• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Gegar Otak: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Gegar Otak Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Ketika seseorang terjatuh dan kepalanya terbentur, biasanya ada dugaan ia mengalami gegar otak. Apa itu gegar otak dan bagaimana penanganannya? Mari kita bahas bersama.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Gegar Otak

Gegar otak adalah cedera otak traumatis ringan yang bisa terjadi ketika ada benturan secara langsung ataupun tidak langsung pada tubuh atau kepala. Otak kita di dalam tengkorak dikelilingi oleh cairan. Saat tubuh atau kepala mengalami benturan, otak akan bergeser atau bergoyang-goyang di dalam tengkorak. Benturan itu merusak sel otak dan menyebabkan perubahan kimiawi dan sel di dalam otak.

Meski istilahnya gegar otak, jenis cedera ini umumnya tak mengancam jiwa. Gegar otak adalah cedera yang kerap terjadi dalam olahraga, khususnya dalam olahraga kontak tubuh seperti sepak bola dan tinju. Begitu juga dalam aktivitas rekreasi dengan risiko jatuh seperti bersepeda, menunggang kuda, dan bermain di arena permainan anak.

Berdasarkan tingkat keparahannya, gegar otak dibedakan menjadi tiga, yakni:

  • Ringan: gejalanya bertahan kurang dari 15 menit dan tidak menyebabkan kehilangan kesadaran
  • Sedang: gejalanya terasa lebih dari 15 dan tidak melibatkan hilangnya kesadaran
  • Berat: individu kehilangan kesadaran

Kebanyakan orang yang mengalami gegar otak bisa pulih sepenuhnya setelah mendapat perawatan yang tepat. Meski begitu, setiap cedera harus diperlakukan dengan serius.

 

Gejala

Gegar otak bisa memunculkan gejala berikut ini:

  • Hilang kesadaran selama 30 menit atau kurang
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Hilang ingatan, biasanya kurang dari 24 jam
  • Sakit kepala persisten
  • Sulit tidur
  • Gangguan keseimbangan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Lebih mudah marah
  • Sensitif terhadap cahaya dan suara

Gejala gegar otak ini tidak selalu langsung muncul setelah insiden. Beberapa gejala mungkin baru muncul dalam 48 jam kemudian.

 

Penyebab

Gegar otak bisa terjadi akibat benturan langsung ke kepala atau tubuh dalam berbagai kejadian, dari tubrukan dalam olahraga, kecelakaan, hingga terjatuh karena terpeleset. Selain itu, gegar otak mungkin terjadi karena benturan tidak langsung yang membuat kepala tersentak, misalnya dorongan kuat ke tubuh.

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko gegar otak antara lain:

  • Terjatuh
  • Bermain olahraga kontak
  • Kurang atau tidak mengenakan alat pengaman yang memadai saat berolahraga
  • Kecelakaan kendaraan, sepeda, mobil, dan lainnya yang bisa menyebabkan benturan ke kepala
  • Dipukul atau dilempar dengan suatu benda atau bentuk kekerasan fisik lain
Baca Juga:  Empty Sella Syndrome: Gejala, Mencegah dan Mengobati

 

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis gegar otak dengan melakukan pemeriksaan fisik secara detail dan tes kognitif. Pemeriksaan ini akan membantu dokter mengetahui tingkat dan keparahan gegar otak pasien.

Dalam pemeriksaan, dokter akan mengecek:

  • Penglihatan
  • Pendengaran
  • Refleks
  • Keseimbangan
  • Koordinasi
  • Ingatan
  • Konsentrasi

Selain itu, dokter mungkin akan menjalankan pemeriksaan neurovestibular untuk memeriksa masalah penglihatan, keseimbangan, dan vestibular yang kerap muncul akibat gegar otak. Prosedur penegakan diagnosis lainnya mencakup tes pencitraan melalui MRI dan CT scan guna memastikan tak ada memar atau perdarahan di otak.

 

Penanganan

Meski gegar otak disebut ringan, siapa pun yang diduga mengalaminya harus mendapatkan penanganan secepatnya. Fokus penanganan untuk gegar otak adalah menyembuhkan gejala, memulihkan fungsi otak, dan membantu pasien kembali ke aktivitas sehari-hari.

Umumnya pasien yang didiagnosis gegar otak akan diminta beristirahat semaksimal mungkin. Dokter akan menyarankan pasien menghindari potensi gangguan terhadap proses pemulihan.

Pilihan penanganan medis untuk gegar otak biasanya mencakup:

  • Istirahat fisik: Aktivitas fisik bisa merangsang detak jantung dan meningkatkan aliran darah ke otak sehingga memperburuk gejala gegar otak atau menyebabkannya muncul kembali.
  • Istirahat kognitif: Kegiatan yang membutuhkan konsentrasi dan fokus, termasuk bekerja dan membaca, bisa meningkatkan gejala. Aktivitas di depan layar seperti menonton TV, bermain game, atau menggunakan ponsel dan komputer bisa memiliki efek serupa karena stimulasi visual
  • Istirahat sosial: Aktivitas sosial seperti bercengkerama bersama teman, menghadiri acara keluarga, atau berjalan-jalan bisa meningkatkan gejala dan menghambat penyembuhan.
  • Tidur: Otak berkesempatan memulihkan diri saat tidur dan jika cukup tidur, pemulihan bisa lebih cepat.
  • Rekomendasi diet: Dokter mungkin akan meminta pasien minum banyak air serta makan secara teratur dengan gizi seimbang.
  • Obat: Asetaminofen yang dijual bebas bisa direkomendasikan untuk gejala berupa sakit kepala. Obat resep tambahan mungkin ditawarkan jika gejala parah atau berkepanjangan.

Selama masa penyembuhan dan pemulihan, pasien umumnya diminta tidak melakukan kegiatan yang berisiko seperti mengemudi atau mengoperasikan alat berat. Bila perlu, dokter juga akan menyarankan pasien menjalani serangkaian terapi untuk mengembalikan keterampilannya.

Baca Juga:  Penyakit Serebrovaskular: Gejala, Penyebab dan Mengatasinya

 

Komplikasi

Gegar otak bisa menyebabkan komplikasi karena adanya perubahan pada fungsi otak akibat gegar otak. Contohnya:

  • Gangguan keseimbangan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sakit kepala pascatrauma hingga 7 hari
  • Vertigo pascatrauma
  • Gejala pasca-gegar otak persisten selama lebih dari 3 pekan
  • Dampak kumulatif cedera kepala
  • Gejala gegar otak susulan
  • Perdarahan pada otak

 

Pencegahan

Pencegahan gegar otak dimulai dari upaya melindungi diri dari faktor risiko. Misalnya dengan:

  • Selalu mengenakan helm dan alat pengaman lain saat berkendara dengan sepeda motor atau sepeda
  • Wajib berhelm ketika berolahraga sepeda
  • Memakai perlengkapan pengaman standar saat berolahraga
  • Tidak berkendara saat di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan
  • Bagi anak balita, gunakan kursi atau jok khusus buat anak-anak yang lebih aman
  • Cari taman bermain dengan permukaan lunak, seperti rumput
  • Gunakan pegangan saat naik-turun tangga
  • Pastikan lantai kamar mandi tidak licin agar tak terpeleset dan jatuh
  • Bagi lansia yang rentan jatuh, usahakan ada pendamping yang membantu saat berkegiatan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Gegar otak tidak selalu langsung mengakibatkan gejala. Orang yang mengalaminya mungkin masih bisa melanjutkan aktivitas. Tapi patut digarisbawahi bahwa siapa pun yang terkena benturan di kepala apalagi dengan keras atau diduga mengalami gegar otak karena penyebab lain mesti secepatnya menghentikan kegiatannya dan mendapat perawatan. Makin cepat mendatangi dokter, makin besar peluang sembuh pasien.

 

Narasumber

drYudith Elonia Esten, Sp.N

Dokter Spesialis Saraf

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • What Is a Concussion?. https://www.cdc.gov/headsup/basics/concussion_whatis.htm. Diakses 20 Oktober 2022
  • Concussion. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Concussion. Diakses 20 Oktober 2022
  • Head injury and concussion. https://www.nhs.uk/conditions/head-injury-and-concussion/. Diakses 20 Oktober 2022
  • Brain concussion. https://medlineplus.gov/concussion.html. Diakses 20 Oktober 2022
  • Concussions and their consequences: current diagnosis, management and prevention. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3735746/. Diakses 20 Oktober 2022
  • Concussion. https://brainfoundation.org.au/disorders/concussion/. Diakses 20 Oktober 2022
  • Top-100 Most-Cited Sports-Related Concussion Articles Focus on Symptomatology, Epidemiology, and Demographics. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666061X21001231. Diakses 20 Oktober 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.