Yang Anda Harus Tahu Sebelum Melakukan Kateterisasi Jantung

Yang Anda Harus Tahu Sebelum Melakukan Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung adalah prosedur medis yang dijalankan dokter spesialis jantung dan timnya untuk mengevaluasi fungsi jantung dan mendiagnosis kondisi kardiovaskular. Sebuah alat bernama kateter berupa tabung tipis dimasukkan ke pembuluh darah yang mengarah ke jantung dengan bantuan sinar-X. Pembuluh darah arteri atau vena yang dimasuki kateter dipilih yang berada di lengan atau pangkal paha.

 

Kondisi Dilarang Melakukan Kateterisasi Jantung

Tak ada kontraindikasi definitif yang absolut dalam kateter jantung. Sebagian besar kontraindikasi bersifat relatif, tergantung prosedur dan komorbiditas pasien. Bila risiko komplikasi dipandang lebih besar, dokter akan menjalankan prosedur alternatif.  Adapun beberapa kondisi pasien yang terlarang menjalani kateterisasi jantung atau boleh tapi dengan persyaratan tertentu antara lain:

  • Ada gangguan pembekuan darah
  • Gagal ginjal akut
  • Ada masalah irama detak jantung (aritmia)
  • Mengalami infeksi
  • Tekanan darah tinggi tak terkendali
  • Alergi terhadap cairan pewarna kontras
  • Punya riwayat stroke
  • Kekurangan zat besi/kurang darah
  • Gangguan elektrolit
  • Ada masalah saluran pencernaan

 

Baca Juga:  3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Berapa Lama Kateterisasi Jantung Bertahan?

Kateterisasi jantung dilakukan di laboratorium khusus. Prosedur ini umumnya berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam. Namun persiapan sebelum hingga pemulihannya bisa memakan waktu hingga 8-9 jam. Pasien harus menginap di rumah sakit setidaknya semalam untuk menjalani pemulihan.

 

Apa yang Terjadi Selama Kateterisasi Jantung?

Pasien kateterisasi jantung harus berpuasa selama 6-8 jam sebelumnya. Sebelum prosedur berlangsung, pasien akan dibius lokal supaya tak merasakan sakit tapi tetap terjaga. Prosedur kateterisasi umumnya seperti berikut ini:

  • Pasien melepaskan perhiasan atau aksesori lain yang bisa mengganggu prosedur.
  • Pasien mengenakan baju khusus dari rumah sakit.
  • Tim dokter mungkin perlu mencukur area yang akan dimasuki kateter.
  • Pasien berbaring di meja operasi.
  • Elektrokardiogram untuk memonitor kondisi jantung dihubungkan.
  • Dokter menyuntikkan bius ke area kulit yang akan dimasuki kateter. Pasien mungkin akan merasa seperti digigit semut di area itu.
  • Dokter memasukkan kateter ke arteri atau vena lalu mengarahkannya ke jantung.
  • Setelah kateter masuk, dokter menyuntikkan cairan kontras untuk memvisualkan jantung dan arteri.
  • Gambar jantung dari sinar-X akan dihasilkan.
  • Tergantung kondisi, dokter mungkin menjalankan prosedur untuk mengatasi penyempitan arteri, termasuk dengan memasang ring jantung.
Baca Juga:  Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala dan Perawatannya

 

Apa yang Terjadi Setelah Kateterisasi Jantung?

Pasien kateterisasi jantung akan dibawa ke ruang pemulihan atau kamar rawat inap seusai prosedur. Pasien harus berbaring selama beberapa jam dan perawat akan memantau secara berkala. Pasien harus memberi tahu perawat jika merasakan sakit atau sesak pada dada atau keluhan lain.

Mungkin akan muncul keinginan berkemih karena efek pewarna kontras. Mintalah bantuan jika merasa sulit berkemih sendirian. Setelah bedrest, pasien bisa makan makanan ringan. Sebaiknya segera minum yang banyak untuk menghilangkan pewarna kontras di dalam tubuh. Sebelum dibolehkan pulang, dokter akan memeriksa kondisi pasien dan mendiskusikan soal pola makan, aktivitas fisik, dan prosedur selanjutnya.

 

Hasil Kateter Jantung dan Perawatan Rumah

Dokter akan memberitahukan hasil kateterisasi jantung, termasuk apa yang mereka temukan saat prosedur berlangsung. Dokter sekaligus memberi informasi seputar perawatan di rumah untuk mempercepat pemulihan dan pencegahan risiko. Hasil kateterisasi jantung bergantung pada prosedur yang dijalankan dokter sesuai dengan diagnosis. Perawatan pasien di rumah mungkin melibatkan obat-obatan yang harus dikonsumsi secara rutin. Begitu pula perubahan gaya hidup yang harus dilakukan demi kesehatan jantung.

Baca Juga:  Kateterisasi Jantung? Jangan Lakukan Saat Kondisi Ini

 

Ditinjau oleh:

dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp. JP (K), FIHA

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/cardiac-catheterization

https://www.webmd.com/heart-disease/guide/cardiac-catheterization1#1

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26673558/

Bagikan ke :