• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengatasi Cegukan dengan Solusi Sederhana yang Efektif

Mengatasi Cegukan dengan Solusi Sederhana yang Efektif

Semua orang pasti pernah mengalami cegukan di satu titik dalam hidupnya. Orang zaman dulu kerap mengatakan cegukan adalah tanda seorang anak akan beranjak besar. Tapi secara medis tidak kaitan antara cegukan dan proses tumbuh-kembang karena orang dewasa juga bisa mengalaminya sehingga pernyataan tersebut hanya sekedar mitos saja. Berikut ini penjelasannya bagaimana cara mengatasi cegukan lebih lanjut.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Cegukan

Cegukan alias hiccup adalah kontraksi tiba-tiba dan tak terkontrol pada diafragma dan otot pernapasan lain yang menyebabkan udara masuk dengan cepat ke paru-paru dan menghasilkan suara “hik”. Diafragma adalah otot yang memisahkan  rongga dada dari rongga perut dengan kata lain batas pemisah rongga dada dan perut.

Cegukan atau singultus biasanya terjadi ketika saraf frenikus yang mengontrol diafragma terangsang. Cegukan biasanya tak membahayakan dan bisa hilang sendirinya dalam beberapa menit. Dalam beberapa kasus, cegukan dapat berlangsung berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu dan menjadi masalah yang mengganggu.

Seperti dikutip dari National Library of Medicine, cegukan yang berlangsung kurang dari 48 jam disebut akut, sedangkan jika bertahan lebih dari 2 hari disebut persisten. Adapun bila cegukan bertahan lebih dari sebulan, sebutannya adalah intractable.

Bila cegukan tergolong persisten ataupun intractable atau kerap dialami, bisa jadi itu adalah tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Pemeriksaan medis diperlukan untuk kasus cegukan ini.

 

Gejala

Gejala cegukan yang utama adalah suara “hik” yang khas yang terjadi secara tiba-tiba dan berulang. Suara ini bisa terus muncul dalam beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Ada juga orang yang merasakan ketidaknyamanan di dada atau tenggorokan saat cegukan terjadi.

Selain itu, beberapa orang melaporkan gejala seperti:

  • Nyeri di dada atau perut
  • Sulit bernapas atau napas pendek
  • Kebas atau mati rasa pada wajah atau ekstremitas

 

Penyebab

Beberapa penyebab cegukan yang umum antara lain:

  • Peningkatan tekanan pada diafragma, seperti ketika makan terlalu cepat atau terlalu banyak
  • Merokok atau menghirup asap rokok
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Lambung meregang akibat konsumsi minuman berkarbonasi atau makanan pedas
  • Stres atau kecemasan
Baca Juga:  Mengenal Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Selain itu, ada penyebab yang lebih serius yang mengakibatkan cegukan berlangsung lama dan rutin terjadi, seperti:

  • Gangguan pada sis tem saraf pusat atau saraf tepi, termasuk stroke
  • Masalah pada sistem pernapasan, antara lain infeksi saluran pernapasan
  • Gangguan pada sistem pencernaan, misalnya GERD atau asam lambung naik
  • Efek samping obat-obatan

 

Cara Dokter Mendiagnosis Cegukan

Cegukan yang kerap dialami atau tak kunjung hilang memerlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan diagnosis. Biasanya dokter perlu menjalankan serangkaian tes diagnostik serta pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi penyebab dan menemukan metode pengobatan yang tepat.

Tes yang umumnya dilakukan termasuk:

  • Tes darah dan urine untuk mengecek fungsi hati, ginjal, dan organ lain dalam tubuh
  • Tes dengan alat yang disebut endoskop untuk melihat bagian dalam kerongkongan dan perut guna mencari tahu apakah ada masalah pada organ pencernaan yang melatari cegukan, seperti GERD atau naiknya asam lambung
  • CT scan atau MRI untuk melihat kondisi otak dan memeriksa apakah ada masalah di sana yang menyebabkan cegukan.
  • Elektromiografi untuk melihat aktivitas saraf frenikus dan mencari tahu apakah ada masalah pada saraf tersebut.

 

Cara Mengatasi Cegukan

Untuk cegukan yang tak bisa hilang sendiri dalam beberapa menit atau jam atau kerap terjadi, dokter bisa merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasinya, misalnya:

  • Menelan air atau es batu yang dapat membantu menghentikan cegukan dengan cara mengalihkan perhatian saraf. Air dingin juga bisa menenangkan saraf yang terkait dengan cegukan.
  • Menghirup udara dalam plastik, tujuannya sama dengan menelan air atau es batu dengan mengalihkan perhatian saraf.
  • Menekan saraf di bagian bawah tulang belakang leher dengan perlahan.
  • Memijat tenggorokan atau area sekitar diafragma.
  • Menarik napas dalam-dalam dan menahannya selama beberapa detik agar perhatian saraf teralihkan. Dengan cara ini, rongga dada akan lebih luas sehingga bisa membantu meredakan cegukan.
Baca Juga:  Jika Covid-19 Jadi Penyakit Musiman, Bagaimana Menghadapinya?

Adapun bila cegukan disebabkan oleh masalah medis, dokter akan menentukan langkah penanganan untuk mengatasi kondisi tersebut. Misalnya, bila cegukan dipicu oleh GERD, dokter bisa meresepkan obat untuk mengurangi produksi asam lambung.

 

Komplikasi

Dalam sebagian besar kasus, cegukan tak menimbulkan komplikasi ketika dapat hilang sendiri dalam waktu singkat. Namun bila cegukan berlangsung lama dan terus-menerus terjadi secara berkala, bisa terjadi komplikasi seperti:

  • Gangguan tidur
  • Kelelahan
  • Gangguan nutrisi
  • Dehidrasi

 

Pencegahan

Terdapat sejumlah cara untuk mencegah cegukan, di antaranya:

  • Makan perlahan-lahan dan mengunyah makanan dengan baik.
  • Hindari konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin serta terlalu asam atau terlalu pedas.
  • Makan dan minum secukupnya agar tidak membuat perut terlalu penuh yang bisa memicu cegukan.
  • Hindari konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok.
  • Hindari asap rokok dari orang lain yang bisa memicu iritasi di tenggorokan hingga mengakibatkan cegukan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Cegukan termasuk kejadian yang umum dialami orang. Kebanyakan orang tak perlu memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami cegukan. Bila cegukan berlangsung hingga berjam-jam atau kerap terjadi setiap hari, barulah diperlukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa kondisi yang melatarinya.

 

Reviewer

dr. Arinta Prinarbaningrum

Dokter Umum – Primaya Hospital Bekasi Utara

Referensi:

  • Hiccup (Singultus). https://www.enthealth.org/conditions/hiccup-singultus/. Diakses 23 April 2023
  • Hiccups. https://www.aafp.org/afp/2005/0601/p2079.html. Diakses 23 April 2023
  • Singultus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538225. Diakses 23 April 2023
  • Hiccups (Singultus): Review and approach to management. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0196064405816208. Diakses 23 April 2023
  • Hiccup in adults: an overview. https://erj.ersjournals.com/content/6/4/563. Diakses 23 April 2023
  • Hiccups. https://gi.org/topics/hiccups/. Diakses 23 April 2023
  • Johns Hopkins Medicine. Hiccups. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hiccups. Diakses 23 April 2023
  • MedlinePlus. Hiccups. https://medlineplus.gov/hiccups.html. Diakses 23 April 2023
  • Mayo Clinic. Hiccups. https://www.mayoclinic.org/symptoms/hiccups/basics/definition/sym-20050854. Diakses 23 April 2023
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.