau tulang rawan di sendi.
Kelebihan arthroscopy:
- Durasi perawatan singkat, bahkan bisa langsung pulang pada hari yang sama.
- Pemulihan cepat, pasien bisa kembali beraktivitas normal dalam beberapa minggu.
- Nyeri minim karena hanya memerlukan sayatan kecil.
Kekurangan arthroscopy:
- Untuk beberapa kasus, hasilnya hanya bertahan sementara, tidak permanen. Misalnya untuk artritis tingkat II ke atas.
- Tidak bisa digunakan untuk mengatasi masalah tulang yang permukaannya sudah aus total.
Adapun total knee replacement (TKR) atau arthroplasty adalah operasi besar untuk mengganti bagian tulang lutut yang rusak dengan komponen logam dan plastik. Total knee replacement merupakan pilihan terakhir ketika kerusakan lutut sudah sangat parah atau gejalanya sangat mengganggu dan tak bisa lagi ditangani dengan prosedur lain.
Biasanya dokter merekomendasikan total knee replacement untuk:
- Osteoartritis tingkat lanjut, ketika tulang rawan sudah habis hingga tulang saling berdesekan.
- Reumatoid artritis parah yang merusak bentuk sendi.
- Deformitas parah seperti kaki bengkok O atau X yang mengganggu fungsi jalan.
Kekurangan total knee replacement:
- Sayatan panjang (15-25 sentimeter).
- Rawat inap di rumah sakit 2-4 hari atau lebih.
- Fisioterapi intensif sampai 3-6 bulan untuk hasil maksimal.
- Ada risiko lebih tinggi mengalami infeksi, penggumpalan darah, dan kekakuan lutut.
Kelebihan total knee replacement:
- Bisa bertahan 15-20 tahun bahkan lebih.
- Nyeri hilang karena sudah diganti dengan logam dan plastik yang halus.
- Bisa memperbaiki Deformitas atau meluruskan kaki yang bengkok karena aus.
Estimasi Biaya Operasi Lutut Arthroscopy Vs Total Knee Replacement
Biaya adalah salah satu faktor paling krusial dalam perencanaan tindakan medis. Biaya operasi lutut arthroscopy vs total knee replacement bervariasi, tergantung kelas kamar perawatan, kompleksitas tindakan medis, standar dan status rumah sakit, serta komponen perangkat yang digunakan dalam tindakan.
Berikut ini gambaran estimasi biaya arthroscopy dan harga TKR di beberapa rumah sakit:
Estimasi Biaya Arthroscopy Lutut
Secara umum, biaya arthroscopy murni (non-rekonstruksi berat) relatif lebih terjangkau karena durasi rawat inap yang sangat singkat. Biaya operasi lutut ini di rumah sakit swasta berkisar dari Rp 7.500.000 hingga lebih dari Rp 40.000.000.
Estimasi Biaya Total Knee Replacement
Harga TKR jauh lebih tinggi karena mencakup harga komponen prostesis medis dan masa rawat inap pascabedah yang lebih lama. Biayanya berkisar dari Rp 65.000.000 sampai lebih dari Rp 200.000.000 per sendi lutut.
Estimasi biaya ortopedi di atas umumnya merupakan harga dasar paket tindakan bedah standar. Pasien disarankan menyiapkan dana cadangan ekstra sekitar 20-30 persen dari total biaya perkiraan untuk mengantisipasi komponen biaya yang sering kali belum tercakup dalam paket, seperti pemeriksaan laboratorium praoperasi, biaya administrasi rawat inap, obat-obatan tambahan pasca-pulang, serta serangkaian sesi fisioterapi jangka panjang setelah operasi.
Adapun bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional, biaya operasi lutut arthroscopy dan harga TKR bisa sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan jika didasarkan pada indikasi medis yang valid dari dokter spesialis dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ditinjau oleh:
dr. Andi Gazali Said, Sp. OT(K), MARS
Ortopedi Subspesialis Hip and Knee
Primaya Hospital Tangerang
Referensi:
- Knee Arthroscopy. https://orthoinfo.aaos.org/en/treatment/knee-arthroscopy/. Diakses 22 Mei 2026
- Global burden of 369 diseases and injuries in 204 countries and territories, 1990–2019: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2019. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30925-9/fulltext. Diakses 22 Mei 2026
- Knee replacement. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/knee-replacement/about/pac-20385276. Diakses 22 Mei 2026
- A Controlled Trial of Arthroscopic Surgery for Osteoarthritis of the Knee. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa013259. Diakses 22 Mei 2026
- Understanding Knee Replacement Costs: What’s on the Bill?. https://www.healthline.com/health/total-knee-replacement-surgery/understanding-costs. Diakses 22 Mei 2026
- Arthroscopic surgery for degenerative knee arthritis and meniscal tears: a clinical practice guideline. https://www.bmj.com/content/357/bmj.j1982. Diakses 22 Mei 2026
- Daftar Operasi yang Ditanggung BPJS Kesehatan. https://indonesiabaik.id/infografis/daftar-operasi-yang-ditanggung-bpjs-kesehatan. Diakses 22 Mei 2026


