• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Demam Rematik: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Demam Rematik Gejala, Mencegah dan Mengobati

Suatu penyakit atau kondisi bisa berkembang dan mengakibatkan masalah medis lain. Sebagai contoh, demam rematik yang bisa terjadi menyusul infeksi bakteri pada tenggorokan. Penyakit serius ini bisa menyebabkan penyakit jantung rematik dan mengakibatkan kerusakan jantung.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Demam Rematik

Demam rematik adalah penyakit peradangan sistemik serius yang terjadi setelah infeksi bakteri tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang juga dikenal sebagai infeksi streptokokus A. Demam ini tak umum terjadi pada anak-anak, tapi bisa mempengaruhi orang dari segala usia, termasuk kalangan lansia.

Ketika terjadi demam rematik, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi, jantung, dan kadang organ lain seperti kulit dan otak. Reaksi autoimun ini dapat menyebabkan kerusakan organ vital.

Dampak demam rematik pada orang yang memiliki penyakit atau kondisi lain bisa lebih serius. Demam ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menambah masalah pada jantung berupa kerusakan pada katup jantung yang dikenal sebagai penyakit jantung rematik. Penyakit jantung rematik bisa menyebabkan gangguan aliran darah, gagal jantung, dan masalah jantung lain.

Orang yang pernah terkena demam rematik kemungkinan besar akan mengalami kondisi yang sama di kemudian hari ketika ada pemicunya.

 

Gejala

Gejala demam rematik biasanya muncul sekitar 1-5 minggu setelah terinfeksi bakteri Streptococcus. Gejala yang dialami tiap orang bisa berbeda-beda. Berikut ini beberapa gejala yang umum:

  • Demam di atas 38 derajat Celsius
  • Nyeri sendi, terutama lutut, pergelangan tangan, siku, dan pergelangan kaki
  • Sendi tampak memerah dan bengkak
  • Ruam kulit
  • Sesak napas
  • Gelisah
  • Kelelahan
  • Gerakan tak terkoordinasi, menyentak-nyentak

 

Penyebab

Infeksi streptokokus A pada tenggorokan atau amandel menjadi faktor pemicu utama dalam terjadinya demam rematik. Namun tidak semua orang yang terkena infeksi bakteri ini akan mengalami demam rematik. Faktor genetik dan kerentanan individu juga berperan penting dalam kondisi ini. Orang-orang dengan riwayat keluarga demam rematik dan punya masalah autoimun berisiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut.

Baca Juga:  Mulut Kering Padahal Sudah Minum Banyak? Yuk Ketahui Penyebabnya

Bakteri Streptococcus bisa menyebar lewat droplet yang keluar ketika bersin atau batuk. Karena itu, penting untuk menjaga jarak dari orang yang sedang sakit untuk mengantisipasi penularannya.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Demam Rematik

Tidak ada tes tunggal yang bisa dijalankan untuk mendiagnosis demam rematik. Bila pasien ada gejala demam rematik, dokter akan memintanya menjalani serangkaian tes untuk menegakkan diagnosis. Tes ini termasuk tes darah dan echocardiogram untuk mengecek kondisi jantung.

Untuk mendeteksi bakteri Streptococcus di tenggorokan, dokter perlu mengambil sampel lendir dari tenggorokan dengan metode usap. Sampel ini akan diperiksa di laboratorium. Dokter juga akan mengamati dan mengevaluasi gejala yang ditunjukkan pasien untuk memastikan keterkaitannya dengan demam rematik.

Dalam beberapa kasus, pasien perlu rujukan ke dokter spesialis jantung (kardiolog) untuk evaluasi lebih lanjut mengenai kondisi jantung. Penyakit jantung rematik biasanya bisa didiagnosis dokter ketika mengecek suara detak jantung dengan stetoskop. Penyakit ini ditandai dengan suara murmur atau kecamik yang merupakan tanda masalah aliran darah yang keluar lewat katup jantung yang bocor.

 

Cara Mengatasi Demam Rematik

Penanganan demam rematik melibatkan pengobatan infeksi Streptococcus yang melatari kondisi ini, meredakan gejala peradangan, serta mengelola kondisi jantung bila sudah terpengaruh. Berikut ini beberapa cara yang umum:

  • Pengobatan antibiotik untuk menghilangkan infeksi bakteri
  • Pemberian obat anti-inflamasi nonsteroid seperti ibuprofen untuk meredakan nyeri sendi dan peradangan
  • Obat anti-inflamasi steroid seperti prednison untuk peradangan yang lebih parah
  • Obat penstabil kondisi jantung bila terjadi masalah pada katup jantung dan penyakit jantung rematik, misalnya penurun tekanan darah atau beta blocker
  • Terapi fisik atau rehabilitasi untuk mengatasi masalah sendi yang terpengaruh

 

Komplikasi

Demam rematik bisa menyebabkan peradangan pada jaringan jantung, termasuk endokarditis (lapisan dalam jantung), miokarditis (otot jantung), dan perikarditis (selaput jantung). Jika tidak diobati, kerusakan jangka panjang pada katup jantung dapat terjadi. Kondisi ini disebut penyakit jantung rematik. Setelah mengalami demam rematik, infeksi apa pun bisa membuat jantung berisiko mengalami masalah.

Baca Juga:  Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Komplikasi lain yang bisa terjadi termasuk kekakuan dan keterbatasan sendi akibat peradangan sendi yang berulang serta komplikasi kulit, misalnya ruam dan benjolan keras di bawah kulit. Beberapa individu juga mengalami chorea minor atau sindrom Sydenham, yakni gerakan tak terkoordinasi pada bagian tubuh tertentu, selama beberapa minggu atau bulan akibat demam rematik.

 

Pencegahan

Langkah pencegahan demam rematik berfokus pada upaya menghindari infeksi bakteri Streptococcus. Caranya antara lain:

  • Menerapkan kebiasaan bersih, termasuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku bagian dalam, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang tak bersih.
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Menggunakan antibiotik profilaksis untuk orang yang punya riwayat demam rematik dan infeksi tenggorokan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika curiga terinfeksi bakteri Streptococcus dan mengalami demam rematik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat evaluasi dan diagnosis yang tepat. Hanya dokter yang dapat mendiagnosis demam rematik berdasarkan gambaran keseluruhan gejala dan temuan medis. Penanganan segera bisa mencegah komplikasi yang serius.

 

Narasumber

dr. Ricky Pratama Wijaya

Dokter Umum – Primaya Hospital Bhakti Wara

Referensi:

  • Rheumatic fever and heart disease. https://www.heartfoundation.org.nz/your-heart/heart-conditions/rheumatic-heart-disease. Diakses 14 Mei 2023
  • Rheumatic Fever: All You Need to Know. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/rheumatic-fever.html. Diakses 14 Mei 2023
  • Rheumatic Fever. https://emedicine.medscape.com/article/236582-overview. Diakses 14 Mei 2023
  • Acute Rheumatic Fever and Rheumatic Heart Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK425394/. Diakses 14 Mei 2023
  • Rheumatic fever. https://www.nhs.uk/conditions/rheumatic-fever/. Diakses 14 Mei 2023
  • Things to know about rheumatic fever (acute rheumatic fever or ARF). https://www.medicinenet.com/rheumatic_fever/article.htm. Diakses 14 Mei 2023
  • Rheumatic fever. https://medlineplus.gov/ency/article/003940.htm. Diakses 14 Mei 2023
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.