Aman ke Rumah Sakit Selama Corona

Rumah Sakit Corona

Tenaga medis menjadi garda depan dalam upaya penanganan penyebaran virus corona. Tak pelak, rumah sakit turut sibuk selama pandemi Covid-19 belum reda. Situasi ini membuat sebagian masyarakat ragu ketika hendak berobat ke rumah sakit, terutama yang ditunjuk sebagai rujukan pasien corona. Padahal sudah ada protokol kesehatan yang mesti diterapkan untuk memastikan keamanan pasien, pengunjung, dan tenaga medis di rumah sakit corona.

Terdapat ratusan rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia baik milik pemerintah maupun swasta. Semua rumah sakit ini telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan. Protokol ini mengacu pada standar yang ditentukan WHO. Di antaranya mekanisme screening atau penyaringan pasien yang datang dengan gejala Covid-19 serta pemisahan area perawatan pasien corona dengan pasien umum.

Dengan demikian, rumah sakit corona tetap bisa didatangi oleh pasien umum. Tapi pasien juga diwajibkan menaati protokol, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak fisik minimal 2 meter. Protokol ini disiapkan agar aman ke rumah sakit selama corona. Pasien juga perlu memperhatikan keamanan sendiri dengan cara-cara berikut ini.

Baca Juga:  Nyeri Kepala: Kapan Perlu ke Dokter?

Daftar secara online

Saat ini banyak rumah sakit yang telah melayani pendaftaran berobat lewat online. Misalnya melalui aplikasi di ponsel pintar. Bisa juga mendaftar dengan menelepon lebih dulu. Pendaftaran tanpa tatap muka ini akan mengurangi risiko penularan corona di rumah sakit.

Kenakan masker

Pemerintah telah mewajibkan penggunaan masker di ruang publik, termasuk rumah sakit corona. Gunanya adalah mencegah terkena percikan cairan dari bersin atau batuk pasien corona. Orang yang tampak sehat pun sebetulnya bisa juga positif corona. Mereka disebut orang tanpa gejala atau OTG. Penggunaan masker juga merupakan antisipasi terhadap risiko penularan dari OTG.

Gunakan transportasi pribadi

Sebisa mungkin menghindari penggunaan alat transportasi umum, terutama yang sering penuh sesak oleh penumpang. Sebaiknya gunakan transportasi pribadi bila ada. Risiko penyebaran corona di sarana transportasi umum amatlah besar.

Baca Juga:  Pengobatan dan Stadium Kanker Kelenjar Getah Bening

Sesuaikan dengan tujuan

Dalam pelayanan kesehatan tertentu, Anda bisa datang ke rumah sakit khusus ketimbang rumah sakit umum. Misalnya hendak memeriksakan kandungan, bisa datang ke rumah sakit ibu dan anak atau langsung ke bidan di dekat rumah. Meski begitu, kunjungan ke fasilitas kesehatan ini juga mesti sesuai dengan protokol kesehatan.

Ikuti screening

Rumah sakit corona dan umum melakukan screening pada setiap pengunjung, termasuk pasien. Dalam screening akan ditanyakan sejumlah hal yang berkaitan dengan corona untuk menentukan tindakan pada pasien. Bila menunjukkan gejala corona dan punya riwayat yang berkaitan dengan corona, pasien bisa langsung diminta mengikuti tes. Sedangkan jika dinilai aman, pasien akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan keluhan yang dirasakan.

Dalam screening, jawab pertanyaan dengan jujur demi keamanan bersama. Petugas medis juga berisiko terpapar Covid-19 dalam screening hingga pemeriksaan di ruang perawatan. Bahkan resepsionis dan petugas kesehatan pun demikian. Bila merasa punya riwayat yang berkaitan dengan corona, misalnya baru datang dari tempat yang masuk zona merah Covid-19 atau pernah berinteraksi langsung dengan pasien positif corona, beri tahu petugas yang melakukan screening.

Baca Juga:  Penyandang Diabetes Berpuasa, Bolehkah?

Dengan begitu, petugas bisa menentukan tindakan yang tepat untuk penanganan selanjutnya. Terkena corona bukanlah aib sehingga tak perlu ditutup-tutupi. Justru keterbukaan akan mendukung upaya penyembuhan terhadap pasien corona karena dokter dan tenaga medis lain dapat segera bertindak melakukan penanganan.

 

Sumber:

https://hfsc.org/home/coronavirus/coronavirus-tips/

 

Ditinjau oleh:

dr. Annisa Sutera Insani, Sp.P

Dokter Spesialis Paru

Prumaya Hospital Bekasi Timur

Bagikan ke :