• Emergency
  • 150 108

Penanganan Pertama Pada Cedera Lecet

Penanganan Pertama Pada Cedera Lecet

Hampir semua orang tentu pernah mengalami cedera lecet. Cedera ini terutama kerap terjadi pada anak-anak yang masih kurang dapat berhati-hati ketika beraktivitas. Secara umum, cedera ini tak memerlukan penanganan khusus. Tapi perawatan yang tepat tetap diperlukan agar luka cepat sembuh dan aktivitas bisa kembali normal.

 


Mengenal Cedera Lecet

Kulit adalah organ paling besar dan luas pada tubuh manusia. Kulit terdiri atas dua lapisan utama, yakni epidermis dan dermis. Epidermis adalah lapisan permukaan kulit yang terdiri atas berlembar-lembar sel kulit. Dermis berada di bawahnya. Cedera lecet adalah cedera yang terjadi ketika lapisan kulit itu rusak dan terbuka karena ada gesekan dengan permukaan benda lain yang kasar. Cedera lecet disebut juga abrasi kulit.

Lecet adalah cedera yang sangat umum. Kulit bisa mengalami luka lecet ringan hingga parah. Bagian tubuh yang kerap terluka lecet antara lain:

  • Siku
  • Lutut
  • Tulang kering
  • Pergelangan tangan/kaki
  • Bagian atas tubuh

Sakit yang timbul akibat lecet bisa sangat terasa karena menyebabkan banyak ujung saraf pada kulit terbuka. Namun cedera lecet jarang diikuti dengan perdarahan. Sebagian besar luka lecet dapat ditangani di rumah karena umumnya tak seserius luka sayat atau robek yang mirip. Sayatan atau robekan biasanya mempengaruhi bagian kulit yang lebih dalam sehingga menyebabkan perdarahan intens dan memerlukan perawatan medis.

Cedera lecet bisa dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Tingkat pertama: luka lecet ringan pada epidermis, tidak ada darah yang keluar.
  • Tingkat kedua: lecet merusak lapisan epidermis dan dermis, mungkin ada sedikit darah yang keluar.
  • Tingkat ketiga: luka lecet parah, ditandai dengan luka terbuka yang dalam hingga menembus dermis. Biasanya terjadi perdarahan yang lebih banyak.

Lecet yang biasanya bisa ditangani di rumah adalah tingkat pertama dan kedua. Cedera tingkat ketiga bisa mendapat penanganan pertama di rumah, lalu dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk tindakan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  Mengenal Cedera ACL: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

 

Penyebab Cedera Lecet

Dibanding orang dewasa, anak-anak berusia 5-9 tahun lebih sering mengalami cedera lecet. Sebab, mereka lebih kerap beraktivitas di luar ruangan dan kerap tidak memperhatikan sekitarnya. Penyebab luka lecet adalah gesekan dengan permukaan benda lain, di antaranya akibat kecelakaan atau terjatuh.

Misalnya anak yang berlarian di lapangan tersandung dan kakinya terkena permukaan tanah yang berpasir. Atau orang dewasa yang berserempetan ketika berkendara sepeda motor dengan pengendara lain di jalan raya.

Luka lecet juga bisa terjadi karena hal sederhana seperti mengenakan sepatu tanpa kaus kaki atau ukurannya terlalu kecil. Aktivitas yang dilakukan secara berulang juga bisa menyebabkan lecet, misalnya bermain game dalam waktu lama atau bersih-bersih rumah tanpa mengenakan sarung tangan.

 

Pertolongan Pertama Pada Cedera Lecet

Penanganan pada cedera lecet ringan di rumah bisa menggunakan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Berikut ini panduan penanganan pertama pada luka lecet:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah infeksi
  • Hentikan darah yang keluar jika ada. Caranya, gunakan perban atau kain bersih untuk menyeka dan menekan dengan lembut bagian yang luka.
  • Bersihkan luka dengan air mengalir untuk mengurangi risiko infeksi. Jangan menggunakan sabun pada area yang lecet. Singkirkan pasir atau benda lain di sekitar luka.
  • Jika ada, gunakan petroleum jelly untuk menjaga permukaan kulit tetap kering dan membantu mencegah terbentuknya jaringan parut. Hentikan pemakaian petroleum jelly jika muncul ruam pada kulit.
  • Tutup luka dengan perban untuk menjaganya tetap bersih. Jika lukanya cuma kecil, tak perlu ditutup.
  • Ganti perban setidaknya sehari sekali atau kapan pun jika perban basah atau kotor.

Luka lecet biasanya dapat pulih dalam beberapa hari. Waspadai tanda-tanda infeksi seperti warna kulit menjadi merah, rasa sakit bertambah parah, perdarahan, atau pembengkakan. Bila perlu, datangi fasilitas medis terdekat untuk mendapat suntikan tetanus terutama jika lukanya dalam dan kotor.

Baca Juga:  Kretek Tulang untuk Atasi Nyeri Punggung, Apakah Berbahaya?

 

Cara Penanganan Cedera Lecet yang Salah

Untuk mencegah cedera lecet menjadi lebih parah, perhatikan penanganannya di rumah. Berikut ini cara penanganan cedera lecet yang salah:

  • Menggunakan antiseptik seperti hidrogen peroksida atau obat merah untuk luka yang dalam karena malah berbahaya dan bisa memperlambat penyembuhan.
  • Menggunakan perban terlalu kuat pada bagian yang cedera karena bisa memperparah luka.
  • Membasahi luka terus-menerus karena luka justru lebih sulit menutup.
  • Memakai alkohol untuk membersihkan luka tidak dianjurkan karena sel sehat di sekitar area yang luka malah bisa ikut rusak. Alkohol juga berpotensi masuk ke aliran darah lewat luka.
  • Menggunakan air laut untuk membersihkan luka bisa menyebabkan infeksi karena air laut mungkin telah terkontaminasi zat berbahaya.
  • Menggunakan air liur untuk membersihkan luka lecet juga berpotensi memicu infeksi pada area yang luka.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Cedera lecet tingkat pertama dan kedua umumnya tak perlu penanganan dokter. Berbeda dengan cedera lecet tingkat ketiga yang mungkin membutuhkan tindakan medis. Datangi dokter atau instalasi gawat darurat jika terjadi kondisi berikut ini:

  • Darah terus keluar setelah ditekan selama lima menit
  • Perdarahan banyak
  • Luka lecet terjadi akibat kecelakaan atau kekerasan traumatis
  • Curiga ada infeksi

 

Ditinjau oleh

dr. Meky Tanjung, SpB

Dokter Spesialis Bedah

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

Everything You Should Know About Skin Abrasions. https://www.healthline.com/health/abrasion. Diakses 19 Februari 2022

Home wound care do’s and don’ts. https://www.ucihealth.org/blog/2018/10/wound-care. Diakses 19 Februari 2022

Abrasion. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554465/. Diakses 19 Februari 2022

How to Treat Minor Cuts and Scrapes. https://www.webmd.com/first-aid/cuts-scrapes. Diakses 19 Februari 2022

Cuts and scrapes: First aid. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cuts/basics/art-20056711. Diakses 19 Februari 2022

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.