• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Demam Kuning: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Demam Kuning Gejala, Mencegah dan Mengobati

Demam kuning adalah penyakit yang serius dan memerlukan perhatian medis profesional. Penyakit yang menular lewat gigitan nyamuk ini mirip dengan demam berdarah yg disebabkan oleh virus dengue. Dalam kasus yang parah, demam kuning dapat mengakibatkan kematian.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Demam Kuning

Demam kuning adalah penyakit demam berdarah oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi virus demam kuning (yellow fever virus). Penyakit ini merupakan penyakit endemik di kawasan tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Afrika. Nama “demam kuning” mengacu pada gejala klinis karakteristik yang dialami pasien, terutama kulit dan putih mata yang tampak berubah warna menjadi kekuningan (jaundice) disertai demam tinggi.

Nyamuk yang menularkan virus demam kuning umumnya adalah Aedes aegypti yang terinfeksi. Manusia menjadi inang utama bagi virus ini. Tapi primata nonmanusia bisa pula menjadi sumber penularan. Penyakit ini tidak menular antarmanusia.

Ketika seseorang terinfeksi virus demam kuning, gejala awalnya mirip dengan flu biasa. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit, gejalanya bisa memburuk dan menyebabkan kerusakan hati, perdarahan, dan gangguan fungsi organ lain. Demam kuning dapat berkembang menjadi bentuk parah yang dikenal sebagai demam kuning berdarah, yang memiliki tingkat kematian lebih tinggi. Menurut data WHO, sebanyak 20-50 persen orang yang masuk fase beracun meninggal dalam 2 minggu.

 

Gejala

Tidak semua orang yang mengalami demam kuning menunjukkan gejala. Gejala demam kuning bisa dibedakan menurut fasenya yang terbagi menjadi fase infeksi dan fase beracun:

Fase infeksi

  • Demam tiba-tiba dan tinggi, seringnya lebih dari 39 derajat Celsius
  • Sakit kepala parah, terutama terasa di daerah belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi yang hebat, kerap terasa di punggung dan lutut
  • Tubuh terasa lelah dan lemah
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri perut, dan penurunan nafsu makan

Fase beracun

  • Kulit dan mata menguning karena meningkatkan kadar bilirubin dalam darah
  • Perdarahan, termasuk muntah darah atau perdarahan dari hidung dan gusi
  • Tinja dan urine berwarna gelap
  • Kegagalan fungsi organ
  • Delirium
Baca Juga:  Jenis-Jenis Hepatitis dan Perbedaannya

Dalam banyak kasus, gejala hilang setelah 3-4 hari. Namun gejala fase beracun bisa muncul 24 jam setelah pulih dari gejala awal.

 

Penyebab

Virus demam kuning yang merupakan bagian dari keluarga Flaviviridae adalah penyebab demam kuning. Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti di daerah perkotaan serta Haemagogus dan Sabethes di area hutan.

Setelah seseorang tergigit nyamuk yang membawa virus ini, virus mulai berkembang biak di dalam tubuh dan menyebar ke berbagai organ, terutama hati. Masuknya virus ini ke hati menyebabkan peradangan dan kerusakan sel hati hingga akhirnya membuat fungsi hati menurun. Karena itulah terjadi gejala demam kuning.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Demam Kuning

Secara umum demam kuning ini sulit dideteksi pada tahap awal penyakit karena gejala yang mirip dengan penyakit seperti leptospirosis, hepatitits fullminan, malaria atau demam berdarah dengue. Dokter dapat mendiagnosis demam kuning berdasarkan gejala klinis yang khas pada pasien, yakni jaundice yang ditandai dengan menguningnya warna kulit dan putih mata. Dokter juga akan mengorek informasi tentang gejala tersebut, seperti kapan gejala mulai terasa, serta riwayat perjalanan pasien ke daerah endemic (Amerika Selatan dan Afrika). Informasi ini akan membantu dokter mempertimbangkan kemungkinan infeksi demam kuning.

Untuk memperkuat diagnosis demam kuning, dokter bisa meminta pasien menjalani serangkaian tes laboratorium, seperti:

  • Tes enzim hati untuk melihat adanya kerusakan hati yang berkaitan dengan demam kuning
  • Tes untuk mendeteksi keberadaan virus demam kuning atau material genetiknya (PCR)
  • Pemeriksaan kadar bilirubin
  • Pemeriksaan darah perifer lengkap

 

Cara Mengatasi Demam Kuning

Tidak ada pengobatan antivirus spesifik untuk mengobati demam kuning. Penanganan pasien bersifat suportif untuk mengendalikan gejala dan mengurangi risiko komplikasi yang serius hingga infeksi memudar. Pasien biasanya perlu menjalani perawatan di rumah sakit agar bisa beristirahat lebih baik dan kondisinya bisa dipantau lebih ketat. Selama perawatan, pasien diberi cairan infus untuk mencegah dehidrasi.

Baca Juga:  Kolesterol Tinggi: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Adapun pengobatan gejalanya mencakup pemberian obat antipiretik atau penurun demam. Obat tertentu yang bisa meningkatkan risiko perdarahan mesti dihindari, seperti aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid.

 

Komplikasi

Tanpa perawatan yang memadai, demam kuning bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan. Komplikasi yang biasa terjadi termasuk:

  • Kerusakan hati
  • Gangguan perdarahan
  • Koma
  • Infeksi sekunder
  • Syok

 

Pencegahan

Saat ini sudah ada vaksin demam kuning yang bisa menjadi sarana pencegahan efektif. Jika hendak bepergian ke wilayah yang berisiko demam kuning, sebaiknya dapatkan vaksin ini dulu sebagai langkah pencegahan yang utama (1 dosis vaksin untuk 10 tahun). Adapun guna mencegah gigitan nyamuk yang mungkin membawa virus demam kuning, lakukan cara ini:

  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menggunakan losion antinyamuk
  • Mengenakan baju dan celana panjang
  • Menghilangkan genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila curiga mengalami demam kuning, penting untuk mendapatkan perhatian medis secepatnya. Makin cepat ditangani, kemungkinan pulih dan terhindar dari risiko komplikasi lebih besar. Sekali orang terinfeksi, seseorang akan lebih kebal dari penularan virus itu di kemudian hari.

 

Narasumber

dr. Raden Agung Suryoputro Reksoprodjo, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Depok

Referensi:

  • Yellow fever. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/yellow-fever. Diakses 14 Mei 2023
  • Yellow fever, a major public health concern. https://www.msf.org/yellow-fever-depth. Diakses 14 Mei 2023
  • Demam Kuning (Yellow Fever). https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/demam-kuning-yellow-fever. Diakses 14 Mei 2023
  • Yellow Fever. https://wwwnc.cdc.gov/travel/diseases/yellow-fever. Diakses 14 Mei 2023
  • Treatments for Yellow Fever. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/primary-care/yellow-fever/treatments.html. Diakses 14 Mei 2023
  • Yellow Fever. https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/yellow-fever. Diakses 14 Mei 2023
  • Jadwal Imunisasi Vaksin Dewasa. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI. 2021
  • Barrett ADT. The reemergence of yellow fever. Science. 2018 Aug 31;361(6405):847-848
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.