• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Atasi Cantengan dengan Mudah: Tips Perawatan untuk Kuku Sehat

Atasi Cantengan dengan Mudah Tips Perawatan untuk Kuku Sehat

Cantengan adalah salah satu masalah pada kuku yang kerap terjadi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila tak mendapat penanganan yang memadai, bisa terjadi infeksi dan bahkan memerlukan prosedur bedah.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Cantengan

Cantengan adalah kondisi medis ketika tepi kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai paronychia/onikokriptosis/ingrowing nail. Cantengan bisa memicu peradangan, nyeri, pembengkakan, hingga infeksi pada area kuku yang bermasalah. Kondisi ini umumnya terjadi pada jari kaki, terutama jempol. Tapi jari tangan bisa juga terpengaruh. Cantengan sering disebabkan oleh pemotongan kuku yang tidak benar, seperti terlalu pendek atau membentuk sudut yang terlalu tajam.

Seperti dikutip dari Medical News Today, sekitar 2,5-5% dari populasi umum pernah mengalami cantengan. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa muda dengan rentang usia 10-20 tahun serta orang dewasa yang berusia lebih tua (50-60 tahun). Sekitar 20% dari semua jenis masalah kaki adalah cantengan.

Rasa sakit akibat kuku jari yang tumbuh ke dalam bisa menyebabkan infeksi dan menurunkan kualitas hidup, serta mengganggu aktifitas. Jari yang terpengaruh akan terasa sakit ketika berjalan atau berolahraga, bahkan ketika tersenggol selimut atau seprai saat tidur di malam hari. Karena itu, kondisi ini perlu mendapat penanganan yang tepat agar aktivitas sehari-hari tak terganggu

 

Gejala

Pada awalnya gejala cantengan mungkin hanya ketidaknyamanan atau rasa sakit di sekitar sudut kuku yang terkena. Jika tidak diobati, gejala bisa menjadi lebih serius dan menyebabkan infeksi. Di antaranya:

  • Rasa sakit saat menyentuh atau menekan jari kaki yang terkena cantengan
  • Kemerahan dan peradangan pada kulit di sekitar sudut kuku
  • Pembengkakan di sekitar sudut kuku
  • Keluar nanah pada area jari yang terkena
  • Perdarahan pada kulit di sekitar sudut kuku
  • Kesulitan dalam memakai sepatu atau berjalan

 

Penyebab

Penyebab paling umum cantengan meliputi:

  • Teknik pemotongan kuku yang tidak benar
  • Mencabut atau mencungkil tepian kuku
  • Mengenakan alas kaki ketat sehingga menimbulkan tekanan pada sisi jari kaki yang dapat mendorong kuku ke dalam kulit di sekitarnya
  • Infeksi jamur
  • Melakukan olahraga dengan tendangan, seperti sepak bola, yang berulang kali membuat jari kaki terkena benturan dan mendorong kuku ke dalam kulit
Baca Juga:  Amputasi: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Selain itu, bentuk kuku yang tumbuh melengkung berpengaruh terhadap terjadinya cantengan. Orang yang memiliki masalah kesehatan seperti artritis, diabetes, dan peredaran darah yang buruk juga lebih berisiko mengalami cantengan.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Cantengan

Umumnya dokter bisa langsung menegakkan diagnosis cantengan dengan melakukan pemeriksaan klinis. Dokter akan mengecek sudut kuku yang tertanam ke kulit dan mengecek apakah ada tanda-tanda infeksi, seperti pembengkakan, perdarahan, nanah, dan kemerahan. Dokter juga bisa menjalankan tes diagnostik untuk memeriksa kemungkinan infeksi.

Salah satunya dengan tes tusukan, yakni menusuk jaringan kulit di sekitar kuku jari memakai jarum kecil guna mengambil sampel cairan atau nanah untuk diperiksa di bawah mikroskop. Hasil tes ini bisa membantu memberikan konfirmasi diagnosis infeksi dan menentukan jenis bakteri penyebab infeksi.

Adapun guna menentukan tingkat keparahan cantengan dan mengecek apakah ada masalah struktural pada jari, dokter juga mungkin memeriksa kuku jari dengan sinar-X atau prosedur pencitraan lain.

 

Cara Mengatasi Cantengan

Cara mengatasi cantengan bergantung pada tingkat keparahan gejala dan infeksi. Berikut ini beberapa caranya:

  • Mengompres area jari yang terkena dengan air hangat selama 15-20 menit beberapa kali sehari untuk meredakan peradangan dan rasa sakit
  • Meminum obat antinyeri seperti ibuprofen atau parasetamol
  • Menggunakan antibiotik bila terjadi infeksi
  • Menjalani bedah minor untuk kasus cantengan yang parah

Dalam banyak kasus, cantengan bisa sembuh sendiri dengan perawatan mandiri dalam 3-5 hari. Tapi ada kemungkinan kondisi ini berulang sehingga membutuhkan penanganan yang lebih baik di rumah sakit.

 

Komplikasi

Tanpa penanganan yang tepat, cantengan bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, seperti:

  • Infeksi pada jaringan di sekitar kuku yang bisa menyebar ke tulang dan menyebabkan osteomielitis atau infeksi tulang
  • Ulkus atau luka yang dalam di kaki
  • Selulitis, yaitu infeksi kulit yang meluas dengan tanda dan gejala seperti kemerahan, bengkak, dan rasa sakit pada kaki
  • Abses yaitu kantong nanah yang terbentuk di bawah kulit
  • Gangren atau kematian jaringan pada kaki yang bisa mengarah ke amputasi
Baca Juga:  Perawatan Stoma : Jenis, Penyebab, Prosedur dan Perawatannya

 

Tips Perawatan untuk Kuku Sehat

Cara utama untuk mencegah cantengan adalah melakukan perawatan kuku yang baik. Misalnya memotong kuku dengan benar dan tidak memotong kuku terlalu pendek. Cara lainnya termasuk:

  • Menjaga kebersihan kaki dengan rajin mencuci kaki menggunakan air dan sabun serta memastikan kaki sudah kering setelah mandi atau berenang
  • Tidak mengenakan alas kaki atau sepatu yang terlalu ketat
  • Menghindari cedera pada kuku, misalnya ketika berolahraga sepak bola
  • Tidak memakai sepatu dengan tumit yang terlalu tinggi agar ujung jari tidak tertekan
  • Menghindari kaus kaki yang terlalu ketat karena bisa mengurangi sirkulasi darah ke kaki dan jari-jari kaki

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila mengalami cantengan, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama spesialis bedah, bila mengalami rasa sakit yang hebat di sekitar kuku serta ada gejala infeksi seperti demam atau keluar nanah dari area kuku. Begitu juga jika cantengan kerap terjadi berulang atau mengidap masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi penyembuhan, seperti diabetes.

 

Reviewer

dr. Edih Suyanto, Sp.B

Dokter Spesialis Bedah

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • Ingrown Toenails. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546697/. Diakses 8 Maret 2023
  • What to know about onychocryptosis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/onychocryptosis. Diakses 8 Maret 2023
  • Ingrown Toenail (Onychocryptosis). https://emedicine.medscape.com/article/828072-overview. Diakses 8 Maret 2023
  • Ingrown Toenail Or Onychocryptosis. Causes, Treatments And How To Prevent It. https://www.podoactiva.com/en/blog/an-incarnate-or-onychocryptosis-causes-treatments-and-how-to-prevent-it. Diakses 8 Maret 2023
  • Management of the Ingrown Toenail. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2009/0215/p303.html. Diakses 8 Maret 2023
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.