• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Kenali Gejala Atelektasis, Penyebab Sesak Nafas dan Tubuh Membiru

Kanali Gejala Atelektasis

Saat paru-paru tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal, maka akan terjadi berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya yaitu atelektasis. Pasien penderita penyakit ini memiliki pengempisan di jalan nafas sehingga memunculkan gejala sesak nafas hingga tubuh membiru akibat kekurangan oksigen.

Kondisi ini dapat terjadi akibat banyak hal. Mulai dari masuknya makanan atau benda asing, gumpalan lendir, tumor, maupun darah yang menggumpal. Nah, untuk mengetahui apa saja bahaya yang timbul dari penyakit ini, silakan simak rincian lengkapnya di bawah ini.

buat jani dokter primaya

Apa itu Atelektasis?

Atelektasis

Atelektasis adalah kondisi di mana sebagian ataupun keseluruhan rongga paru-paru tidak berfungsi secara optimal. Akibatnya, terjadi pengempisan kantung udara paru-paru yang menyebabkan penderitanya kesulitan bernafas.

Dalam paru-paru, terdapat pipa-pipa bercabang yang menghubungkan paru-paru dan hidung. Nah, d ari pipa tersebut memiliki jutaan cabang yang mana masing-masing cabang memiliki ujung layaknya sebuah balon yang disebut sebagai alveolus.

Fungsi utama alveolus yaitu untuk menampung oksigen saat mengembang, dan membuang CO2 (karbon dioksida) saat mengempis. Nah, apabila alveolus ini tidak dapat berjalan optimal maka akan mengakibatkan kondisi yang disebut sebagai atelektasis.

Ada banyak penyebab yang mendasari kondisi ini pada sebagian orang. Contohnya yaitu karena benda asing yang masuk, cedera akibat benturan di dada, operasi, hingga fibrosis kistik.

Kondisi Atelektasis
Gejala Utama Sesak nafas, tubuh membiru, hingga peningkatan detak jantung
Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru
Penyebab Penyumbatan saluran nafas, saluran nafas kemasukan benda asing
Diagnosis Pemeriksaan fisik, cek tahap lanjut, wawancara meis
Faktor Risiko Anak-anak di bawah 3 tahun, usia lanjut di atas 60 tahun, lahir prematur
Pengobatan Penyedotan saluran nafas, bronkoskopi, operasi, terapi obat
Pencegahan Kunyah hingga lembut saat makan makanan
Komplikasi Hipoksia, gagal nafas, pneumonia

Faktor Risiko

Atelektasis

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari situs WebMD, bahwasanya ada beberapa risiko yang menjadikan seseorang lebih rentan terkena atelectasis. Berikut ini contohnya:

  • Perokok
  • Penyakit paru-paru kronis
  • Kerusakan saraf dan otot
  • Penyakit tertentu
  • Kelebihan berat badan
  • Efek obat-obatan tertentu
  • Pengguna alat bantu oksigen
  • Anak-anak di bawah usia 3 tahun
  • Orang lanjut usia di atas 60 tahun
Baca Juga:  Penyakit Paru dan Covid-19, Apa Kunci Survivalnya?

Penyebab

Bagi anak-anak, seringkali penyakit ini disebabkan karena mereka tersedak sehingga ada makanan yang masuk ke dalam saluran nafas.

Sementara bagi orang dewasa, kondisi ini lebih sering terjadi bagi mereka yang baru saja menjalani operasi. Hal ini karena obat bius (anestesi) dapat memengaruhi fungsi paru-paru.

Dalam kebanyakan kasus, atelektasis memang terjadi akibat dari suatu hal yang secara fisik memblokir jalannya nafas seperti:

  • Lendir dahak
  • Tumor
  • Makanan

Selain itu, tekanan dari luar juga dapat mengakibatkan jalannya nafas terganggu seperti yang diakibatkan oleh:

  • Pneumonia
  • Jaringan paru yang terluka
  • Tulang yang terdeformasi
  • Tumor yang menekan saluran nafas
  • Cairan yang ada di lapisan paru
  • Udara yang terjebak di lapisan paru
  • Tekanan akibat pakaian

Gejala Atelektasis

Atelektasis

Umumnya, pengidap atelectasis akan mengakibatkan beberapa gejala yang meliputi berikut ini:

  • Batuk-batuk
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar kencang
  • Tubuh membiru

Diagnosis

Pertama, dokter akan mewawancarai apa saja keluhan dari pasien yang bersangkutan. Setelah itu, akan lanjut ke tahap pemeriksaan fisik untuk melihat dan mengamati apa ada gejala lain yang muncul.

Bila masih belum jelas dalam menunjukkan positif atelektasis atau tidak, maka akan lanjut ke tahap pemeriksaan lanjutan yang meliputi beberapa di bawah ini:

Baca Juga:  Penyakit Autoimun : Apakah Bisa Disembuhkan?

A. CT Scan

Berguna untuk mengetahui secara detail kondisi paru-paru pasien. Bisa juga untuk melihat apakah ada desakan pada saluran nafas, tumor, ataupun makanan dan benda asing yang menyumbat jalur nafas.

B. Rontgen Dada

Rontgen juga dperlukan untuk melihat secara lebih detail terkait benda asing yang dicurigai menjadi penyebab utama atelektasis.

C. Oksimetri

Kondisi ini dapat mengakibatkan kadar oksigen darah menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan oksimetri untuk mengukur tingkat kadar oksigen yang terkandung dalam darah.

D. Bronkoskopi

Yaitu pemeriksaan yang memungkinkan dokter untuk mengetahui secara langsung struktur jalan pernafasan menuju paru-paru. Caranya selang akan dimasukkan untuk menyusuri nafas.

Pencegahan

Tidak semua kondisi atelektasis dapat dicegah. Namun, kita dapat membatasi faktor risikonya dengan cara:

  • Pastikan mengunyah makanan hingga halus agar tidak tersedak
  • Sembuhkan penyakit PPOK seperti asma
  • Makan-makanan halus bagi orang lanjut usia di atas 60 t ahun
  • Konsultasi secara mendalam sebelum operasi
  • Hindari melahirkan kondisi prematur
  • Gunakan pelindung dada untuk pekerjaan atau aktivitas ekstrem

Pengobatan

Ini dia serangkaian pengobatan yang cukup bervariasi yang kerap dokter gunakan dalam merawat dan menangani pasien atelektasis:

  • Suction (penyedotan saluran nafas)
  • Operasi
  • Bronkoskopi
  • Terapi obat-obatan

Komplikasi

Dalam kondisi ekstrem, penyakit ini dapat mengakibatkan ragam komplikasi penyakit lain yang harus Anda waspadai. Contohnya yaitu:

  • Gagal nafas
  • Pneumonia (infeksi paru-paru akibat bakteri)
  • Hipoksia (level oksigen darah menurun drastis)

Kapan Harus ke Dokter?

Segera kunjungi dokter spesialis paru-paru atau dokter spesialis penyakit dalam apabila mengalami gejala atelektasis seperti yang kami sebutkan di atas.

Namun, apabila mengalami gejala kesulitan bernafas hingga tubuh yang semakin membiru, maka segera bawa ke UGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan sesegera mungkin.

Narasumber:

Dr. dr. M. Harun Iskandar, Sp. PD, Sp. P (K)

Primaya Hospital Makassar

Referensi:

  • Atelectasis. https://www.nhlbi.nih.gov/health/atelectasis. Diakses pada 26 Desember 2023.
  • Atelectasis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545316/. Diakses pada 26 Desember 2023.
  • Pneumothorax. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2653738. Diakses pada 26 Desember 2023.
  • What are atelectasis and pneumothorax? https://www.nm.org/conditions-and-care-areas/pulmonary/atelectasis-and-pneumothorax. Diakses pada 26 Desember 2023.
Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.