• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Gastroenteritis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

gastroenteritis

Infeksi pada saluran pencernaan alias gastroenteritis bisa memicu diare dan muntah-muntah pada anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi yang juga dikenal sebagai flu perut ini pada umumnya tak membahayakan, tapi bisa berdampak serius bila tak mendapat penanganan dengan baik, khususnya bagi kalangan anak-anak.

Mengenal Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah kondisi ketika saluran pencernaan mengalami peradangan, terutama lapisan usus dan lambung. Peradangan pada dinding lambung dan usus dapat menyebabkan masalah pencernaan, terutama muntah-muntah dan buang air besar yang tidak seperti biasanya. Masyarakat umum mengenal kondisi ini sebagai muntaber.

buat jani dokter primaya

Gastroenteritis bisa terjadi akibat infeksi bakteri, virus, atau parasit. Pada anak-anak, rotavirus paling sering menjadi pemicu. Dikutip dari National Library of Medicine, gastroenteritis di kalangan anak-anak sangatlah umum dan menjadi penyebab kematian nomor dua pada anak-anak di seluruh dunia.

Sedangkan pada orang dewasa, penyebab paling umum adalah norovirus. Virus ini terutama banyak beredar pada musim hujan. Ada pula jenis gastroenteritis noninfeksius yang terjadi bukan karena infeksi, melainkan faktor lain yang tak berkaitan dengan infeksi virus, bakteri, ataupun parasit.

Gastroenteritis yang terjadi karena infeksi sangatlah menular. Namun langkah pencegahannya terbilang sederhana, antara lain dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Gejala

Gejala gastroenteritis bisa memicu gangguan pada aktivitas sehari-hari. Pemahaman terhadap gejala kondisi ini menjadi langkah awal yang penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi kondisi ini dengan tepat. Di antaranya:

  • Diare atau sering buang air besar dengan tinja yang lebih cair dari biasanya dan bisa berlangsung selama beberapa hari
  • Mual dan muntah yang bisa menyebabkan dehidrasi karena kehilangan terlalu banyak cairan
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut
  • Demam ringan hingga tinggi, tergantung tingkat keparahannya
  • Merasa lemah dan letih lesu
  • Kram perut
  • Merasa tidak enak badan
  • Penurunan nafsu makan

Penyebab

Gastroenteritis bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya:

  • Virus, terutama norovirus dan rotavirus yang paling umum menyebabkan gastroenteritis. Infeksi virus ini sering menyebar melalui kontak langsung atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
  • Bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli, Campylobacter, dan Shigella dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, biasanya bersumber dari kontaminasi makanan yang tidak dimasak dengan baik atau air yang tercemar.
  • Parasit seperti Giardia lamblia dan Cryptosporidium yang bisa menyebabkan infeksi dari konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi
  • Noninfeksius, biasanya reaksi terhadap obat, alergi makanan, atau konsumsi zat toksik
Baca Juga:  Cara Mengecilkan Perut Buncit secara Cepat, Efektif, dan Aman

Cara Dokter Mendiagnosis

Dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat gejala pasien untuk mendiagnosis gastroenteritis. Biasanya dokter bisa menyatakan seorang individu mengalami gastroenteritis bila tinja yang dikeluarkan encer atau setengah encer dengan kandungan air lebih banyak ketimbang tinja pada umumnya. Selain itu, gejala tersebut bisa berlangsung lebih dari tiga kali dalam sehari disertai mual dan muntah.

Berikut ini langkah umum dalam proses diagnosis gastroenteritis:

  • Wawancara medis mendalam untuk mengulik riwayat kesehatan pasien, termasuk gejala yang dialami dan faktor lain yang mungkin berkaitan
  • Menilai gejala pasien untuk memastikan karakteristik klinisnya
  • Evaluasi riwayat perjalanan untuk mengetahui apakah pasien baru saja mengunjungi area dengan risiko gastroenteritis tinggi
  • Tes darah untuk mengidentifikasi peningkatan jumlah sel darah putih yang bisa menandakan adanya infeksi
  • Tes pada sampel tinja untuk mengidentifikasi penyebab infeksi
  • Prosedur pencitraan seperti CT scan untuk melihat kondisi saluran pencernaan lebih detail serta memeriksa adanya peradangan atau kerusakan
  • Kultur bakteri bila dokter menduga penyebabnya adalah infeksi bakteri

Cara Mengatasi

Penanganan gastroenteritis berfokus pada upaya meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Langkah penanganan itu antara lain berupa:

  • Rehidrasi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare dengan banyak minum air putih dan meminum cairan elektrolit
  • Konsumsi makanan yang lebih mudah dicerna, seperti bubur dan sup
  • Pemberian obat diare dan muntah bila gejala muntaber sudah sangat mengganggu
Baca Juga:  Radang Pemicu Serangan Jantung

Komplikasi

Gastroenteritis tergolong penyakit ringan, tapi tetap bisa menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal terutama pada kalangan rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Komplikasi itu meliputi:

  • Dehidrasi parah yang antara lain ditandai dengan bibir kering, jarang buang air kecil, dan rasa haus yang ekstrem
  • Gangguan keseimbangan elektrolit yang bisa mempengaruhi fungsi jantung, otot, dan sistem saraf
  • Infeksi sekunder khususnya pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Kerusakan saluran pencernaan

Pencegahan

Untuk mencegah gastroenteritis, kebiasaan hidup bersih dan sehat harus menjadi prioritas. Berikut ini sejumlah langkah pencegahan gastroenteritis:

  • Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah memakai toilet, sebelum makan, dan setelah memegang benda yang mungkin terkontaminasi
  • Memasak makanan dengan baik dan matang, khususnya daging, ayam, dan telur
  • Memastikan air yang dikonsumsi bersih dan aman
  • Mendapat vaksinasi, terutama untuk mencegah infeksi rotavirus pada anak-anak
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit

Kapan Harus ke Dokter?

Secara umum, gastroenteritis adalah penyakit yang tidak serius. Kebanyakan orang bisa merawat diri di rumah dan pulih sendiri tanpa obat-obatan. Namun, bila gejala muntah dan diare tak kunjung hilang atau justru makin parah, sebaiknya selekasnya berkonsultasi dengan dokter.

 Narasumber:

dr. Devid Ergan, Sp. PD-KGEH, FINASIM

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bhakti Wara

Referensi:

  • Pediatric Gastroenteritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499939/. Diakses 12 Desember 2023
  • Gastroenteritis: First aid. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-gastroenteritis/basics/art-20056595. Diakses 12 Desember 2023
  • Bacterial Gastroenteritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513295/. Diakses 12 Desember 2023
  • Viral Gastroenteritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK518995/. Diakses 12 Desember 2023
  • A Comparative Study of Acute Gastroenteritis Symptoms in Single- versus Multiple-Virus Infections. https://www.mdpi.com/1422-0067/24/9/8364. Diakses 12 Desember 2023
  • Gastroenteritis. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/gastroenteritis/. Diakses 12 Desember 2023
  • Viral gastroenteritis (stomach flu). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847. Diakses 12 Desember 2023
  • Gastroenteritis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/gastroenteritis. Diakses 12 Desember 2023
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.