• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Penyakit Rakitis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Penyakit Rakitis Gejala, Mencegah dan Mengobati

Penyakit rakitis pernah menjadi wabah yang menghantui Inggris pada abad ke-17 dan tak banyak yang memahaminya hingga tahun 1920-an. Pada masa sekarang rakitis sudah sangat jarang terjadi dan tergolong sebagai penyakit langka. Namun rakitis belum hilang sepenuhnya dari muka bumi sehingga penting untuk mengenali penyakit yang banyak menyerang anak-anak ini.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Penyakit Rakitis

Rakitis adalah penyakit yang mempengaruhi perkembangan tulang pada bayi dan anak berusia muda. Pertumbuhan dan mineralisasi tulang yang normal memerlukan kalsium dan fosfat yang cukup. Kalsium dan fosfat adalah bahan penting dalam pembentukan dan penguatan tulang. Rakitis bisa terjadi ketika terdapat kekurangan mineralisasi pada pelat pertumbuhan, yang merupakan area jaringan di dekat ujung tulang panjang di kalangan anak-anak remaja yang mempengaruhi bentuk dan panjang tulang saat dewasa.

Adapun kekurangan fosfat dan kalsium berkaitan dengan kecukupan asupan vitamin D. Bila seorang anak tidak dapat memenuhi kebutuhan vitamin D, risiko terjadi penyakit rakitis kian besar. Sebab, tubuh akan menghasilkan hormon yang memicu pelepasan kalsium dan fosfat dari tulang. Bila kekurangan kedua mineral itu, tulang akan menjadi lemah dan lunak. Pertumbuhannya juga terhambat. Bila kondisinya parah, bentuk tulang juga akan terpengaruh.

Anak yang menderita rakitis bisa memiliki bentuk kaki seperti huruf O, huruf X, atau lainnya yang berbeda dengan kaki pada umumnya. Itu sebabnya saat hamil para ibu perlu memastikan diri telah mendapat asupan fosfat, kalsium, dan vitamin D yang memadai agar tumbuh kembang bayi dapat optimal dalam kandungan. Bayi prematur lebih mungkin mengalami kondisi ini pada masa tumbuh kembangnya karena belum menyimpan mineral yang cukup untuk pertumbuhan tulangnya.

 

Gejala

Gejala penyakit rakitis yang utama tampak dari kelainan bentuk tulangnya, khususnya tulang kaki. Namun rakitis dapat mempengaruhi tulang di semua organ tubuh, termasuk gigi. Selain itu, anak yang mengalami rakitis sering mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang dan peningkatan kemampuan motorik.

Berikut ini gejala umum penyakit rakitis:

  • Tubuh pendek
  • Nyeri pada tulang lengan, kaki, panggul, dan tulang belakang
  • Gigi tidak rata atau kelainan lainnya pada gigi, misalnya gigi telat tumbuh
  • Tulang dada menonjol
  • Otot lemah
  • Mudah patah tulang
  • Tulang lunak
Baca Juga:  Penyakit Usus Buntu, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

 

Penyebab

Penyakit rakitis terutama disebabkan oleh kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfat yang berperan penting dalam proses pertumbuhan dan kekuatan tulang. Adapun faktor yang bisa memperbesar risiko seseorang terkena rakitis antara lain:

  • Penyakit ginjal
  • Radang usus
  • Fibrosis kistik
  • Penyakit celiac
  • Lahir prematur
  • Berkulit gelap
  • Tidak mendapat air susu ibu eksklusif
  • Jarang mendapat sinar matahari
  • Terpapar obat-obatan tertentu
  • Memiliki riwayat penyakit rakitis dalam keluarga

Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan osetomalasia yang membuat tulang mudah patah karena menjadi lunak.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Rakitis

Dokter umumnya melakukan diagnosis penyakit rakitis lewat serangkaian pemeriksaan dan tes berikut ini:

  • Pemeriksaan fisik dengan menekan tulang anak secara lembut untuk mengecek apakah terasa sakit atau lunak. Tulang yang diperiksa biasanya tengkorak, kaki, dada, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
  • Tes darah untuk mengetahui kadar vitamin D, kalsium, dan fosfat dalam tubuh.
  • Pemindaian dengan sinar-X untuk mengecek kelainan bentuk tulang dan mengetahui tingkat keparahannya.

 

Cara Mengatasi Penyakit Rakitis

Rakitis dapat diatasi dengan berbagai macam pendekatan sesuai dengan kondisi yang dialami pasien dan penyebabnya. Terdapat tiga cara yang utama untuk mengatasi rakitis, yaitu perbaikan nutrisi, pengobatan, atau operasi.

Sebagian besar kasus rakitis dapat diatasi dengan perbaikan nutrisi agar tubuh mendapat asupan vitamin D, fosfat, dan kalsium yang memadai. Selain lewat perubahan pola makan, tambahan asupan vitamin dan mineral itu bisa didapatkan melalui suplemen sesuai dengan petunjuk dokter.

Suplemen bisa diberikan secara oral atau lewat mulut atau melalui injeksi alias suntikan. Pemberian suplemen lewat injeksi direkomendasikan bila anak tidak bisa menelan suplemen lewat mulut atau punya penyakit liver/usus.

Jika rakitis dipengaruhi oleh penyakit lain yang melatarinya, penanganan akan difokuskan dulu pada penyakit tersebut. Sedangkan rakitis yang terjadi karena bawaan membutuhkan pendekatan yang lebih khusus oleh tim dokter yang berpengalaman menangani penyakit rakitis. Bila kondisi kelainan tulang sudah parah, dokter biasanya akan melakukan operasi untuk mengoreksi kelainan tersebut.

Baca Juga:  Waspada Bahaya Muntaber, Leptospirosis, Demam Dengue, Infeksi Saluran Pernapasan, dan Eczema Kulit Saat Musim Hujan dan Banjir

 

Komplikasi

Penyakit rakitis harus dideteksi dan ditangani sejak dini untuk memastikan kesembuhan pasien. Bila rakitis tak mendapat penanganan, orang yang mengalaminya bisa terkena komplikasi dalam jangka panjang, seperti:

  • Kuntet
  • Masalah gigi
  • Kejang
  • Kelainan tulang
  • Kesulitan dalam mobilitas
  • Tulang gampang retak atau patah
  • Skoliosis (tulang punggung melengkung)

 

Pencegahan

Kunci untuk mencegah penyakit rakitis adalah memastikan kecukupan vitamin D, kalsium, dan fosfat bagi anak sejak masa kandungan. Selain itu, terdapat beberapa cara guna mengantisipasi risiko rakitis setelah anak lahir, antara lain:

  • Memberikan ASI eksklusif
  • Memastikan penerapan pola makan gizi seimbang
  • Mendapat sinar matahari sekitar 10-15 menit sehari
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk menanyakan soal perlunya suplemen vitamin D, kalsium, dan fosfat

Bagi anak-anak, orang tua dapat membantu mencegah rakitis dengan memberikan makanan dan minuman yang kaya akan vitamin D, kalsium, atau fosfat. Misalnya susu, keju, jambu, sayuran hijau, salmon, tuna, jeruk, telur, dan yoghurt.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera jadwalkan kunjungan ke dokter bila menduga anak mengalami penyakit rakitis atau ada tanda dan gejala yang mengarah ke masalah kesehatan tersebut. Peluang kesembuhan akan lebih besar bila anak mendapat penanganan secepatnya pada masa pertumbuhan. Bila tidak, anak akan mengalami gangguan tumbuh kembang dan kelainan tulang bisa menjadi permanen saat dewasa.

 

Ditinjau oleh

dr. Miranda Audina Irawan

Dokter Umum – Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • Rickets and osteomalacia. https://www.nhs.uk/conditions/rickets-and-osteomalacia. Diakses 13 November 2022
  • Rickets. https://medlineplus.gov/ency/article/000344.htm. Diakses 13 November 2022
  • Rickets: What It Is and How It’s Treated. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2006/0815/p629.html. Diakses 13 November 2022
  • Rickets. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562285/. Diakses 13 November 2022
  • Rickets: Not a Disease of the Past. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2006/0815/p619.html.  Diakses 13 November 2022
  • Rickets. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/rickets/. Diakses 13 November 2022
  • Overview of rickets in children. https://www.uptodate.com/contents/overview-of-rickets-in-children. Diakses 13 November 2022
  • Rickets. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Rickets/. Diakses 13 November 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.