• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Hernia Inguinalis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hernia Inguinalis Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hernia inguinalis mungkin terdengar asing di telinga kebanyakan orang Indonesia. Tapi tidak dengan turun berok. Kedua istilah itu sebenarnya sama, hanya berbeda dalam lingkup penggunaan umumnya. Banyak orang, terutama pria, yang waswas terhadap kondisi ini. Di bawah ini akan dibahas seluk-beluk hernia inguinalis agar masyarakat lebih memahami.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika ada defek atau kelemahan dinding usus pada daerah inguinal atau lipat paha sehingga bagian isi perut memasuki bagian yang lemah tersebut dan menimbulkan gejala. Isi perut yang keluar ini bisa berupa usus halus, usus besar ataupun organ lain seperti buli-buli, dan sebagainya.

Dalam masyarakat Indonesia, kondisi ini biasanya disebut turun berok. Hernia merupakan kondisi yang umum terjadi dan dokter sering menanganinya.

Terdapat dua jenis hernia inguinalis, yakni:

1. Hernia inguinalis langsung

Disebut hernia inguinalis direk atau hernia inguinalis medialis. Pada jenis hernia ini defek yang terjadi tidak melalui saluran (canalis) inguinalis dan disebut medialis karena letaknya disebelah medial (tengah) dari canalis. Hernia jenis ini frekuensi terjadinya lebih rendah dibanding hernia inguinalis tidak langsung.

2. Hernia inguinalis tidak langsung

Disebut hernia indirek karena jenis hernia ini terjadi melewati saluran inguinal dan letaknya disebelah lateral/pinggir dibanding hernia medialis. Jenis hernia ini lebih umum dibanding hernia medialis.

 

Gejala Hernia Inguinalis

Gejala yang sering terjadi pada hernia inguinalis adalah adanya benjolan pada daerah lipat paha.

Jika hernia medialis maka benjolan cenderung berbentuk bulat dan langsung menonjol ke depan, benjolan pada hernia medialis tidak akan pernah turun sampai ke kantong zakar (scrotum). Pada hernia inguinalis lateralis maka benjolan cenderung berbentuk lonjong dan pada kondisi lanjut benjolan ini bisa turun sampai ke kantong zakar.

Pada tahap awal atau jika belum terjadi komplikasi benjolan ini muncul jika penderita batuk, mengedan atau mengangkat barang berat. Benjolan ini akan hilang jika pasien berbaring atau tidur. Pada kondisi tertentu atau jika terjadi komplikasi maka benjolan ini tidak bisa masuk dan menimbulkan keluhan nyeri sampai perut kembung, demam, mual muntah dan benjolan bisa berubah warna menjadi kemerahan, teraba hangat dan nyeri jika disentuh.

Dalam kondisi benjolan tidak muncul maka bisa teraba adanya defek atau celah atau lubang tempat keluar masuknya hernia.

 

Penyebab Hernia Inguinalis

Penyebab terjadinya suatu hernia antara lain peningkatan tekanan dalam perut (intra abdomen) yang bisa disebabkan oleh kegemukan, kehamilan, massa tumor dalam perut, angkat berat, sulit buang air besar, atau buang air kecil yang berlangsung lama atau batuk kronis. Selain itu juga bisa disebabkan oleh faktor bawaan, turunan atau faktor usia.

Baca Juga:  Fisura Ani: Gejala, Mencegah, dan Mengobati

Hernia juga bisa terjadi pada wanita karena wanita memiliki saluran inguinalis. Namun berbeda dengan pria, tonjolan hernia pada wanita akan tampak pada selangkangan karena tak ada skrotum. Hernia inguinalis lebih lazim dialami bayi prematur karena proses tumbuh kembang yang tak optimal dalam kandungan. Riwayat keluarga yang menderita hernia juga berkontribusi sebagai salah satu faktor risiko.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Hernia Inguinalis

Dokter akan mengenali penyakit hernia  dengan melakukan tanya jawab secara detail  selanjutnya dengan melakukan pemeriksaan secara teliti dan cermat. Sifat benjolan yang hilang timbul, berada pada daerah lipatan paha, benjolan bentuk memanjang sampai ke kantong scrotum sudah jelas menunjukkan suatu hernia. Diperjelas dengan adanya riwayat yang menunjang terjadinya seperti batuk lama, pekerjaan yang mengangkat beban, sulit buang air besar atau buang air kecil,  kegemukan, dll.

Dokter juga mungkin merekomendasikan sejumlah tes penunjang pemeriksaan, seperti:

  • Ultrasonografi (USG) perut
  • Pemindai tomografi terkomputasi (CT scan)
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI)

Selain menegakkan diagnosis, lewat serangkaian prosedur pemeriksaan ini dokter akan menentukan jenis penanganan yang tepat untuk hernia yang dialami pasien.

 

Cara Mengatasi Hernia Inguinalis

Untuk mengatasi hernia inguinalis, dokter pertama-tama akan mencoba menekan dengan lembut hernia yang turun agar kembali ke tempat semula. Penanganan secara definitif atau pasti dengan melakukan prosedur operasi yang bisa berupa herniorafi terbuka (open herniorrhaphy) atau secara laparoskopi:

1. Operasi terbuka

Disebut juga herniorrhaphy, Prosedur ini merupakan prosedur paling sederhana dan sudah lama dilakukan sehingga kadang disebut juga herniorafi klasik. Pada prosedur ini dokter melakukan sayatan kulit daerah lipat paha yang mengalami hernia, selanjutnya mencari kantong hernia, memasukkan usus yang keluar, membuang kantong dan selanjutnya memasang mesh atau jala atau cukup dengan melakukan penjahitan pada defek yang terjadi.

2. Operasi laparoskopi

Prosedur ini merupakan prosedur lebih canggih dengan berbagai macam cara tergantung keahlian dokter atau kebutuhan pasien. Pada prosedur ini dilakukan sayatan kecil 0,5-1 cmn pada 3 tempat di tubuh dan selanjutnya dilakukan prosedur perbaikan hernia.

Pembiusan pada operasi hernia cukup dilakukan pembiusan/anastesi spinal (setengah badan). Prosedur tidak memakan waktu lama biasanya sejam sudah cukup.

 

Komplikasi

Pada kondisi tertentu hernia mengalami kondisi tidak biasa masuk dan bertambah besar. Ini disebut hernia strangulata jika ada gangguan pasase usus/strangulasi dan biasa disebut hernia terjepit. Atau hernia tidak bisa masuk namun tidak ada keluhan nyeri atau mual muntah ini disebut hernia acreta/perlengketan. Pada kondisi strangulasi penderita harus tenang dan berbaring dengan rileks jangan diurut atau ditekan untuk memasukkan isinya, karena tindakan mengurut bisa memperparah keadaan bahkan bisa menyebabkan kebocoran usus yang terjepit. Segera bawa ke rumah sakit karena kondisi ini membutuhkan penanganan segera/emergensi sebelum terjadi kerusakan terhadap usus yang terjepit.

Baca Juga:  Operasi Batu Empedu dengan Laparoskopi

Ada juga komplikasi terkait dengan operasi penanganan hernia, seperti:

  • Risiko anestesi
  • Infeksi luka
  • Perdarahan
  • Luka yang menimbulkan rasa sakit
  • Cedera pada organ lain

 

Pencegahan

Hernia inguinalis pada anak bisa dicegah sejak masa kehamilan dengan rutin memeriksakan kehamilan serta memastikan tumbuh kembang janin sesuai dengan harapan. Adapun bagi orang dewasa, pencegahan hernia bisa diupayakan dengan menghindari atau waspada terhadap aktivitas yang bisa memicu hernia alias turun berok, misalnya saat mengangkat beban yang berat, batuk, dan mengejan ketika buang air besar.

Menjaga gaya hidup sehat dengan banyak makan makanan berserat dan bergizi seimbang bisa menjadi salah satu solusi. Satu hal yang perlu diperhatikan, hernia masih bisa muncul kembali walau sudah pernah dioperasi. Kemunculannya bisa terjadi hingga bertahun-tahun setelah operasi sehingga pasien butuh menjalani operasi kedua. Karena itu, pastikan ikuti instruksi dokter seusai operasi untuk mencegah hernia datang lagi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Waktu yang paling baik untuk ke dokter adalah sesegera mungkin. Semakin cepat semakin baik, karena hernia pada tahap awal masih simple, sederhana, belum terjadi komplikasi atau perlengketan sehingga prosedur operasi menjadi mudah.

 

Narasumber

drWahyu Sulistio Wibowo, Sp.B.KBD

Dokter Spesialis Bedah Digestif

Primaya Hospital Makassar

Referensi:

  • Inguinal Hernia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513332/. Diakses 31 Oktober 2022
  • Inguinal hernia repair. https://www.nhs.uk/conditions/inguinal-hernia-repair/. Diakses 31 Oktober 2022
  • Inguinal Hernias: Diagnosis and Management. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2013/0615/p844.html. Diakses 31 Oktober 2022
  • Inguinal hernia. https://www.healthdirect.gov.au/inguinal-hernia. Diakses 31 Oktober 2022
  • Inguinal hernia in adults. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/723. Diakses 31 Oktober 2022
  • Inguinal hernia repair. https://medlineplus.gov/ency/article/007406.htm. Diakses 31 Oktober 2022
  • Inguinal hernia: A battle of the bulge. https://journals.lww.com/nursing/Fulltext/2017/08000/Inguinal_hernia__A_battle_of_the_bulge.8.aspx. Diakses 31 Oktober 2022
  • Inguinal Hernia Causes, Diagnosis, and Treatments. https://herniaonline.com/hernias/inguinal/. Diakses 31 Oktober 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.