• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Cholangiocarcinoma: Kanker Langka pada Saluran Empedu

Cholangiocarcinoma Kanker Langka pada Saluran Empedu

Kanker telah lama menjadi momok bagi kesehatan masyarakat. Ada banyak jenis kanker yang dapat berkembang di tubuh manusia, dari yang jarang hingga kerap dijumpai. Salah satu jenis kanker yang jarang adalah cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu. Di bawah ini akan dibahas seputar jenis kanker ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Cholangiocarcinoma

Cholangiocarcinoma adalah jenis kanker yang terjadi pada saluran empedu. Empedu merupakan organ yang menghubungkan hati dengan usus. Kanker saluran empedu ini termasuk jenis kanker yang langka dan umumnya sulit dideteksi pada stadium awal sehingga penanganan baru dapat dilakukan ketika sudah mencapai stadium lanjut.

Meski langka, cholangiocarcinoma adalah jenis kanker yang agresif atau cepat berkembang. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar perawatan bisa dilakukan secepatnya. Terdapat dua jenis kanker saluran empedu yang dibedakan menurut lokasi terbentuknya sel kanker, yakni intrahepatik dan ekstrahepatik.

  • Cholangiocarcinoma intrahepatik: sel kanker terbentuk di saluran empedu di dalam hati.
  • Cholangiocarcinoma ekstrahepatik: sel kanker muncul di saluran empedu di luar hati.

Dari dua jenis cholangiocarcinoma, ekstrahepatik adalah yang paling umum. Ada dua macam kanker cholangiocarcinoma ekstrahepatik, yaitu perihilar dan distal. Cholangiocarcinoma perihilar terjadi di dekat tempat saluran empedu menyambung dengan hati. Sedangkan cholangiocarcinoma distal terletak di area distal yang lebih jauh dari hati, biasanya di bagian bawah saluran empedu atau dekat pankreas.

Penanganan tiap jenis kanker saluran empedu ini berbeda-beda. Diperlukan diagnosis yang tepat agar pengobatan bisa efektif.

 

Gejala

Beberapa gejala cholangiocarcinoma yang umum antara lain:

  • Nyeri perut atau rasa tidak nyaman di bagian kanan atas perut
  • Warna kuning pada kulit dan mata
  • Urine berwarna gelap
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Mual dan muntah
  • Demam dan menggigil
  • Gatal-gatal
  • Tinja berwarna seperti tanah liat
  • Kelelahan

 

Penyebab

Penyebab pasti cholangiocarcinoma belum dapat disimpulkan. Tapi ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap risiko seseorang terkena kanker saluran empedu, seperti:

  • Infeksi hepatitis B atau C yang bisa menyebabkan kerusakan hati
  • Batu empedu yang dapat menghambat aliran empedu dan menyebabkan peradangan
  • Kolangitis sklerotik primer, yakni kondisi kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran empedu
  • Kelainan saluran empedu
  • Obesitas
  • Meningkatnya kadar bilirubin
  • Kebiasaan merokok
Baca Juga:  Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus)

Selain itu, seperti dikutip dari Livercanceruk.org, makin tua usia, makin besar risiko terkena cholangiocarcinoma. Jenis kanker ini umum dijumpai pada orang berusia 50-70 tahun dan lebih banyak menimpa pria dibanding wanita.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Cholangiocarcinoma

Diagnosis cholangiocarcinoma bisa ditempuh dengan sejumlah metode, seperti:

  • Pemeriksaan fisik: dokter akan memeriksa fisik dan gejala yang dialami pasien.
  • Pemeriksaan darah: tes ini bisa membantu mengidentifikasi tanda-tanda kerusakan hati atau saluran empedu yang terkena dampak kanker.
  • Ultrasonografi (USG) abdomen: USG dapat membantu mengidentifikasi keberadaan tumor di saluran empedu.
  • Pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan) abdomen: prosedur ini dapat memberikan gambaran kanker yang lebih jelas dan mengidentifikasi apakah sel kanker telah menyebar ke organ lain.
  • Tes fungsi hati: lewat tes ini, bisa diketahui kadar enzim bilirubin, AST, dan ALT yang jika lebih tinggi bisa menandakan adanya penyakit hati yang mungkin disebabkan oleh kanker saluran empedu
  • Endoskopi: pemeriksaan rongga tubuh dengan alat endoskop ini dilakukan untuk memeriksa saluran empedu dan mengambil sampel jaringan (biopsi) jika diperlukan.
  • Tes laboratorium: pemeriksaan sampel jaringan, darah, urine, atau zat lain di tubuh di laboratorium

 

Cara Mengatasi Cholangiocarcinoma

Penanganan cholangiocarcinoma bergantung pada lokasi, ukuran, dan stadium kanker. Beberapa pilihan pengobatan yang bisa dijalankan antara lain:

  • Operasi: prosedur ini bertujuan mengangkat tumor atau bagian dari saluran empedu yang terkena dampak kanker.
  • Radioterapi: radioterapi bisa dilakukan untuk membantu mengurangi ukuran tumor atau menghancurkan sel kanker.
  • Kemoterapi: kemoterapi bisa menjadi prosedur pengobatan utama atau tambahan untuk memperkecil ukuran tumor atau mencegah kanker menyebar ke organ lain.
  • Transplantasi hati: bila kanker telah menyebar ke hati, transplantasi dapat dilakukan untuk mengganti hati yang terkena kanker dengan hati yang sehat.
Baca Juga:  GERD : Gejala, Mencegah, dan Mengobati

 

Komplikasi

Bila cholangiocarcinoma terlambat ditangani, bisa terjadi komplikasi serius yang lebih membahayakan jiwa, seperti:

  • Obstruksi saluran empedu: tumor yang tumbuh bisa menyumbat saluran empedu hingga menyebabkan kerusakan hati.
  • Infeksi: bila saluran empedu tersumbat, risiko infeksi pada saluran empedu atau hati akan meningkat.
  • Metastasis: menyebarnya sel kanker ke organ lain, seperti hati, paru-paru, atau tulang, akan mengancam nyawa pasien.
  • Sirosis hati: komplikasi berupa pengerutan dan pengerasan hati ini terutama rentan terjadi pada pasien yang mengalami kolangitis sklerotik primer

 

Pencegahan

Tidak ada cara spesifik untuk mencegah cholangiocarcinoma. Meski begitu, ada sejumlah langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena kanker saluran empedu ini, seperti:

  • Menerapkan gaya hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman yang aman untuk hati
  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok
  • Mendapat vaksin hepatitis B
  • Menghindari kontak dengan orang yang mengidap hepatitis C

 

Kapan Harus ke Dokter?

Cholangiocarcinoma tak selalu disertai gejala dan jika muncul gejala seringkali kanker sudah mencapai stadium lanjut. Karena itu, upaya pencegahan harus lebih diutamakan. Bila merasakan gejala yang diduga kanker saluran empedu, langsung datangi dokter untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan diagnostik supaya pengobatan dapat segera dilakukan sebelum kanker berkembang lebih lanjut.

 

Narasumber

dr. Nugraheni Irda, Sp.PD, M.Kes

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

  • Risks and causes of bile duct cancer. https://livercanceruk.org/liver-cancer-information/types-of-liver-cancer/bile-duct-cancer/risks-and-causes-of-bile-duct-cancer/. Diakses 1 Mei 2023
  • Bile Duct Cancer. https://www.uclahealth.org/medical-services/cancer-services/gi-cancer/conditions/bile-duct-cancer. Diakses 1 Mei 2023
  • What Is Bile Duct Cancer (Cholangiocarcinoma)?. https://www.cancer.gov/types/liver/bile-duct-cancer. Diakses 1 Mei 2023
  • Bile duct cancer (cholangiocarcinoma). https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/cancer/cancer-types-in-adults/bile-duct-cancer-cholangiocarcinoma. Diakses 1 Mei 2023
  • Tests for bile duct cancer. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/bile-duct-cancer/getting-diagnosed/tests-diagnose. Diakses 1 Mei 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.