Radang Pemicu Serangan Jantung

pemicu serangan jantung, rs awal bros tangerang

Tahukah anda apa itu peradangan atau inflamasi? Pasti anda berpikir peradangan merupakan penyakit yang ringan saja seperti radang tenggorokan, tapi ternyata peradangan atau inflamasi kronis adalah pemicu serangan jantung. Apakah benar seperti itu?

Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Primaya Hospital Tangerang mengatakan bahwa inflamasi kronis itu mempunyai kontribusi terhadap penyumbatan pembuluh darah, dimana penyumbatan pembuluh darah itu terjadi akibat proses inflamasi karena adanya kolesterol jahat (LDL- Low-Density Lipoprotein). LDL tersebut akan terinflamasi sehingga peradangan kronis tersebut menyebabkan kolesterolnya tertimbun di dalam pembuluh darah. Kemudian, makin lama makin bertambah sehingga menyebabkan gejala. “Dan jika proses inflamasi tersebut berjalan begitu hebatnya dan pembuluh darah pecah maka menyebabkan serangan jantung pada pasien-pasien yang terdapat bibit jantung koroner,” ujarnya.

Menurut Dokter Yudistira, inflamasi kronis itu biasanya tidak dirasakan oleh pasien sehingga pasien merasa tidak ada gejala. Tetapi karena prosesnya berlangsung lama dan terus menerus sehingga lama-lama dapat menyebabkan gejala tersebut. Misalnya saja akibat dari inflamasi dapat menyebabkan serangan jantung, hal ini terjadi melalui proses yang sudah berlangsung lama. Sehingga terkadang kita menemukan pasien tersebut sudah dalam keadaan telat serta sudah mengalami serangan jantung.  “Oleh karenanya, peradangan itu menyebabkan silent killer bagi penderita-penderita  yang terdapat kolesterol yang tinggi,”tandasnya

Baca Juga:  Penyakit Tiroid dan Pembedahan

Faktor Meningkatnya Peradangan Kronis, Pemicu Serangan Jantung

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Primaya Hospital Tangerang, dr. Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV menjelaskan bahwa faktor pemicu dari meningkatnya peradangan kronis adalah karena adanya makanan yang tidak sehat seperti makanan yang punya kadar gula atau karbohidrat tinggi. Makanan tersebut terkadang akan menyebabkan proses oksidasi. “Nah proses oksidasi itulah yang menyebabkan  inflamasi kronis. Ditambah pasien tersebut memiliki riwayat darah tinggi,” imbuhnya.

Darah tinggi ini menyebabkan aliran darah jantung tersebut terkena ke pembuluh yang ada sumbatan sehingga inflamasi kronis pun akan bertambah. Apalagi kalau pasien memiliki gaya hidup merokok. Merokok ini dapat menyebabkan inflamasi kronis yang sangat cepat. “Jadi apabila seseorang dengan kondisi perokok lalu kerap makan makanan berkadar gula tinggi atau karbohidrat tinggi dapat menyebabkan proses inflamasi akan meningkat. Ditambah juga makan asin dan kurang zat serat menyebabkan adanya tensi tinggi sehingga menyebabkan inflamasi kronis kian bertambah.

Baca Juga:  Pengobatan dan Stadium Kanker Kelenjar Getah Bening

Cara Pencegahan Agar Terhindar Dari Peradangan Kronis Menurut Dokter Primaya Hospital

Sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Primaya Hospital Tangerang, dr. Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV menyatakan bahwa mencegah inflamasi kronis yang merupakan pemicu serangan jantung dapat kita lakukan sehari-hari. Baik dengan menerapkan pola hidup yang sehat termasuk dalam mengonsumsi makanan yang baik. Cara hidup yang sehat misalnya dengan menjauhi stress. Stress akan meningkatkan tekanan darah yang naik atau naik-turun. “Oleh karena itu sebaiknya lakukan olahraga yang rutin sehingga tekanan darah menjadi stabil dan juga jaga asupan makanan. Pilih makanan yang banyak serat seperti buah-buahan. Kurangi jumlah karbohidrat yang masuk atau batasi makanan berkadar gula tinggi,” terangnya.

Ubahlah gaya hidup tidak sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok atau sebaiknya kurangi asupan zat-zat atau makanan yang mengandung kadar lemak jahat yang banyak disekitar kita. Karena lemak yang jahat akan menimbun didalam tubuh dan sering kita tidak sadari kalau teroksidasi atau terinflamasi lama kelamaan bisa menjadi silent killer.

 

Baca Juga:  Kanker Serviks Skrining dan Pencegahan

Ilustrasi gambar oleh freepik

Artikel terkait:

Bagikan ke :