• Emergency
  • 150 108

Cara Mengatasi Sesak Nafas Karena Batuk

Cara Mengatasi Sesak Nafas Karena Batuk

Penderita batuk kerap mengalami gejala yang mengganggu seperti bersin, pusing, demam, dan sesak nafas. Di antara sejumlah gejala tersebut, sesak nafas adalah salah satu yang paling sering terjadi. Sesak nafas karena batuk membutuhkan perhatian lebih karena mungkin dipicu masalah kesehatan yang serius.

 


Sesak Nafas Karena Batuk, Apakah Berbahaya?

Sesak nafas disebut dispnea dalam dunia kedokteran. Sesak nafas terjadi ketika saluran pernafasan seperti tertekan suatu benda sehingga nafas menjadi pendek dan cepat. Tak jarang sesak nafas diiringi keluarnya bunyi “ngik” ketika bernafas. Kondisi ini menandakan ada gangguan atau masalah pada sistem pernafasan, terutama organ paru-paru.

Bagi seseorang, wajar jika mengalami sesak nafas setelah melakukan aktivitas yang menguras energi. Misalnya setelah berolahraga atau naik-turun tangga. Yang menjadi masalah adalah jika sesak nafas muncul mendadak, terutama disertai batuk-batuk. Bisa jadi ada penyakit tertentu yang melatari kondisi tersebut.

Tiba-tiba merasa sesak nafas karena batuk adalah salah satu alasan paling umum kedatangan pasien ke unit gawat darurat rumah sakit. Namun sesak nafas karena batuk tidak selalu berarti ada masalah kesehatan yang gawat. Meski demikian, ketika mendadak sulit bernapas dan batuk-batuk, dibutuhkan pemeriksaan medis segera untuk menentukan apakah kondisi tersebut membahayakan atau hanya gejala sakit biasa.

 

Apa Penyebab Sesak Nafas Karena Batuk?

Penyebab sesak nafas karena batuk bisa dibedakan menjadi dua berdasarkan kemunculannya, yakni mendadak (akut) atau sudah berlangsung lama (kronis). Penyebab sesak nafas akut antara lain:

1. Masalah pada paru-paru atau saluran pernafasan

Sesak napas mendadak bisa jadi pertanda serangan asma. Dalam kondisi ini, saluran pernafasan yang menjadi tempat lewatnya udara menyempit. Selain itu, paru-paru memproduksi lendir yang kental atau dahak sehingga menyulitkan keluar-masuknya udara lewat saluran pernafasan. Peradangan paru atau pneumonia juga bisa menyebabkan sesak nafas karena batuk tiba-tiba. Bagi pasien penyakit paru obstruktif kronis (COPD) sesak nafas mendadak menandakan penyakit itu sudah kian memburuk.

2. Gangguan jantung

Meski jantung bukanlah organ pernafasan, sesak nafas karena batuk bisa jadi bersumber dari gangguan jantung. Salah satu gejala serangan jantung, misalnya, adalah nyeri dada serta kegelisahan yang kerap dibarengi sesak napas. Gagal jantung juga bisa menyebabkan kesulitan bernafas karena adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru. Selain itu, gangguan irama jantung berupa detak jantung yang terlalu cepat terkait dengan munculnya masalah pernafasan.

3. Serangan panik

Serangan panik alias kepanikan yang tiba-tiba muncul karena situasi tertentu dapat membuat kita bernafas dengan sangat cepat dan dalam. Perasaan panik ini juga sering menimbulkan sesak nafas yang disertai batuk-batuk.

Baca Juga:  Kadar Trombosit Saat Demam Berdarah

Penyebab lainnya termasuk:

  • Reaksi alergi parah
  • Pneumotoraks (sebagian paru-paru kolaps karena adanya robekan kecil pada permukaan paru sehingga udara terjebak di ruang sekitar paru)
  • Emboli paru (penyumbatan pembuluh darah di paru)
  • Fibrosis paru (timbulnya luka jaringan parut di paru)
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di dekat paru)
  • Ketoasidosis diabetic (komplikasi diabetes berupa penumpukan asam di darah dan urine)

Adapun penyebab sesak nafas kronis di antaranya obesitas, asma yang tak terkendali, penyakit paru obstruktif kronis, dan anemia. Bronkiektasis (kerusakan permanen pada saluran pernapasan) juga dapat mengakibatkan sesak nafas kronis yang dibarengi batuk.

 

Siapa Saja yang Berisiko Sesak Nafas Saat Batuk?

Orang-orang yang memiliki masalah pada sistem pernapasannya paling berisiko mengalami sesak nafas saat batuk. Risiko itu makin besar jika orang tersebut:

1. Sering terpapar asap rokok

Asap rokok sangat berdampak buruk terhadap organ pernapasan, terutama paru-paru. Orang yang punya kebiasaan merokok berisiko tinggi terkena penyakit paru. Orang yang kerap terpapar asap rokok dari lingkungannya juga lebih berisiko mengalami sesak nafas karena batuk.

2. Punya alergi

Beberapa orang memiliki alergi tertentu yang menimbulkan reaksi berupa batuk-batuk. Bila alergi tak terkendali, orang itu rentan mengalami sesak nafas saat batuk.

3. Kerap terpapar polutan

Polutan alias zat yang menyebabkan polusi udara mengandung racun yang berbahaya bagi paru-paru dan organ lain. Polutan ini antara lain debu dan asap hasil pembakaran.

4. Berjenis kelamin wanita

Menurut sejumlah studi, refleks batuk wanita lebih sensitif sehingga lebih berisiko mengalami batuk kronis yang disertai sesak nafas.

5. Memiliki masalah asam lambung

Asam lambung yang naik sering menyebabkan gejala nyeri dada disertai sesak nafas dan batuk.

 

Cara Mengatasi Sesak Nafas Karena Batuk

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak nafas karena batuk, baik secara alami maupun dengan obat-obatan. Namun cara terbaik adalah mengidentifikasi penyebab sesak nafas dan batuk itu sehingga penanganan bisa lebih spesifik. Bila penyebab tertangani, sesak nafas dan batuk pun bisa teratasi.

1. Mengatasi Sesak Nafas Karena Batuk Secara Alami

Anda dapat mencoba mengatasi sesak nafas karena batuk di rumah dengan mempraktikkan pernapasan dalam. Caranya:

  • Berbaring dengan tangan di atas perut
  • Tarik nafas dalam-dalam lewat hidung hingga perut mengembang agar paru-paru terisi udara
  • Tahan nafas selama beberapa detik
  • Keluarkan nafas lewat mulut secara perlahan
Baca Juga:  Hepatitis C: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Cara lainnya adalah dengan pernafasan bibir mengerucut atau pursed lip breathing, yakni:

  • Duduk di kursi dengan bahu rileks
  • Katupkan bibir dengan bentuk mengerucut, buat celah yang kecil di antara bibir atas dan bawah
  • Tarik nafas lewat hidung selama beberapa detik
  • Pelan-pelan keluarkan nafas lewat celah bibir dan hitung sampai empat
  • Ulangi pola pernafasan ini beberapa kali

Selain lewat teknik pernapasan, Anda bisa meminum minuman hangat seperti jahe dan teh. Anda juga dapat memakai alat pelembap udara atau mandi dengan air panas untuk melegakan pernafasan.

2. Berbagai Obat untuk Mengatasi Sesak Nafas

Ada beragam obat untuk mengatasi sesak nafas sesuai dengan penyebabnya. Di antaranya:

  • Kortikosteroid untuk mengatasi peradangan pada saluran pernafasan
  • Bronkodilator untuk melebarkan saluran pernafasan dan meredakan ketegangan otot sistem pernafasan
  • Obat alergi bila penyebab sesak nafas dan batuk adalah reaksi alergi
  • Obat pengencer darah jika sesak nafas dipicu penggumpalan darah
  • Obat serangan panik untuk menenangkan kepanikan yang dialami

Obat-obatan ini memiliki banyak jenis dengan dosis yang beragam. Demi keamanan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sesak nafas karena batuk yang muncul tiba-tiba harus mendapat penanganan medis secepatnya. Sebab, bisa jadi itu pertanda penyakit yang dialami memburuk. Sedangkan bila sesak nafas dan batuk timbul-tenggelam, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri untuk mengetahui penyebabnya. Bila penyebab diketahui sejak dini, penanganan bisa dilakukan lebih baik sehingga peluang kesembuhan pun lebih besar.

 

Reviewed by

dr. Angelin Utami Cahyani, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Breathlessness and cough in the acute setting. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8035660/. Diakses 22 April 2022

Shortness of breath. https://www.nhs.uk/conditions/shortness-of-breath/. Diakses 22 April 2022

Prevalence of and risk factors for respiratory symptoms in an adult urban population. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33384040/. Diakses 22 April 2022

Indoor Risk Factors for Cough and Their Relation to Wheeze and Sensitization in Chilean Young Adults. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2376996/. Diakses 22 April 2022

A case of cough and breathlessness. https://thorax.bmj.com/content/68/3/302. Diakses 22 April 2022

Dyspnea. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499965/. Diakses 22 April 2022

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.