• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hemiplegia: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hemiplegia: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Stroke sebagai salah satu penyakit serius yang menyerang sistem saraf dapat membawa rentetan dampak yang panjang pada orang yang mengalaminya. Hemiplegia adalah satu di antara sejumlah dampak lanjutan itu. Kondisi ini bisa juga terjadi akibat masalah atau gangguan kesehatan lain yang mengakibatkan kerusakan sistem saraf, terutama otak.

Mengenal Hemiplegia

Hemiplegia adalah kondisi ketika satu sisi tubuh mengalami kelumpuhan. Kondisi ini umumnya terjadi karena stroke yang menyebabkan kerusakan pada bagian otak yang berfungsi mengendalikan fungsi dan gerakan tubuh. Gejala dan penanganan hemiplegia bisa bervariasi, tergantung penyebabnya.

buat jani dokter primaya

National Library of Medicine mengungkapkan bahwa istilah hemiplegia kadang dipertukarkan dengan hemiparesis. Namun ada perbedaan di antara keduanya, yakni hemiplegia mengacu pada hilangnya kekuatan secara penuh dan parah, sedangkan hemiparesis lebih ringan. Selain itu, seseorang bisa terlahir dengan hemiplegia (kongenital) atau mengalaminya di kemudian hari.

Dokter biasanya mengklasifikasikan hemiplegia sebagai kondisi kongenital bila kerusakan otak terjadi sebelum, selama, atau sesaat setelah lahir hingga usia 2 tahun. Hemiplegia bersifat permanen karena belum ada obat yang diketahui dapat memulihkan kekuatan yang hilang. Namun terdapat beberapa pilihan terapi yang terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami kondisi ini.

Gejala

Gejala dan tingkat keparahan hemiplegia bergantung pada bagian otak yang mengalami kerusakan. Secara umum, gejala hemiplegia dapat disertai :

  • Tak bisa merasakan sensasi pada sisi yang lumpuh
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Gangguan keseimbangan dan koordinasi gerakan
  • Kesulitan dalam berbicara dan memahami ujaran
  • Gangguan menelan
  • Penglihatan kabur atau menurun
  • Tak bisa mengendalikan buang air besar dan air kecil
  • Kehilangan ingatan
  • Sulit menjalankan aktivitas motorik, seperti mengambil atau menggenggam barang

Penyebab

Hemiplegia terjadi tatkala ada bagian otak yang tak dapat menerima pasokan darah yang memadai untuk bisa berfungsi secara normal. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini, tapi yang paling umum adalah stroke. Stroke baik iskemik maupun hemoragik bisa mengganggu aliran darah ke otak. Penyebab lainnya termasuk:

  • Cedera kepala serius
  • Tumor otak
  • Penyakit neurologis, seperti Parkinson dan multiple sclerosis
  • Kelumpuhan infantil atau terjadi sejak bayi
  • Infeksi otak, seperti meningitis dan ensefalitis
  • Kelainan otak atau sistem saraf kongenital
  • Migrain
Baca Juga:  Carpal Tunnel Syndrome: Ketahui Gangguan Pada Saraf Tangan

Cara Dokter Mendiagnosis Hemiplegia

Untuk mendiagnosis hemiplegia, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik pada bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan menilai koordinasi gerakan, refleks, dan fungsi sensorik melalui serangkaian tes. Tingkat keparahan kelumpuhan juga dapat dideteksi lewat tes ini.

Untuk menunjang diagnosis, dokter akan menjalankan prosedur pencitraan dengan metode MRI atau CT scan guna menilai kerusakan atau lesi di otak yang menyebabkan kelumpuhan. Selain itu, pemeriksaan neurologis bisa menghasilkan informasi mengenai fungsi otak, saraf, dan sistem motorik yang mengalami gangguan.

Adapun untuk beberapa kondisi tertentu seperti diabetes yang diduga berkaitan dengan hemiplegia yang dialami pasien, dokter akan menyarankan tes darah dan pemeriksaan laboratorium. Bila perlu, elektroensefalogram (EEG) juga bisa dilakukan untuk merekam aktivitas kelistrikan otak dan membantu menegakkan diagnosis.

Cara Mengatasi

Hemiplegia tak bisa disembuhkan secara total dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Langkah yang biasa ditempuh dokter untuk mengatasi hemiplegia biasanya meliputi:

  • Fisioterapi untuk membantu menguatkan otot, meningkatkan koordinasi gerakan, dan memulihkan mobilitas
  • Terapi okupasi agar pasien bisa mandiri dalam aktivitas harian seperti makan, mengenakan pakaian, dan bersih-bersih diri
  • Terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan wicara
  • Pemberian obat-obatan untuk mengelola gejala atau mengendalikan kondisi yang melatari, seperti obat analgesik atau anti-spastik
  • Penggunaan alat bantu seperti kursi roda atau tongkat agar pasien lebih mudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari
  • Bila ada tumor atau lesi, dokter mungkin perlu melakukan prosedur pengangkatan lewat bedah
  • Dukungan psikologis atau konseling bagi pasien dan keluarganya untuk mengatasi dampak emosional yang mungkin muncul
Baca Juga:  Nyeri Kepala: Kapan Perlu ke Dokter?

Komplikasi

Hemiplegia bisa menyebabkan komplikasi terutama bila tak mendapatkan perawatan yang memadai. Komplikasi itu antara lain:

  • Hilangnya fleksibilitas dan kekuatan otot
  • Penurunan kualitas hidup karena keterbatasan mobilitas dan tingkat kemandirian
  • Berisiko jatuh dan cedera akibat gangguan keseimbangan dan koordinasi
  • Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
  • Masalah psikososial, termasuk depresi dan gangguan kecemasan
  • Kekurangan nutrisi karena gangguan menelan atau kesulitan makan

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah hemiplegia adalah menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan gizi seimbang, olahraga rutin, serta mengendalikan stres. Termasuk menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol yang bisa mempengaruhi sistem saraf dan otak. Untuk individu yang punya faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, ikuti anjuran dokter agar kondisinya tetap terkendali dan tak berkembang menjadi komplikasi yang dapat mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak.

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika ada gejala hemiplegia, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menjalani perawatan di bawah bimbingan tim medis. Segera kunjungi dokter bila mendapati gejala kelumpuhan di satu sisi tubuh, terutama jika sebelumnya memiliki faktor risiko stroke atau mengalami insiden yang mempengaruhi otak.

Narasumber:

dr. Evita Rosada, Sp. S

Spesialis Saraf

Primaya Hospital Makassar

Referensi:

  • What is hemiplegia?. https://contact.org.uk/help-for-families/information-advice-services/hemihelp/what-is-hemiplegia/. Diakses 18 Oktober 2023
  • Hemiplegia. https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/hemiplegia#. Diakses 18 Oktober 2023
  • Hemiplegia. https://www.childneurologyfoundation.org/disorder/hemiplegia/. Diakses 18 Oktober 2023
  • Physiotherapy for Hemiplegia. https://www.physio.co.uk/what-we-treat/neurological/symptoms/muscular-problems/hemiplegia.php. Diakses 18 Oktober 2023
  • Hemiplegia: Causes and Treatments for Partial Paralysis. https://www.healthline.com/health/hemiplegia. Diakses 18 Oktober 2023
  • Everything you should know about hemiplegia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/what-is-paraplegia#summary. Diakses 18 Oktober 2023
  • hemiplegia. https://www.britannica.com/science/hemiplegia. Diakses 18 Oktober 2023
  • Living with Hemiplegia and Hemiparesis: Causes, Therapies, and Coping. https://www.spinalcord.com/hemiplegia. Diakses 18 Oktober 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.