• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

5 Mitos tentang Usus Buntu dan Faktanya

Mitos tentang Usus Buntu

Penyakit usus buntu (apendiks) merupakan salah satu masalah pencernaan yang umum dan bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini terbilang kegawatan medis yang harus segera ditangani, umumnya teratasi dengan operasi. Berikut ini beberapa mitos seputar usus buntu dan faktanya.

Untuk informasi lebih lengkap seputar usus buntu dan penanganannya, Anda bisa menghubungi telekonsultasi dokter atau mendapatkan kunjungan dokter ke rumah dari layanan homecare Kavacare. Hubungi Kavacare melalui Whatsapp di nomor 0811 1446 777.

buat jani dokter primaya

Apa Itu Usus Buntu?

Istilah usus buntu (apendiks) yang selama ini kita kenal sebenarnya mengacu pada peradangan yang terjadi di organ usus buntu atau apendiks. Apendiks adalah bagian dari usus, jaringan dengan panjang 5-10 sentimeter yang terhubung dengan usus besar. Usus buntu terletak di bagian kanan tubuh. Akibat berbagai hal, usus buntu bisa mengalami peradangan yang menimbulkan rasa sakit parah.

Radang usus buntu terjadi saat apendiks tersumbat feses yang mengeras, benda asing yang tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh, hingga kanker atau tumor. Apendiks juga bisa tersumbat oleh pembengkakkan yang merupakan respons infeksi di dalam tubuh.

Gejala usus buntu antara lain:

  • Nyeri di bagian kanan perut, di dekat pusar mengarah ke bawah. Nyeri ini umumnya tanda awal peradangan usus buntu
  • Hilang nafsu makan
  • Mual dan muntah setelah mulai merasakan nyeri
  • Demam
  • Tidak bisa buang angin.

Sementara gejala lainnya yang jarang ditemui tetapi bisa jadi dialami pasien yaitu:

  • Rasa sakit yang berdenyut atau menusuk di area sekitar perut, bahkan di atas, bawah, belakang, hingga dekat bokong
  • Kram
  • Sembelit atau diare saat perut terasa kembung

Mitos Usus Buntu dan Faktanya

Usus buntu termasuk penyakit yang umum ditemui, tetapi masih banyak mitos usus buntu yang beredar dan dipercayai orang. Berikut penjelasan seputar mitos usus buntu dan fakta-faktanya.

1. Usus Buntu Tidak Punya Fungsi Khusus

Posisi usus buntu normalnya di bagian kanan bawah perut. Tepatnya di pertemuan antara usus halus dengan usus besar. Organ ini memiliki panjang sekitar 10 sentimeter. Seperti namanya, organ ini seperti jalan buntu pada usus. Banyak yang bingung dengan fungsi usus buntu.

Fungsi pasti usus buntu masih belum bisa dijelaskan. Ada teori yang menjelaskan jika usus buntu merupakan tempat berkumpulnya bakteri-bakteri baik yang akan bekerja memperbaiki saluran pencernaan setelah terserang masalah seperti diare. Ada pula ahli yang menjelaskan jika usus buntu memang tidak memiliki fungsi khusus dan merupakan sisa-sisa evolusi tubuh manusia. Oleh karenanya, pengangkatan usus buntu tidak memberikan dampak kesehatan pada pasien.

Baca Juga:  Lansia Minum Kopi, Apakah Boleh?

2. Semua Orang akan Kena Penyakit Usus Buntu

Semua orang memang memiliki usus buntu. Ada yang pernah mendengar mitos usus buntu jika penyakit ini berarti pasti akan dialami semua orang. Namun ternyata tidak semua orang akan mengalami peradangan pada usus buntu.

Diperkirakan kasus usus buntu hanya terjadi pada 5% populasi dunia. Di Indonesia, prevalensi usus buntu sekitar 24,9 kasus per 10.000 populasi. Usus buntu juga bukan penyakit keturunan. Penyebabnya yang seringkali tidak diketahui membuat usus buntu termasuk penyakit yang tidak bisa dicegah secara spesifik.

Walau demikian, semua orang berisiko mengalami penyakit usus buntu. Apendisitis diperkirakan lebih rentan terjadi pada laki-laki. Paling sering radang usus buntu dialami oleh mereka yang berusia remaja hingga usia 20-an, tapi orang yang berusia lebih tua juga bisa mengalami penyakit usus buntu.

3. Usus Buntu Harus Dioperasi

Faktanya, tindakan bedah adalah prosedur yang paling banyak dipilih untuk penanganan usus buntu. Operasi pengangkatan usus buntu seringkali dilakukan juga sebagai langkah pencegahan usus buntu yang meradang kemudian pecah dan menyebabkan komplikasi. Biasanya pasien akan mendapatkan perawatan dengan antibiotik lebih dulu, kemudian tindakan operasi dilakukan.

Operasi bisa dilakukan melalui pembedahan mayor atau dengan laparoskopi. Prosedur menggunakan laparoskopi memungkinkan sayatan operasi jauh lebih kecil dan membantu pemulihan lebih cepat.

Namun seiring perkembangan zaman, ditemukan kemungkinan jika penyakit usus buntu bisa ditangani hanya dengan antibiotik, tanpa tindakan operasi. Antibiotik bisa diberikan jika peradangan yang terjadi tidak berisiko menyebabkan pecahnya usus buntu. Namun usus buntu yang diobati tanpa operasi memiliki risiko kambuh yang lebih tinggi. Selain itu, beberapa pasien mungkin mengalami resistensi jika perawatan menggunakan antibiotik digunakan dalam jangka panjang.

4. Usus Buntu Disebabkan oleh Biji Jambu dan Biji Cabai

Salah satu mitos usus buntu yang banyak beredar adalah jika penyakit ini bisa terjadi jika Anda menelan biji jambu atau biji cabai, sehingga biji-bijian tersebut masuk ke dalam usus buntu. Faktanya, walaupun Anda menelan biji cabai maupun jambu, hal ini tidak memicu usus buntu.

Baca Juga:  Ambulance Call Center: Kondisi Gawat Darurat? Hubungi Nomor Ambulans 150 108

Menelan biji maupun bagian dari buah-buahan yang umumnya tidak dikonsumsi secara umum tidak menyebabkan usus buntu. Penelitian membuktikan jika radang usus buntu akut yang disebabkan oleh sisa-sisa buah atau sayuran sangat jarang ditemukan pada pasien yang telah dioperasi.

Namun sebaiknya Anda tetap waspada dan usahakan untuk menghindari menelan biji-bijian yang kemungkinan besar tidak tercerna oleh tubuh. Selalu kunyah makanan dengan sempurna untuk membantu organ pencernaan bekerja lebih optimal.

5. Konsumsi Mi Instan Bisa Menyebabkan Usus Buntu

Mi instan termasuk makanan yang sering dikaitkan dengan radang usus buntu. Mitosnya, usus buntu bisa disebabkan oleh konsumsi mi instan.

Namun hal ini ternyata hanya mitos usus buntu. Telah banyak pakar dunia medis yang membantah jika mi instan menyebabkan usus buntu. Tidak ada hubungannya kejadian radang usus buntu dengan konsumsi mi instan, bahkan jika Anda memakannya setiap hari. Walau bukan penyebab usus buntu, Anda tetap tidak boleh berlebihan mengonsumsi mi instan.

 

Narasumber:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

 Care Pro & Dokter Umum

Kavacare

 

Referensi:

  • The Truth Behind These Appendicitis Myths. https://www.bannerhealth.com/healthcareblog/teach-me/do-not-fall-for-these-misconceptions-about-appendicitis diakses 20 November 2023
  • Appendix (Anatomy): Appendix Picture, Location, Definition, Function, Conditions, Tests, and Treatments. https://www.webmd.com/digestive-disorders/picture-of-the-appendix diakses 20 November 2023
  • Diagnosis of acute appendicitis based on clinical scores: is it a myth or reality? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8477120/ diakses 20 November 2023
  • Appendicitis: Early Symptoms, Causes, Pain Location, Surgery, Recovery. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis diakses 20 November 2023
  • Appendicitis Treatment Without Surgery: Pros and Cons. https://www.verywellhealth.com/appendicitis-treatment-without-surgery-7094503 diakses 20 November 2023
  • Signs of appendicitis you shouldn’t ignore. https://wexnermedical.osu.edu/blog/signs-of-appendicitis diakses 20 November 2023
  • Can fruit seeds and undigested plant residuals cause acute appendicitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3609170/ diakses 20 November 2023
  • Benarkah Makan Mie Instan Tiap Hari Bisa Picu Usus Buntu? https://fk.ui.ac.id/infosehat/benarkah-makan-mie-instan-tiap-hari-bisa-picu-usus-buntu/ diakses 20 November 2023
  • Definition & Facts for Appendicitis. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/appendicitis/definition-facts diakses 20 November 2023
  • Penyakit Usus Buntu. http://rsudajibarang.banyumaskab.go.id/read/33720/penyakit-usus-buntu diakses 20 November 2023

 

Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.